<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157</id><updated>2012-02-03T16:13:41.537+07:00</updated><category term='linguistics'/><category term='vacation'/><category term='life'/><category term='about me'/><title type='text'>Bienvenue!</title><subtitle type='html'>Did you know?</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-7291998101162186417</id><published>2012-02-03T16:11:00.002+07:00</published><updated>2012-02-03T16:13:41.548+07:00</updated><title type='text'>SHANGHAI</title><content type='html'>Trip kali ini bener-bener gila dalam arti yang sebenarnya. Saya hanya diberi waktu kurang dari 24 jam sejak pemberitahuan harus berangkat ke Shanghai sampai dengan persiapan segala sesuatunya. Segala sesuatunya ini mencakup mencari tiket pesawat pp Semarang-Jakarta, tiket pesawat pp Jakarta - Shanghai (via Seoul), booking hotel selama tinggal di Shanghai, mengajukan visa Cina (beserta persiapan segala berkas yang diperlukan untuk aplikasi visa). Pencarian tiket pesawat dan booking hotel dengan sukses dilakukan selama 2 jam pertama dengan sistem online. Dilanjutkan tidur selama 3 jam sebagai bekal energi untuk kerja selama 16 jam di hari berikutnya. Pulang kerja langsung packing yang hanya bisa dilakukan serampangan, secara harafiah bisa diartikan melemparkan barang-barang dari lemari ke dalam koper.  Tidur lagi 1 jam (sebelum tidur tidak lupa pasang 3 alarm dengan selang waktu 5 menit antar alarm, kuatir banget gak bakal bisa bangun) untuk kemudian mengejar pesawat paling pagi ke Jakarta. Jangan tanya bagaimana gedubrakannya proses berangkat dari rumah menuju bandara. Begitu mendarat di bandara Soekarno-Hatta langsung melompat ke taxi berikutnya untuk menuju PT. China Visa Service Indonesia di jalan Lingkar Mega Kuningan Blok E3.2 Kav.1. Institusi ini merupakan wakil resmi dari Kedubes Cina di Indonesia untuk pengajuan aplikasi visa Cina. Berkas yang harus dilengkapi sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Mengisi formulir pengajuan (lebih baik minta formulir dan isi di tempat. Formulir yang saya download, print, dan isi lengkap di rumah ternyata ditolak dengan alasan formulir versi lama).&lt;br /&gt;2. Pas foto berwarna ukuran 4x6 (1 lembar).&lt;br /&gt;3. Paspor dengan sisa masa berlaku lebih dari 6 (enam) bulan.&lt;br /&gt;4. Tiket pp Indonesia – Cina.&lt;br /&gt;5. Print-out booking hotel selama tinggal di Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dokumen saya serahkan ke petugas jam 09:30, dilanjutkan dengan makan siang bareng temen lama yang kebetulan sekarang bekerja di Jakarta, ngobrol sana sini untuk ngurangin senewen karena kuatir aplikasi visa ditolak entah dengan alasan apa. Kebayang tiket pp Jakarta – Shanghai yang telah dibayar lunas USD 1500 melayang percuma.  Meski beberapa temen berusaha menghibur dengan mengatakan visa Cina tidak terlalu susah didapat, tetap saja saya tidak bisa tenang sebelum visa sudah pasti di tangan. Tak terasa waktu merambat sore jam 16:00. Saat pengambilan visa. Saat penentuan. Saya luar biasa senang ketika melihat paspor telah tertempeli visa Cina dengan indahnya. Mendapatkan visa hanya 5 jam sebelum jam keberangkatan benar-benar bukan pengalaman yang menyenangkan untuk diulang lagi. Hari itu terlalu gila untuk dilalui.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selesai urusan visa, saya langsung meluncur lagi balik ke bandara, mengurus semua proses check-in, setor bagasi, bayar airport tax, dan lain-lain. Sisa waktu menunggu boarding dihabiskan dengan makan malam dan menyelesaikan semua kerjaan di Semarang yang mendadak harus ditinggal via telpon.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Badan berasa remuk redam ketika tiba saat boarding. Kurang tidur selama 2 hari berturut-turut membuat mata serasa lengket susah melek. Pesawat Boeing 777-300 ini sebetulnya memiliki banyak fitur hiburan untuk dinikmati -- mulai dari berbagai pilihan musik, film hits Hollywood, film dokumenter, film Korea--, tapi saya terlalu capek bahkan hanya untuk pegang remote control. Pramugari beberapa kali harus membangunkan saya ketika membagikan earphone, minum, makan, snack, ice cream. Penerbangan Jakarta – Seoul yang tercatat selama 9 jam di tiket, ternyata hanya ditempuh 7 jam karena perbedaan waktu Korea yang lebih cepat 2 jam dibandingkan WIB. Waktu transit yang hanya sebentar dengan segera terbuang untuk proses turun dari pesawat, berdiri lama di antrean transfer, scan x-ray semua barang penumpang yang masuk kabin, naik lagi ke pesawat lain untuk meneruskan perjalanan rute Seoul – Shanghai. Penerbangan berikutnya yang tercatat di tiket hanya 1 jam, ternyata justru ditempuh 2 jam karena waktu Shanghai lebih cepat hanya 1 jam dibandingkan WIB. Ternyata pusing juga kalau dalam 1 hari waktunya maju mundur gak jelas gini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aba-aba pilot bahwa pesawat akan segera mendarat di Shanghai disambut suara gaduh para penumpang yang hampir bebarengan memakai winter coat masing-masing. Saya yang hanya memakai celana jeans dan t-shirt tiba-tiba merasa seperti telanjang ketika berbaris menuju pintu keluar pesawat. Semua orang sekeliling saya memakai winter coat yang tebelnya ajubile, dengan banyak bulu di sana sini. Seorang ibu tua nekad mencolek bahu saya untuk mengingatkan segera memakai baju hangat. Dengan senyum lemah saya cuma bisa menjawab punya sweater di dalam koper yang masih di bagasi dan meyakinkan dia bahwa saya akan memakainya sebelum keluar dari airport dan terjerumus ke dalam kejamnya suhu Shanghai yang saat itu 3C.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu di Shanghai saya habiskan dengan bekerja dan secara konsisten terus-menerus menggigil kedinginan. Kendala bahasa betul-betul membuat frustasi. Hal sederhana seperti membeli sarung tangan penahan dingin pun harus saya lakukan dengan perjuangan bahasa isyarat. Alhasil saya digandeng keluar toko dan dibawa ke toilet karena pegawai toko mengira saya ingin cuci tangan. Masalah makan juga tidak kurang rumitnya karena resto yang sudah lumayan gede pun belum tentu menyediakan menu dengan versi bahasa Inggris. Jurus paling ampuh yang bisa dilakukan hanya melihat-lihat foto makanan dan main tunjuk untuk tahu komposisi makanan. Teriakan “cika cikaaa” harus dipahami sebagai penjelasan bahwa makanan tersebut terbuat dari daging ayam (chicken). Harus tahan menderita sakit kepala melalui semua ini sebelum bisa menikmati makanan apapun. Tapi secara umum saya senang dengan makanan di Shanghai, sejak dulu saya memang tidak pernah punya masalah dengan chinese food.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya juga bersyukur ketika tahu hotel tempat menginap ternyata bersebelahan dengan salah satu supermarket, butuh apapun tinggal jalan sebentar. Harga air mineral, tissue, snack, dan lain-lain hanya sedikit lebih mahal dibandingkan di Indonesia. Di Shanghai tidak dianjurkan untuk minum air langsung dari kran. Setelah air kran direbus sampai mendidih pun tetap tidak layak minum karena kandungan polusi logam berat yang terlalu tinggi konsentrasinya. Kota ini benar-benar sedang berkembang di luar kontrol; gedung pencakar langit bertebaran kemana pun mata memandang, jalan layang dibangun sampai beberapa tingkat, jalan raya serba super lebar. Kadang saya ngeri kalau membayangkan kota ini kalau misalnya ada gempa bumi dengan kekuatan cukup besar untuk menghempaskan gedung-gedung super tinggi itu. Polusi udara juga sedemikian pekat sampai melihat langit biru pun hampir mustahil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan segala ‘kekurangan’ kota ini, lagi-lagi saya menemukan 1 hal untuk saya syukuri. Stasiun bawah tanah subway ternyata hanya berjarak 10 menit jalan kaki dari hotel. Berbeda dengan sistem metro kota Paris yang menerapkan harga sama untuk jarak jauh maupun dekat, subway Shanghai menerapkan harga berdasarkan jarak yang akan ditempuh. Meski demikian, harga tiket 4 RMB (kurang dari 6000 rupiah) sudah bisa membawa saya lumayan jauh, setara dengan jarak 100.000 rupiah apabila memakai taksi.  