06 May 2008

TIME


Waktu berjalan linier. Fakta ini mengerikan. Makin dipikir makin terasa mengerikan. Segala sesuatu hanya bisa terjadi sekali. Peristiwa yang dirasa sepele sekalipun, seperti misalnya berkumpul dan bercanda dengan teman, ternyata hanya bisa terjadi sekali. Kalaupun lain waktu bisa berkumpul dan bercanda lagi, semua telah berubah ; baju yang dipakai oleh masing-masing orang tidak lagi sama, topik yang dibicarakan tidak lagi sama, urutan tempat duduk tidak lagi sama, makanan dan minuman yang dijadikan teman ngobrol tidak lagi sama, bahkan mungkin tempat berkumpul juga tidak lagi sama.


Semua hanya bisa terjadi sekali. Begitu mengerikan. Tidak ada ruang untuk berbuat salah. Segala sesuatu yang diucapkan dan dilakukan oleh masing-masing orang meninggalkan bekas tersendiri ke lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Kalaupun punya kesempatan untuk meralat suatu kesalahan bicara di lain waktu, tidak ada jaminan bekas yang telah terlanjur ada bisa hilang dan kembali semula seperti ketika ucapan itu belum terlontarkan.


Untuk orang yang perfectionist seperti aku (benarkah??? I completely doubt it…!!! :D), fakta bahwa waktu bersifat linier, menjadi sangat mengerikan. Hanya ada satu kesempatan untuk melakukan secara benar masing-masing peristiwa, perbuatan, perkataan, atau apapun yang mungkin dilakukan. Karena manusia tidak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segala kesalahan yang telah dibuat. Yang bisa dilakukan hanyalah melakukan hal lain yang (mungkin) bisa meminimalisir kesalahan yang telah terlanjur dilakukan.


Meski demikian, wacana penciptaan mesin waktu terasa menyesakkan dada. Kalau masing-masing manusia bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan, apa jadinya dunia ini. Semua orang akan berbuat semau gue, melakukan suatu kesalahan akan dianggap sebagai hal yang sepele, toh segala sesuatu bisa diulang kembali dan diperbaiki.


Ya…waktu memang luar biasa berharga. Semoga aku bisa memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin. Semoga semakin sedikit penyesalan yang harus ditanggung di kemudian hari…


Time is free, but its priceless

You can’t own it, but you can use it

You can’t keep it, but you can spend it

Once you’ve lost it, you can never get it back

(Harvey MacKay)


Waktu berjalan linier. Fakta ini mengerikan. Makin dipikir makin terasa mengerikan. Segala sesuatu hanya bisa terjadi sekali. Peristiwa yang dirasa sepele sekalipun, seperti misalnya berkumpul dan bercanda dengan teman, ternyata hanya bisa terjadi sekali. Kalaupun lain waktu bisa berkumpul dan bercanda lagi, semua telah berubah ; baju yang dipakai oleh masing-masing orang tidak lagi sama, topik yang dibicarakan tidak lagi sama, urutan tempat duduk tidak lagi sama, makanan dan minuman yang dijadikan teman ngobrol tidak lagi sama, bahkan mungkin tempat berkumpul juga tidak lagi sama.


Semua hanya bisa terjadi sekali. Begitu mengerikan. Tidak ada ruang untuk berbuat salah. Segala sesuatu yang diucapkan dan dilakukan oleh masing-masing orang meninggalkan bekas tersendiri ke lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Kalaupun punya kesempatan untuk meralat suatu kesalahan bicara di lain waktu, tidak ada jaminan bekas yang telah terlanjur ada bisa hilang dan kembali semula seperti ketika ucapan itu belum terlontarkan.


Untuk orang yang perfectionist seperti aku (benarkah??? I completely doubt it…!!! :D), fakta bahwa waktu bersifat linier, menjadi sangat mengerikan. Hanya ada satu kesempatan untuk melakukan secara benar masing-masing peristiwa, perbuatan, perkataan, atau apapun yang mungkin dilakukan. Karena manusia tidak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segala kesalahan yang telah dibuat. Yang bisa dilakukan hanyalah melakukan hal lain yang (mungkin) bisa meminimalisir kesalahan yang telah terlanjur dilakukan.


Meski demikian, wacana penciptaan mesin waktu terasa menyesakkan dada. Kalau masing-masing manusia bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan, apa jadinya dunia ini. Semua orang akan berbuat semau gue, melakukan suatu kesalahan akan dianggap sebagai hal yang sepele, toh segala sesuatu bisa diulang kembali dan diperbaiki.


Ya…waktu memang luar biasa berharga. Semoga aku bisa memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin. Semoga semakin sedikit penyesalan yang harus ditanggung di kemudian hari…


Time is free, but its priceless

You can’t own it, but you can use it

You can’t keep it, but you can spend it

Once you’ve lost it, you can never get it back

(Harvey MacKay)

2 comments:

Anonymous said...

bagaimana dg hobimu wayangan nglembur tugas??..waktu memang linier...(ra nyambung)

Meski demikian, wacana penciptaan mesin waktu terasa semakin menyesakkan dada. <--- bahasamu nggambus no mbak..haha...

smartilicious said...

@ ninaz :
hahah...tu nulis pas cengok sdri di kafe langganan qt...
terbawa suasana, sok sok feeling blue...jd kluar gombalnya :D