Transportasi masal ini terasa murah, nyaman, dan gampang sekali diakses oleh publik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rutinitas setiap hari bolak balik menggunakan subway juga memberi saya kesempatan mencermati kehidupan masyarakat Cina sehari-hari. Secara umum jumlah anak kecil (di bawah usia 15 tahun) sangat jarang ditemui di Shanghai. Hal ini tentunya terkait dengan kebijakan pemerintah Cina yang hanya memberi ijin memiliki 1 anak untuk setiap keluarga. Semua anak kecil yang saya sempat lihat di dalam subway, diperlakukan dengan istimewa oleh semua orang. Mereka bak pangeran dan putri yang bisa bertitah seenaknya. Beberapa kali saya melihat anak kecil rewel, menangis, berteriak, dan melakukan berbagai tindakan lain yang menyebalkan. Tetap saja orang-orang di sekitarnya akan melihat mereka dengan senyum penuh kasih sayang. Orang tua bahkan terkesan takut dengan anak sendiri. Anak-anak bisa dengan seenaknya membentak orang tua di muka umum. Konon katanya anak-anak kecil yang saat ini ada di Cina bahkan bisa dibilang sudah kaya semenjak lahir karena mewarisi seluruh kekayaan keluarga dari pihak ayah maupun ibu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berjalan kaki setiap hari dari hotel ke stasiun subway juga membuat saya secara tidak sengaja menemukan Jewish Centre di tengah perjalanan. Ketika tiba saat perayaan Sabbath, saya tidak menyiakan kesempatan berkunjung untuk melihat perayaan ini. Sabbath adalah hari istirahat kaum Yahudi setiap minggunya, berlangsung sejak Jumat sore sampai dengan Sabtu sore. Selama waktu ini mereka tidak diperbolehkan bekerja, melakukan transaksi apapun yang melibatkan uang, mengoperasikan apapun yang melibatkan tenaga listrik (termasuk tidak boleh menyalakan atau mematikan lampu listrik, sebagai gantinya mereka menyalakan lilin kecil), menaiki kendaraan apapun yang melibatkan sistem mesin. Semua larangan yang terdengar menyulitkan ini ternyata justru dilalui mereka dengan segala suka cita. Jumat malam dilewatkan dengan berdoa bersama, dilanjutkan makan malam dengan menu yang luar biasa banyak; makanan terus menerus mengalir tiada habis. Semua makanan yang disajikan harus sudah selesai dimasak sebelum Sabbath tiba. Sungguh luar biasa melihat berbagai kewarganegaraan berkumpul di satu tempat. Percakapan mengalir lancar dengan menggunakan bahasa Inggris, meski sesekali terdengar celetukan spontan dalam bahasa Spanyol dan Prancis. Mereka juga luar biasa ramah terhadap saya. Senang rasanya mendapat kesempatan melihat perayaan Sabbath yang konon katanya bahkan lebih dari 50% orang yang terlahir Yahudi tidak pernah berkesempatan melihatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang paling mengesankan dari pengalaman saya selama tinggal di Shanghai tentu saja ketika saya mendapati hujan salju. Dengan noraknya saya berlarian di trotoar jalan sambil menadahkan tangan berusaha memegang sebanyak mungkin salju. Meski hanya salju butiran kecil yang langsung meleleh ketika disentuh tangan, tetap saja saya senang luar biasa. Merupakan impian masa kecil saya untuk bisa menyentuh salju. Boss saya yang saat itu anteng ngopi di kafe teras sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah saya. Sambil tertawa dia bilang harus mengundang saya ke Canada supaya bisa melihat salju yang turun dari langit dengan bentuk seperti bulu angsa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah semua pekerjaan selesai dan saya masih punya sisa waktu 2 hari di Shanghai, saya menyempatkan diri mengunjungi Yuyuan Garden, tempat berkumpulnya para turis asing membeli segala macam souvenir khas Cina. Dengan berjalan kaki, saya bisa berlanjut mengunjungi the Bund, biasa disebut area persimpangan Cina lama dan Cina modern. Bangunan-bangunan kuno ala Eropa di 1 sisi jalan, berseberangan dengan gedung-gedung pencakar langit modern di sisi jalan yang lain. Jangan lupa juga mengunjungi gedung kebanggaan warga Shanghai, the Pearl Tower.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meski Shanghai cukup mengesankan, saya tidak akan mengunjungi kota ini lagi apabila di kemudian hari berkesempatan kembali ke Cina. Beijing adalah destinasi saya berikutnya. Rasanya kurang sreg kalau sudah ke Cina tapi belum menyentuh Tembok Cina.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-7291998101162186417?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/7291998101162186417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=7291998101162186417&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7291998101162186417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7291998101162186417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2012/02/shanghai_03.html' title='SHANGHAI'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-3492326568688950620</id><published>2010-06-28T14:22:00.002+07:00</published><updated>2010-06-28T14:24:45.716+07:00</updated><title type='text'>THE NETHERLAND: AT LAST!</title><content type='html'>Going to Europe has always been my dream. Visiting Paris sounds so good to me. Yet, I frequently asked whether or not I have visited that city when I teach French and it makes me sick. It is as if I am not qualified to teach French if I have never been there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Europe fascinates me always. In so little continent, it has so many countries. Indonesia is way too big for me. You can ride your car for hours and hours and end up at a place using the same local dialect as yours, same culture, same daily habits. In Europe, hop on a train for two hours would put you in another land, another language, another culture. I have the thing with language and culture. I just cannot imagine a small country like Belgium using several languages to communicate on daily basis; two of them, Dutch and French, are even the official languages in the government. Isn’t it amazing or what? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hence going to Europe is one of my missions in life. The bad news is always the money, of course. I cannot imagine how many years (or centuries) I have to work and save the money before I can afford to go to Europe by myself. I started to search any way that can bring me to Europe. Hunting for a scholarship sounds the sanest thing that I could do. Therefore, I have learned European languages; English, French, Dutch and German. I passed the TOEFL International Test, got a bachelor degree in French literature, yet still struggling with the Dutch and German. Somehow, one day I found myself in an exam room for a summer course in the Netherland. The test was in Dutch of course; listening, reading, writing and speaking.  Such a mess! I felt like I have to give it a shot. If it worked, it would do me good, then. If it didn’t, it’s time to learn harder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I passed! Thank goodness! I’ve got the scholarship and I am coming to Netherland. I’ll mess around in Europe for a month. Sounds nice to me. And leaving in July would be a perfect birthday present for me.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : Many thx Pito, for the nice proof-reading :-*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-3492326568688950620?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/3492326568688950620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=3492326568688950620&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3492326568688950620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3492326568688950620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2010/06/netherland-at-last.html' title='THE NETHERLAND: AT LAST!'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-644035089843118813</id><published>2010-04-27T13:56:00.001+07:00</published><updated>2010-04-27T14:01:02.698+07:00</updated><title type='text'>AFSCHEID</title><content type='html'>Zul je voorzichtig zijn?&lt;br /&gt;Ik weet wel dat je maar een boodschap doet&lt;br /&gt;hier om de hoek&lt;br /&gt;En dat je niet gekleed bent voor een lange reis&lt;br /&gt;Je kus is licht&lt;br /&gt;Je blik gerust&lt;br /&gt;en vredig zijn je hand en voet&lt;br /&gt;Maar achter deze hoek&lt;br /&gt;een werelddeel&lt;br /&gt;achter dit ogenblik&lt;br /&gt;een zee van tijd&lt;br /&gt;Zul je voorzichtig zijn?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Adriaan Morrien)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-644035089843118813?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/644035089843118813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=644035089843118813&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/644035089843118813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/644035089843118813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2010/04/afscheid.html' title='AFSCHEID'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-695133605958423602</id><published>2010-04-27T13:55:00.000+07:00</published><updated>2010-04-27T13:56:03.689+07:00</updated><title type='text'>GEDICHT</title><content type='html'>Toen Ik mijn eerste zoontje&lt;br /&gt;ter wereld bracht&lt;br /&gt;Toen kreeg Ik&lt;br /&gt;een schattige baby&lt;br /&gt;Die er nu van houdt&lt;br /&gt;alles te debatteren&lt;br /&gt;Maar toch&lt;br /&gt;is hij altijd&lt;br /&gt;mijn lieveling&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-695133605958423602?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/695133605958423602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=695133605958423602&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/695133605958423602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/695133605958423602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2010/04/gedicht.html' title='GEDICHT'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-7491439079241266898</id><published>2010-04-03T18:45:00.003+07:00</published><updated>2010-04-07T09:10:29.626+07:00</updated><title type='text'>TAMPANGKU</title><content type='html'>Tampangku? Ya biasa aja sih, seperi orang kebanyakan. Dan karena aku hidup di Jawa yang banyak orang Jawanya, ‘seperti kebanyakan orang’ bersinonim dengan bertampang seperti orang Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usia yang udah brasa makin tuwir ini, seingatku hanya beberapa orang yang menyadari kalau aku tidak sepenuhnya Jawa. FYI, beberapa orang berarti masih bisa dihitung dengan jari di kedua tangan. Misalnya ketika aku beli barang rada banyak di sebuah minimarket, entah kenapa kasirnya tiba-tiba manggil aku ‘Cik’. Atau engkong penjual pukis keju yang selalu manggil ‘Nik’ karena kebetulan emang kenal dengan keluarga besar Papah. Tapi kejadian-kejadian semacam itu termasuk langka, once in a blue moon kalau orang bule bilang. Yang sering ya dipanggil ‘Mbak’ atau “Dik’ tergantung asumsi bin perkiraan umur yang dilakukan secara sepihak oleh si pemanggil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah jadi makin ribet jika dikaitkan dengan logat bicara. Sampai sekarang belum ada yang bisa nebak dengan benar aku berasal dari daerah mana. Seorang teman malah bilang aku rootless alias tidak berakar ke budaya tertentu. Lha wong keluarga besar ya emang campur aduk gak karuan dari berbagai ras, suku, agama. Masih ditambah faktor orang tua yang cerai sejak aku bayi memaksa aku untuk tinggal berpindah-pindah antara ikut Emak, Papah, atau Ibu yang tinggal di daerah-daerah dengan logat berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman dibesarkan oleh Emak bersama beberapa sepupu yang mengalami nasib yang sama (ortu cerai) merupakan trauma tersendiri buatku. Di antara sekian banyak cucu Emak, aku lah si itik buruk rupa. Bahkan adik Papah yang jauh kalah ganteng dibanding Papah pun, ternyata dengan sukses berhasil punya keturunan yang cuantik-cuantik. Pastilah Papah-ku yang cakep itu telah melakukan kesalahan besar di kehidupan sebelumnya sampai harus menanggung beban punya anak yang tidak mewarisi wajah cakepnya. Body gendut, kulit item, dikombinasi dengan hidung pesek, benar-benar membuat aku jadi sasaran tembak yang sempurna untuk para sepupu. Apalagi aku yang termuda di antara mereka. Julukan-julukan aneh pun dengan semangat mereka teriakkan sebagai pengganti nama resmi yang telah susah payah disahkan Papah di Kantor Catatan Sipil. Trauma ini ternyata lumayan berpengaruh ke kepercayaan diriku. Aku tumbuh sebagai anak yang minder, tidak percaya diri, gampang grogi, bahkan puncaknya,,,menjadi gagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung aku punya otak jempolan --itu istilah yang dulu sering dipakai Emak-- sehingga selalu diterima di sekolah-sekolah jempolan di wilayah kami. Hal ini terus berlanjut sampai tiba waktu kuliah. Aku kuliah di universitas yang kalau aku sebut namanya sebagai almamater, selalu membuat partner bicara membelalak kagum. Pelan-pelan rasa percaya diri tumbuh. Ditambah faktor berat badan yang terus menyusut, lambat laun mengubahku jadi angsa (quotation favorit saat ini, pede teuteup lebih baik daripada minder :P ). Kulit coklat gelap yang dulu kubenci, sekarang justru membuatku bangga. Pergaulan yang makin luas dengan berbagai bangsa membuat mataku terbuka bahwa ternyata banyak orang yang justru ingin mempunyai kulit seperti kulitku. Salah satu teman bule malah pernah bilang kulitku ini adalah jenis what so called ‘honey skin’. Which means?, tanyaku. ‘Brown, smooth, and smells good’, dia bilang. Hmm,,,bikin melayang kan? Tunggu sampai kau dengar kalimat penutupnya ‘Would it taste good as well?’. Huaaa,,,langsung kabur deh! Entah kenapa, kalimat itu terdengar seperti ucapan seorang kanibal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dengan sukses aku bisa membuat semua mata melihat ketika masuk ke suatu ruangan, tetep saja masih ada sisi ‘itik buruk rupa’ yang tersisa di diriku. Ketika sedang tidak ingin diperhatikan atau dilihat siapapun, aku tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipakai, dan dengan mudah aku akan ‘hilang’ di keramaian. Aku jadi seperti bunglon, bisa banget tampil macho, sporty, feminin, girly, you name it. Semua tergantung mood saat buka lemari untuk pilih baju. Apapun, ternyata susah untuk tidak kelihatan sexy. Seorang teman berjenis kelamin cowok yang emang lumayan akrab, dengan kurang ajarnya pernah bilang gak mungkin seorang cowok normal bisa lihat aku tanpa membayangkan aku telanjang. Weks! Gak tau musti marah atau tersanjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang berharap bisa kembali ke masa-masa remaja dengan bekal semua yang kutahu saat ini. Remaja kadang bisa sangat kejam terhadap temannya tanpa yang bersangkutan sendiri menyadari betul apa yang diperbuat. Kadang memang jadi tertawa keras-keras kalau ingat semua yang terjadi di masa remaja, baik dan buruknya. Deskripsi si itik buruk rupa tentu menggambarkan sisi mana yang lebih dominan. Mulai rasa minder karena badan gendut, diiringi diet keras yang tidak menghasilkan apapun. Sampai cinta tak berbalas yang sampai membuatku sakit cukup parah hingga terpaksa tidak masuk sekolah selama beberapa hari. Semua memang cuma kenangan yang memancing tawa saat diingat sekarang ini. Tapi rasa pahit ketika semua itu terjadi, juga masih segar di ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya balas dendam! Kegiatan paling menyenangkan sekarang adalah mengindoktrinasi para keponakan yang udah mulai remaja. Penampilan fisik tidak berarti apapun, girls! Biar saja para remaja cowok penuh jerawat itu berebut si cewek favorit di sekolah, tidak peduli apa isi otaknya (dengan asumsi dia punya). Pada akhirnya, otak yang akan berbicara. Jangan pernah berhenti isi otak, lakukan yang terbaik, sekeras yang kau bisa. Haregene, penampilan fisik bisa banget diakali dengan cara apapun. Dan akan tiba waktunya para cowok itu memohon (itupun kalau dia berani lakukan), atau bahkan cuma bisa berharap untuk berdekatan denganmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-7491439079241266898?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/7491439079241266898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=7491439079241266898&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7491439079241266898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7491439079241266898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2010/04/tampangku.html' title='TAMPANGKU'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-4194161732712808695</id><published>2010-03-12T14:11:00.000+07:00</published><updated>2010-03-12T14:12:42.548+07:00</updated><title type='text'>De volgorde van  kinderen in een gezin en hun karakter en gedrag</title><content type='html'>Een onderzoek zegd dat er een relatie is tussen de volgorde van kinderen in een gezin en hun karakter en gedrag; oudste kinderen zijn bazig, middelste kinderen zijn lui, jongste kinderen zijn verwend. Daar ben ik daarmee eens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ik heb sommige oudste kinderen als mijn vrienden en ik kan zien dat ze bazig zijn. Sommige van hun zijn heel bazig, andere zijn niet te bazig, maar ze zijn toch inderdaad bazig. Misschien zijn ze gewoon om iets laten doen te zeggen naar hun jonger broer(s) of zus(sen). Maar de oudste kinderen zijn ook zelfstandig en verantwoordelijk. Ze moeten een tussenpersoon zijn als hun jonger broer(s) of zus(sen) twisten. Meeste oudste kinderen zijn partijdig voor de jongste kinderen. Dat maakt de jongste kinderen verwend zijn. Ze weten dat ze de kleinst lichaam hebben die ze gebruiken voor aantrekken de sympathie van hun ouder broer(s) of zus(sen) of ouders. Ze hebben gewoonlijk de charme glimlachen die ze weten goed hoe te gebruiken. En de middelste kinderen zijn precies in het midden tussen de andere twee kanten. Mensen zeggen dat ze lui zijn. Ik denk dat ze niet altijd lui zijn. Ze zijn de diplomaten, ik zou zeggen. Ze zijn erg goed in de diplomatie bedrijven. Ze weten elke houdingen tegenover hun ouders, ouder broer(s) of zus(sen), en jonger broer(s) of zus(sen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;En mijn eigen ervaring? Ik ben een enig kind. Ik heb dus alle karakters en gedrag van alle sorten kinderen; de goede en de slechte. Ik ben soms bazig, zelfstandig, en verantwoordelijk. Maar soms ben ik ook verwend en egoist. En ben ik toch een goed diplomaat. In dat geval, voel me ik geluk hebben.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-4194161732712808695?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/4194161732712808695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=4194161732712808695&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4194161732712808695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4194161732712808695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2010/03/de-volgorde-van-kinderen-in-een-gezin.html' title='De volgorde van  kinderen in een gezin en hun karakter en gedrag'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-6763387578778343301</id><published>2010-01-16T22:59:00.001+07:00</published><updated>2010-02-07T02:02:35.178+07:00</updated><title type='text'>SEXY</title><content type='html'>It was splendid to have a nice guy whispering your name in the morning. And more fantastic when the first thing you saw when you opened your eyes was him, sitting on the bed next to you, wearing his black shirt, and funny, kissable smile from the yummy lips of his, trying hard to restrain the urge to laugh seeing your sleepy face struggling to regain consciousness.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He looked dangerously sexy you could stare at him all day, only if you could open your eyes. And before you’re flying too high with imagination, a friendly voice dragged you down to reality: “Wake up, Babe. We have to leave in an hour.”  &lt;br /&gt;You’re absurdly murmuring, begging for his mercy to let you back to sleep. As response, you got a smooth squeeze on your butt, then, he stood up slowly and walked several steps away. “You’d like tea or coffee?” that nice voice once again came into your ears. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You pulled yourself out of the comfy blanket. Unconsciously, a heavy deep voice came out from your mouth, “Naaa… I’d have a hot shower instead.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And it worked, the hot shower felt good, nicely opened your eyes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Out of the bathroom, you saw your lappy neatly wrapped up on the table. So was the charger cable, which you left messily on the floor last night. Next to your lappy, those girl things you needed to take away with you as you leave were lined up.&lt;br /&gt;You looked around to see where the angel. And there he was, sitting on the couch, enjoying the hot tea he just made, watching tv and patiently waiting for you to get yourself ready. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sweet… and extra-ordinarily sexy!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-6763387578778343301?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/6763387578778343301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=6763387578778343301&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6763387578778343301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6763387578778343301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2010/01/sexy.html' title='SEXY'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-8246452880220587627</id><published>2009-12-09T22:10:00.001+07:00</published><updated>2009-12-09T22:11:31.006+07:00</updated><title type='text'>The English Circle</title><content type='html'>Joining the WIC was such a story for me. I had spent months just to get to know what I would face once I join the club. Most of the members are elderly ladies. To be honest, it made me hesitate at the first place. I was just not sure whether I could mingle with these ladies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time went by and I got several occassions to mingle with them. And everything went even better than I expected. They talk a lot about their lifes, their experiences, the mistakes they have made when they were young, what they have learnt from those mistakes, their regrets…all things that I would never know if I did not get any chance to mingle with them. I enjoy hanging around with these nice elderly ladies. I learn many things from them, mostly about life. I thought if I could learn so many things from other’s life experience, then I do not need to make the same mistake in my life. This thought would encourage me to use the time in my life more effectively, more meaningfully, and I do hope, more wisely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talking about these ladies, I can not tell other than that they are so nice, smart, and fun to be with. I play bridge with them, attend the English circle, and taught them some French. All of the circles are nice and fun, but the one attracts me the most is the English circle. Joining this circle was definitely another story for me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are so many good laughs in this circle. One of my friends has told me that having fun is when you can share some good laughs with someone. And I definitely have those good laughs whenever I come to the English circle. We share the bad times and the good times that happened to each member. I felt sad when I heard our coordinator’s beautiful lovely dog Toutou got dead from pregnancy. In other time, I would also felt happy for one of my fellow circle members when she told us that her son just got a scholarship to continue his study in Singapore. It is always good to have someone to share with. As I have learnt from this circle, “Share grief is half the sorrow, but happiness when shared, is doubled”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In short, I would say this circle is such an encouraging circle to join, from where you can learn many things and share some good laughs. Many other WIC’s members might say it is the Eating circle instead of the English circle, considering there is always so many food served during the meeting. But for me, I would always call it the FUN English circle.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-8246452880220587627?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/8246452880220587627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=8246452880220587627&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8246452880220587627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8246452880220587627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2009/12/english-circle.html' title='The English Circle'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-4010864216868258121</id><published>2009-12-09T22:02:00.001+07:00</published><updated>2010-02-16T00:27:40.409+07:00</updated><title type='text'>SPORT?...DOE MAAR,,,</title><content type='html'>Ik wil graag bijna alle sporten doen. Ik ben een sportief type en ik houd van sport. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toen ik klein was, deed ik bijna alle fysieke activiteiten zoals touwtjespringen, krijgertje spelen, verstoppertje spelen, enzovoort. En toen ik op schoolleeftijd, verplichtte mijn vader me om badminton en schaken te leren. Hij zegde dat badminton me gezond zou maken en dat schaken me knap zou maken. Daarna, leerde ik andere sporten op school, zoals volleybal, kasti, voetbal, en andere fysieke activiteiten.&lt;br /&gt;Ik heb nu minder tijd om dia activiteiten te doen, maar ik zwem nog steeds elke dag. Soms schaak ik, speel ik scrabble, dart, of badminton met mijn zoontjes of vrienden. Ik heb bijna alle sporten gedaan, maar ik heb nog nooit gesurft, gediepzeedoken, of geschaatst. Ik wil dat graag leren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ik vind dat sport altijd goed is om te doen. Als ik regelmatig sport, voel ik me goed en gezond. Als bonus, krijg ik een goed figuur;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-4010864216868258121?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/4010864216868258121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=4010864216868258121&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4010864216868258121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4010864216868258121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2009/12/sportdoe-maar.html' title='SPORT?...DOE MAAR,,,'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-4504365057617595692</id><published>2009-12-03T15:33:00.003+07:00</published><updated>2009-12-03T15:41:37.045+07:00</updated><title type='text'>SEMARANG HERITAGE WALK III :  SEMARANG, KANALEN, EN HAVENSTAD</title><content type='html'>Semarang Heritage Walk merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Budaya Belanda Widya Mitra. Pada Sabtu 14 November 2009, untuk ketiga kalinya acara ini kembali dilaksanakan. Peserta diminta berkumpul di Widya Mitra pada pukul 7 pagi. Harga tiket yang murah meriah ternyata berpengaruh besar terhadap jumlah peserta. Dua mini bus yang disediakan panitia dengan sukses terjejali sampai penuh.  Dengan pasrah aku terdesak kesana kemari dalam usaha mendapatkan tempat duduk. Tanpa bermaksud mengabaikan kehadiran beberapa opa-opa dan oma-oma yang duduk manis di deretan depan kursi bus, mayoritas penduduk bus yang aku tumpangi ternyata mahasiswa S1 Sejarah Undip. Jadi kebayang dong gimana riuhnya suasana bus. Yang lebih di luar dugaan, para ABG itu (eh, mahasiswa S1 tuh masi keitung abege gak sih?) ternyata semuanya omong pakai bahasa Indonesia dengan logat Jakarta/Betawi. Jadi bingung,,,perasaan kan aku udah pulang ke Semarang lagi, kok masih berasa di Jakarta gini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute perjalanan diawali dengan kunjungan ke Kampung Melayu. Menyusuri jalan Layur, terlihat Masjid Menara yang sukses melakukan perlawanan terhadap waktu. Meski usia tua berusaha menggerogoti keindahannya, masjid ini tetap berdiri dengan indahnya. Bentuknya yang unik dan warna cat dinding yang cerah membuat masjid ini terlihat makin menarik. Beberapa celetukan peserta yang minta turun dari bus untuk masuk ke lokasi masjid, dengan pasti ditolak oleh panitia. Alasan yang dikemukakan dengan jelas bisa dilihat dengan mata telanjang, jalan Layur sedang terendam air sedalam 10 cm, demikian pula halaman masjid. Daerah ini memang kawasan rawan banjir. Hujan deras yang berlangsung selama 1 jam saja sudah cukup jadi alasan untuk membuat kampung ini kalang kabut terendam banjir. Masalah yang dihadapi penduduk setempat selama musim penghujan ini ternyata tidak dengan serta merta hilang ketika musim kemarau datang. Pada musim kemarau, penduduk kampung ini akan tetap berurusan dengan air yang berasal dari naiknya permukaan air laut, fenomena yang biasa disebut rob. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan berikutnya adalah kawasan Pelabuhan Lama. Keberadaan pelabuhan ini ditandai dengan berdirinya menara mercusuar Willem III. Konon nama menara mercusuar ini diambil dari nama Raja Willem III yang meresmikan menara tersebut pada akhir abad ke-19. Sangat disayangkan kondisi menara ini semakin mengenaskan karena level tanah yang semakin turun. Saat ini dasar menara telah berada lebih dari 2 meter di bawah permukaan tanah di sekitarnya. Kondisi mengenaskan yang terbiarkan ini terasa semakin ironis apabila mengingat menara mercusuar ini masih melakukan fungsinya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menara mercusuar dengan ketinggian sekitar 30 meter ini terdiri atas 10 lantai. Rombongan yang ingin naik ke puncak menara terpaksa dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 10 orang. Hal ini perlu dilakukan mengingat kekuatan bangunan yang sudah tua. Pengalaman menaiki anak tangga demi anak tangga menuju puncak menara ternyata cukup mendebarkan. Tiap lantai memiliki 16 anak tangga melingkar, makin naik ke atas lebar ruangan semakin sempit sehingga lebar anak tangga juga semakin mengecil. Kondisi ini makin diperseru dengan adanya genangan air di sebagian anak tangga yang membuat hati was-was takut tergelincir jatuh. Ternyata para petugas pengawas menara ini memang punya alasan kuat ketika meminta pengunjung melepas alas kaki sebelum mulai menaiki anak tangga pertama.&lt;br /&gt;Setelah puas bergantian menikmati pemandangan kota Semarang dari atas puncak menara mercusuar, rombongan bergerak ke kawasan Sleko. Di kawasan ini terdapat sebuah bangunan tua yang dulunya berfungsi sebagai menara pengawas kapal dan kantor pelabuhan. Gedung yang masih menyiratkan sisa-sisa kemegahan di masa lalu ini, sekarang tinggal puing bangunan dengan lapisan dinding yang telah terkelupas dan tumpukan sampah di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan berikutnya adalah kawasan Pecinan, di mana terdapat klenteng Tay Kak Sie dengan replika kapal Cheng Ho di depannya. Dengan segera rombongan terpencar menjadi beberapa kelompok sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Yang bergegas menaiki replika kapal dan berebut berpose di depan kamera, pastilah memang berminat pada kamera. Demikian pula pecahan rombongan yang berlarian menyerbu lunpia gang Lombok, bisa dipastikan merupakan gerombolan si gembul yang akan dengan lahap menyantap lunpia super enak ini. Dan bicara tentang makanan, sudah pasti aku termasuk di dalamnya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ditutup dengan kunjungan ke Lawang Sewu, yang akan diakhiri dengan diskusi yang menghadirkan nara sumber yang berkompeten di bidang arkeologi dan konservasi bangunan kuno. Sebelum diskusi dimulai, terlebih dahulu dibagikan makan siang dalam kotak yang (alamak) isinya menggugah selera. Perut yang baru saja diisi lunpia ternyata teuteup menjerit minta diisi lagi begitu melihat isi kotak makanan. Isi diskusi yang sebenarnya menarik pun akhirnya terpaksa dilalui dengan kepala yang beberapa kali terkulai tanpa kontrol akibat kelelahan dan kekenyangan. &lt;br /&gt;Singkat kata, acara ini layak kunjung. Ucapan selamat dan terimakasih layak disampaikan untuk koordinator Widya Mitra Satrio Seno Prakoso, yang semoga pada tahun-tahun mendatang tidak akan hilang semangat melanjutkan kegiatan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-4504365057617595692?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/4504365057617595692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=4504365057617595692&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4504365057617595692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4504365057617595692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2009/12/semarang-heritage-walk-iii-semarang.html' title='SEMARANG HERITAGE WALK III :  SEMARANG, KANALEN, EN HAVENSTAD'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-7596729111711388257</id><published>2009-08-25T03:17:00.005+07:00</published><updated>2009-08-25T03:30:36.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linguistics'/><title type='text'>TONGBREKERS</title><content type='html'>Judul di atas adalah satu kata dalam bahasa Belanda yang memiliki makna harafiah ‘penghancur lidah’. Namun tidak perlu terlalu khawatir, tentu saja makna yang diacu dalam hal ini bukanlah makna harafiah. Istilah tersebut digunakan untuk mengacu kalimat(-kalimat) yang dianggap sedemikian sulit diucapkan sehingga bisa ‘menghancurkan’ lidah. Kalimat dalam bahasa Indonesia yang bisa dijadikan contoh misalnya Uler melingker di pager bunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya kalimat semacam ini juga dikenal di banyak bahasa lain. Salah satu diantaranya adalah bahasa Belanda. Berikut ini adalah beberapa kalimat ‘penghancur lidah’ dalam bahasa Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Knap de kapper kapt knap. Maar de knecht van Knap de kapper kapt nog knapper dan Knap de kapper kapt. &lt;br /&gt;‘Knap si tukang cukur memotong rambut dengan bagus. Tapi asisten Knap si tukang cukur memotong rambut lebih bagus daripada Knap si tukang cukur memotong rambut.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Leentje leered lopen door de lange Lindelaan.&lt;br /&gt;‘Leentje belajar berjalan di jalan Lindelaan yang panjang.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wie weet waar Willem Wever woont? Willem Wever woont wijd weg.&lt;br /&gt;‘Siapa yang tahu di mana Willem Wever tinggal? Willem Wever tinggal sangat jauh’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. De koetsier poetst de postkoets.&lt;br /&gt;‘Si kusir membersihkan kereta pos.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. De kat krabt de krullen van de trap.&lt;br /&gt;‘Kucing itu mencakar relung tangga.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Schele Sjaantje sloeg de slome slager.&lt;br /&gt;‘Si jutek Sjaantje menampar tukang daging yang lamban itu.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda berpikir keterkaitan historis yang erat antar kedua bangsa menjadi alasan bahasa Indonesia dan bahasa Belanda sama-sama memiliki ‘penghancur lidah’, maka dengan senang hati saya beritahukan bahwa dugaan Anda salah. Kasus semacam ini juga terdapat dalam banyak bahasa lain. Berikut adalah contoh-contoh dalam bahasa Inggris :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peter Piper picked a peck of pickled peppers.&lt;br /&gt;Did Peter Piper pick a peck of pickled peppers?&lt;br /&gt;If Peter Piper Picked a peck of pickled peppers,&lt;br /&gt;Where's the peck of pickled peppers Peter Piper picked?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. She sells seashells by the seashore.&lt;br /&gt;The shells she sells are surely seashells.&lt;br /&gt;So if she sells shells on the seashore,&lt;br /&gt;I'm sure she sells seashore shells.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Which wristwatches are Swiss wristwatches?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. How much wood would a woodchuck chuck if a woodchuck could chuck wood?&lt;br /&gt;He would chuck, he would, as much as he could, and chuck as much as a woodchuck would, if a woodchuck could chuck wood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. She stood on the balcony, inexplicably mimicking him hiccoughing, and amicably welcoming him home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Imagine an imaginary menagerie manager imagining managing an imaginary menagerie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. A skunk sat on a stump and thunk the stump stunk, but the stump thunk the skunk stunk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Shep Schwab shopped at Scott's Schnapps shop; One shot of Scott's Schnapps stopped Schwab's watch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti biasa, saya selalu simpan yang terbaik untuk saat-saat terakhir. Bagaimanapun, bahasa Prancis tetap yang terindah dari semua bahasa kan? ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Un chasseur sachant chasser sans son chien est un bon chasseur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Les chaussettes de l’archiduchesse sont-elles seches et archiseches.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Le fisc fixe expres six taxes fixes excessive exclusivement sur l’exquis luxe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Et ceci, ces six saucissons-ci? C’est cent six sous ces six saucissons-ci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Petit pot de beurre quand te de-petit-pot-de-beurre-riseras-tu? Je me de-petit-pot-de-beurre-riserai quand tous les petits pots de beurre se seront de-petit-pot-de-beurre-rises.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-7596729111711388257?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/7596729111711388257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=7596729111711388257&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7596729111711388257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7596729111711388257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2009/08/tongbrekers.html' title='TONGBREKERS'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-7197077634336467612</id><published>2009-06-18T12:58:00.003+07:00</published><updated>2009-06-18T13:10:01.401+07:00</updated><title type='text'>KULINER</title><content type='html'>Bagi pecinta travelling,  kegiatan wisata kuliner tentunya tidak akan dilewatkan ketika melakukan perjalanan.  Sebagian di antara kita kiranya tidak asing lagi dengan guyonan kuliner berikut ini “What’s so french about french fries?” atau “Where’s the dog in the hotdog?”. Sayangnya guyonan tersebut menyangkut khasanah kuliner asing. Padahal koleksi kuliner Indonesia tidak kalah mencengangkan. Sampai saat tulisan ini dibuat, saya tetap belum menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat apa yang diresepkan dokter ahli jiwa untuk ‘nasi gila’?&lt;br /&gt;Bagaimana nasib suster yang merawat ‘nasi edan’?&lt;br /&gt;Apa yang nggandul dari ‘nasi gandul’?&lt;br /&gt;Siapa pemenang kontes kecantikan dalam ‘dawet ayu’?&lt;br /&gt;Kapan ‘sambel setan’ masuk neraka?&lt;br /&gt;Berapa kadar alkohol yang terkandung dalam ‘es teler’?&lt;br /&gt;Berapa kaleng bir yang telah diminum ‘semar mendem’?&lt;br /&gt;Siapa yang merasa ditumpangi ‘sambel tumpang’?&lt;br /&gt;Seberapa kayakah ‘randa royal’?&lt;br /&gt;Siapa menubruk siapa dalam ‘kopi tubruk’?&lt;br /&gt;Siapa yang mencapai garis finish pertama kali dalam ‘lontong balap’?&lt;br /&gt;Berapa monyet yang bisa Anda temukan dalam 1 bungkus ‘gethuk kethek’?&lt;br /&gt;Gudang tempat menyimpan apakah ‘gudangan’ itu?&lt;br /&gt;Apakah kereta api Argo Bromo juga melewati ‘ganjel rel’?&lt;br /&gt;Berapa ratus meter kedalaman ‘empek-empek kapal selam’?&lt;br /&gt;Benarkah ‘soto sulung’ memiliki banyak adik?&lt;br /&gt;Apakah rambut Anda menjadi lebih rapi setelah makan ‘roti sisir’?&lt;br /&gt;Masalah apa yang selalu membuat ‘tahu berontak’ melakukan perlawanan?&lt;br /&gt;Benarkah ‘gula semut’ bisa menggigit?&lt;br /&gt;Apakah jari yang lain juga semanis ‘jentik manis’?&lt;br /&gt;Mungkinkah sudah saatnya AB 3 mulai waspada terhadap rongrongan ‘gethuk trio’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah nama-nama makanan dan minuman di atas terdengar asing buat Anda? Tidak perlu terlalu kuatir. Di bawah ini saya sediakan leksikografi yang diharapkan bisa Anda baca untuk mengetahui artinya sambil tetap mempertahankan posisi air liur pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEKSIKOGRAFI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi gandul yaitu makanan sejenis nasi pindang yang disajikan dengan menggunakan daun pisang sebagai alas makanan. Nasi gandul adalah makanan khas Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Nasi gandul biasa disajikan dengan perkedel, tempe goreng, lidah sapi, usus sapi, daging sapi, paru sapi, hati sapi, dll, kemudian diberi tambahan bumbu kecap manis-pedas. Kadar yang cukup tinggi dari lemak yang ada di jeroan (bagian dalam perut sapi) memberikan rasa yang lezat namun berkolesterol tinggi. (http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_gandul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dawet ayu terbuat dari cendol tepung beras, gula aren, gula kelapa, dan santan. Kadang di kombinasi dengan nangka dan biasanya cendol berwarna hijau.&lt;br /&gt;(http://www.banjarnegarakab.go.id/menu.php?name=Halaman_Potensi&amp;sop=lihat_halaman&amp;artid=30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es Teler adalah minuman es berisi potongan buah alpukat, kelapa muda, nangka matang, dan santan kelapa encer dengan pemanis berupa sirup. (http://id.wikipedia.org/wiki/Es_teler)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambal tumpang dibuat dari bahan baku tempe yang sudah basi (tempe bosok) yang dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit sapi). Nasi sambel tumpang populer di daerah Kediri dan sekitarnya dan digunakan sebagai menu sarapan pagi, dijual di warung-warung makan di pagi hari yang hanya menjual nasi pecel dan nasi sambel tumpang. Namun demikian, menu ini ternyata juga lezat untuk dinikmati di malam hari. Anda bisa mencobanya ketika berkunjung ke kota Kediri. Setiap malam selepas jam 21.00 WIB, setelah pertokoan tutup, seluruh trotoar di jalan Dhoho berubah menjadi warung lesehan nasi pecel dan nasi sambel tumpang. Mirip dengan lesehan gudeg di jalan Malioboro, Jogjakarta. (http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_tumpang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi tubruk adalah kopi murni yang digiling langsung dari biji. (http://id.wikipedia.org/wiki/Java)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lontong balap adalah makanan khas Indonesia yang merupakan ciri khas kota Surabaya di Jawa Timur. Makanan ini terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap dan sambal. Lontong balap biasanya didominasi oleh tauge. (http://id.wikipedia.org/wiki/Lontong_balap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gethuk adalah makanan ringan (kudapan) yang dibuat dengan bahan utama Singkong, mudah ditemui di Jawa Tengah dan Jawa Timur. (http://id.wikipedia.org/wiki/Getuk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gudangan terbuat dari rebusan berbagai sayuran seperti daun bentis, daun bayung dan kecambah, yang kemudian dicampur dengan sambal berbahan parutan kelapa dan cabe. (http://id.wikipedia.org/wiki/Sego_gudang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semar mendem (bahasa Jawa, berarti "semar mabuk") merupakan sejenis lemper namun tidak dibungkus dengan daun pisang. Sebagai pembungkus digunakan semacam crepe (dadaran) yang terbuat dari campuran telur dan tepung terigu yang dipanaskan cepat. (http://id.wikipedia.org/wiki/Semar_mendem)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pempek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu, disajikan dengan saus berwarna coklat kehitaman yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Ada juga cuko manis bagi yang tidak menyukai pedas. Jenis pempek yang paling terkenal adalah "pempek kapal selam" yang terbuat dari telur ayam dibungkus adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pempek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gula semut merupakan gula merah versi bubuk dan sering pula disebut orang sebagai gula kristal. Dinamakan gula semut karena bentuk gula ini mirip rumah semut yg bersarang di tanah [1]. Bahan dasar untuk membuat gula semut adalah nira dari pohon kelapa atau pohon aren (enau). Karena kedua pohon ini masuk jenis tumbuhan palmae maka dalam bahasa asing, secara umum gula semut disebut Palm Sugar atau Palm Zuiker. (http://id.wikipedia.org/wiki/Gula_Semut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak-otak dibuat dari ikan yang diambil dagingnya, dihaluskan dan dibumbui. Selanjutnya daging ikan tersebut dimasukkan lagi kedalam kulit ikan yang kemudian direbus atau dipanggang dalam balutan daun pisang. (http://id.wikipedia.org/wiki/Otak-otak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat jentik manis? Sagu mutiara dimasak hingga bening dan ditiriskan. Tepung hongkwe ¼ kg dicampur santan kental, pewarna makanan merah dan hijau serta gula ½ kg, dimasak dan diaduk pada api kecil hingga matang. Kalau adonan sudah tidak lengket pada pengaduk, tandanya sudah matang. Setelah itu secara perlahan sagu mutiaranya dicampur hingga rata bersama nangka salak yang sudah dipotong kecil-kecil. Kalau sudah tercampur lalu diangkat. Selanjutnya dibungkus dalam keadaan panas agar bisa dibentuk dan rupanya halus. Jika dibungkus dalam keadaan dingin, bentuk jentik manis tidak beraturan. Plastik pembungkus haruslah yang agak tebal mengingat jentik manis dibungkus dalam keadaan panas agar tidak mengkerut. Saat dibungkus, jentik manis sebaiknya jangan ditumpuk karena akan membuat bentuknya kurang indah.&lt;br /&gt;http://www.cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=printarticle&amp;artid=1694&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-7197077634336467612?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/7197077634336467612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=7197077634336467612&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7197077634336467612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7197077634336467612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2009/06/kuliner.html' title='KULINER'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-5986331729546520268</id><published>2009-03-09T00:02:00.000+07:00</published><updated>2009-03-09T00:03:44.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vacation'/><title type='text'>BANDUNG</title><content type='html'>DAY I&lt;br /&gt;Since I didn’t have any flight from my home town to Bandung, I had no choice but taking the train. Its gonna be a long trip though, 8 hours. The departure train station was in flood. Passengers should take an emergency bridge to reach the railway. The parking lot was totally flooded with water, so were the stores inside the building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; The train was 30 minutes late. It should be ready at 20.30 WIB instead of 21.00 WIB. I came here in rush straight from my campus so I didn’t have any chance to have my dinner. Had no other choice but to order the ‘train food’. What a damned small portion they served. I made the second order right away, didn’t care with the ‘admiring’ stare from the train officer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After having the dinner, I became confuse of what to do. Doing some texting with friends till I got bored. I envied the other passengers sleeping tightly, some of them even snored loudly. It’s a good thing that I didn’t forget to bring some reading materials. Reading till 3 am, with some interruptions to go to the rest room for peeing. The air conditioner was pretty damned cold, a sweater and a blanket even couldn’t do much. Finally, at 5 am sharp, I arrived in Bandung. It was raining, there wasn’t anything much to do. First sentence I heard was “Neng, majalah Neng” from an old man selling magazines, with his sundanese accent. It made me realize that I was in ‘another land’, another language, another culture, which I could hardly wait to explore even more. Then I came to the security officer to ask whether they had lockers so I could keep my backpack. The guy was so polite, pointing a direction using his right thumb (in my ‘land’, we use point finger for pointing something/one). He tried to make some conversation with me, asked where I came from, where I would go, told me a lil bit about where I should go in Bandung, and so on. I love sundanese accent and I enjoyed making some conversation with the local people. But then, I found myself walking around the train station, taking some photos of anything interesting. Still raining, even harder. I sat in on a bench and read and smoke. What else I could do while waiting the hotel check-in time? At 8 am, in a thought that I couldn’t find anything else interesting to see, I dragged myself to the hotel by taking a taxi. Guilty feeling I had, I shouldn’t have taken a taxi for this kind of trip. Kinda cheating I suppose. I arrived in the nice hotel, welcomed by a nice girl letting me enter my room earlier than it was supposed to be. It was indeed better than sleep over on the hotel’s lobby’s couch. Such a nice room I had. Laying on the couch, trying to catch up my lack of sleep. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At noon, I started to hit the road, on foot. Walking along Braga street, I found the Asia-Africa Museum at the end of the street. Such a nice museum. No other visitors but me though. That was too bad. One thing I found funny about this museum, it was written “Museum Konperensi Asia Afrika” on its official board. I’m sure you notice that sundanese folks pronounce the letter F P. I can accept it in a daily conversation, but on the official board of a government building? Such an embarrassing thing, don’t you think? Well, it’s still a nice museum to visit, with the extraordinary-friendly officers. One of them insisted to accompany me and even encouraged me to take some photos of me with those many countries’s flags in the conference room. I love taking pictures, but please not of mine, I never look good in pictures. I let him took my pictures though, just not to hurt someone’s feeling. Then I let my feet find their own way and suddenly I found myself on the Banceuy street staring at a sign written Nasi Edan. I was starving and was eager to try anything new. So I stopped by at the restaurant to taste the weird menu. It tasted less weird than its name though, kinda Indian curry to me. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The next target point was the Post Museum on the Cilaki street. Finding myself in the middle of nowhere, I decided to take a cab. The second cheating I hate so much to do. I got the pay off once I entered the museum. All in there was awesome. So many stamp collections you can see, seems like from all over the world. You may as well see some old postal materials, and also the old handwriting letter written with gold ink. Really awesome! Due to the closing time, I planned to go back there the next day and also to visit the Geology Museum nearby. It was 4 PM and those buildings were about to close. Nothing I could do about it. So, I moved to the Gedung Sate, side by side with the Post Office Building, taking some pictures of that nice old building, bought some delicious Kerak Telor for my dinner. Then I went back to the hotel and slept like a baby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAY II&lt;br /&gt;Soon after having my breakfast, I continued the journey to the other side of the city. Wearing those high-heels boot was really really the biggest mistake I made. Chafed toes forced me to stop by at a department store to buy some flat shoes, the band-aid, and a city map. Then I took my lunch at the terasse of the mall and watched for almost an hour hundreds of girls walking in front of me. Tell you what, those Bandung girls weren’t as fashionable as I’ve heard. They all looked just the same as those in my home town. What a hoax I’ve been told. I sent a text to a friend letting him know about what I was seeing and he told me that I came to the wrong place. “You have to go to the Parijs van Java to see those fashionable girls”, he wrote. Very well then, I’d go there the next day. Today, I wanted to go to the Riau street to see the famous factory outlets. Not for shopping of course, just to see if those factory outlets were as good as I’ve heard. Randomly I entered some of them and found nothing special. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to the hotel with much pain on my feet. At 8 PM, I had Bubur Ayam for dinner at a Kiosk, one of the food counters at the Braga City Walk. Such a yummy Bubur Ayam you should try when you’re in Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAY III&lt;br /&gt;Being lazy in my hotel’s room till noon. Then I had Lontong Petis for lunch at a nice old restaurant not far from the hotel. Tasted weird for my tongue. Not that I’ve never tried that menu, but there was something wrong with the petis (a kind of shrimp paste). I’ve tried once the Lontong Petis in Surabaya and it was definitely better. On my way back to the hotel, I saw a Chinese Mosque.  I hated myself for forgetting to bring my digicam with me. Had no chance to take any photo of it. Back to the hotel and I couldn’t make the elevator take me to my room’s floor. Its room’s keycard operated and I suppose I was considered already check-out. Then I went to the receptionist to ask for a late check-out. After packing, I put my backpack in the concierge and was ready to fulfil my previous day’s promise, visiting the new mall Parijs van Java. It was indeed a nice shopping center, with those more fashionable girls as my friend told me. First section to visit was definitely the Blitz cinema, didn’t find any ‘extraordinary-good’ movie though. Then I made some sight seeing within the shopping center and finally found myself in a book store. Such thing always happened when I got nothing else to do. Lucky me to find a hilarious book, bought it, then went to a nice café to enjoy it while waiting for the time to go to the train station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getting back to the train station was another story. The taxi driver insisted not to use the meter and charged me double price. No way I would take such offer. I would rather wait for another taxi. But then the second taxi driver argued with the first one. That was ridiculous. I got off the second taxi, then walked away about 100 meter to get another taxi. As predicted, I paid half price than the first taxi driver’s offer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, it was a relief that I could make it to the train station and got ready to go back home.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-5986331729546520268?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/5986331729546520268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=5986331729546520268&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5986331729546520268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5986331729546520268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2009/03/bandung_09.html' title='BANDUNG'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-8334281506713309321</id><published>2009-03-08T23:55:00.003+07:00</published><updated>2010-01-16T23:58:43.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vacation'/><title type='text'>AMAZING BALI</title><content type='html'>Hari I&lt;br /&gt;Gara-gara gak ada direct flight Smg-Dps, aku harus ke Jogja dulu untuk mengawali perjalanan ke Bali. Berangkat dari Semarang menggunakan shuttle bus Joglosemar dengan biaya Rp. 40.000,-, lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Sempat mengunjungi rumah sepupu untuk minta lunch gratisan berupa nasi ayam goreng plus sambel yang saking enaknya sampai bikin aku gak tahan iman untuk nambah. Itung-itung perbaikan gizi dalam upaya menambah berat badan. Dilanjutkan dengan rute rutin mengunjungi tempat nongkrong jaman muda, apalagi kalo bukan kafe LIP di daerah Sagan. Masi harus ke Bank Mata Rumah Sakit Mata YAP gara-gara formulir donor mata yang kuminta belum lama berselang ilang entah ke mana. Untung petugasnya, bu Iin, baek luar biasa. Malah pakai usul aku gak perlu repot-repot datang ke situ, tinggal telpon aja dan ybs akan dengan senang hati mengirimkan formulir yang kubutuhkan via pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kelar semua urusan, tibalah saat nongkrong di airport sambil nunggu jam keberangkatan pesawat. Kali ini aku pilih pakai Mandala Airlines yang berarti mau gak mau ‘terpaksa’ harus mau berangkat malem hari. Semua ini aku lakukan dengan pertimbangan harga tiket yang jauh lebih murah (hampir separo harga) dibanding Garuda yang ‘sialnya’ bisa berangkat siang hari. Flight berangkat 20.55 WIB, dengan lama perjalanan selama 1 jam, berarti aku bakal mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai pukul 22.55 WITA karena waktu Bali lebih cepet 1 jam dibanding waktu Jogja. However, di tengah perjalanan, di atas ketinggian 35.000 kaki, kapten pesawat kasih pengumuman kalo cuaca kurang mendukung dan bahwa jadwal landing bakal molor sekitar 20 menit. Gak papa deh, yang penting selamat sampai tujuan. Begitu mendarat tubuh udah capek banget rasanya, langsung menuju hotel aja dan pengen rebahan. Hotel yang kupesen lewat telpon seharga Rp. 100. 000,- per kamar per malam di kawasan Kuta ternyata gak sejelek yang kukira. Bayangin aja, dengan harga segitu, udah dapet kamar menghadap kolam renang dengan view cowok-cowok bule yang punya badan keren plus bonus celana kolor yang (kupikir disengaja) semi-melorot :D Catatan tambahan : harga segitu udah plus breakfast bo!!! Dan seperti biasa, mataku ini emang susah banget diajak kompromi, begitu badan direbahkan dia justru melek lebar-lebar. Daripada cengok gak jelas, akhirnya kuputuskan keluar jalan-jalan sambil cari makan. Gilenya, jam segitu Kuta masih rame aja tuh, emang Kuta gak ada matinye. Makan gurami bakar yang enak. Gak ada yang istimewa sih, masih jauh lebih enak gurami bakar di Cibiuk. Tapi kan gurami ya tetep enak aja toh? Ternyata trik ini lumayan manjur juga. Setelah perut gendut kekenyangan, akhirnya mata mulai mau kompromi juga. Pulang ke hotel dan bisa langsung tepar dengan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI II&lt;br /&gt;Agenda hari ini mewujudkan obsesi mengunjungi Trunyan. Konon kabarnya daerah ini merupakan asal usul penduduk asli Bali yang sampai sekarang masih mempertahankan budaya aslinya. Sebenernya aku sudah pernah datang ke sini sekali. Jaman dulu banget, jaman masih muda:D Belum begitu paham dengan semua informasi terkait yang mengakibatkan kunjungan berlalu begitu aja tanpa kesan mendalam (*halah). Meski demikian, tetep ada kejadian syerem yang kuingat terus sampai sekarang. Desa Trunyan ini punya adat berbeda dengan masyarakat Bali pada umumnya dalam memperlakukan jenasah. Kalo masyarakat Bali pada umumnya melakukan ritual pembakaran mayat –atau lebih dikenal dengan nama Ngaben--, maka di desa Trunyan ini, orang yang meninggal diletakkan begitu saja di atas tanah. Ada pohon besar yang tumbuh di lokasi ‘pemakaman’ tersebut yang konon kabarnya mampu menetralkan aroma mayat busuk. Saat aku tiba di lokasi, kebetulan ada mayat yang baru meninggal 3 hari yang lalu, digeletakkan begitu saja di atas tanah, hanya sedikit ditutupi semacam anyaman bambu yang terkesan dianyam ala kadarnya, tidak cukup rapat untuk menutupi kondisi mayat yang sudah tidak terlalu ‘bagus’. Hmm,,,rada merinding juga. Belum lagi ditambah suasana sekitar yang juga ‘mendukung’. Tulang belulang manusia berserakan di mana-mana, bahkan diinjak-injak pengunjung yang masuk ke lokasi tersebut. Hanya tulang tengkorak yang dikumpulkan, disusun sampai membentuk semacam ‘gunung tengkorak manusia’. Beneran deh, tengkuk jadi dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini aku gak cukup beruntung untuk merasakan sensasi itu lagi. Begitu memasuki kawasan Kintamani, perut  langsung menagih jatah ransum untuk cacing penghuni. Udara lumayan dingin, tadi malah sempat hujan sebentar di perjalanan dari Kuta menuju pegunungan ini. Langsung pilih salah satu resto yang punya balkon dengan view danau Batur dilengkapi gunung Batur di sebelah kirinya dan pegunungan keren di sebelah kanannya. Samar-samar terlihat warna coklat kehitaman genteng rumah dari kawasan desa-desa di sisi lereng pegunungan itu. Kerennya ampun-ampunan. Aku masih ingat betapa semua keindahan ini justru makin indah ketika dilihat dari tengah danau dalam perjalanan nyebrang menuju desa Trunyan. Jadi gak sabar pengen cepet-cepet selesai makan dan langsung nyebrang. Apa daya harapan tinggal harapan. Menu prasmanan yang menggoda selera gak mengijinkan aku untuk buru-buru cabut. All you can eat seharga Rp. 70.000,- yang worthy banget. Apalagi pelayannya gak bosen-bosen mempersilakan untuk nyobain menu yang lain tiap kali liat piring kosong. Padahal jenis menunya buanyak banget, gak mungkin perutku muat cobain semua menu. Mulai dari nasgor, migor, omelette, tumis daging, sate ayam, sate ikan, macam-macam snack, buah-buahan tropis yang keliatan seger bener, sampe kopi Bali yang menurutku terlalu pahit. Setelah perut menjerit kekenyangan, baru sadar kalau ternyata resto punya balkon lain khusus buat menikmati pemandangan danau Batur dan sekitarnya. Pengen foto di situ aja sampai antre. Suasana rada chaos dengan bercampuraduknya bermacam postur, warna kulit, dan bahasa yang dipakai. Mulai dari rombongan Jepang yang cuek berlama-lama gantian foto sok gak ngrasa kalau masih banyak yang antre, pasangan bule yang tipikal Jerman banget, tinggi gede, tampang serius, gak banyak omong. Masih ada beberapa pasangan bule laen yang mendadak keliatan kurang cool tiap kali berada di dekat pasangan pertama tadi. Di belakangku masih ada rombongan dari Cina. Weleh! Gak asik bener kejepit di tengah situasi kayak gini. Nekad minta tolong difoto sekali aja meski angle kurang bagus. Sudut yang bagus banyak banget yang antre euy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IonUT_lPkbQ/S1Ht-oVZVFI/AAAAAAAAABY/7SL2Zo3a9_s/s1600-h/IMG_1230.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IonUT_lPkbQ/S1Ht-oVZVFI/AAAAAAAAABY/7SL2Zo3a9_s/s320/IMG_1230.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427380686192989266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masuk jalan raya lagi, turun sedikit dari lokasi resto ada Museum Vocano Gunung Batur. Sayang barusan tutup ketika aku sampe di depan pintu masuknya, padahal baru jam 2 siang loh. Akhirnya langsung mutusin nyebrang danau siang-siang aja. Tawar menawar harga boat alot banget. Buka harganya aja sudah Rp.650.000,-. Gilaaa,,,sampai keder mau nawarnya, kirain bisa cuma sekitar 100 ribuan gitu. Harga terakhir yang dikasih akhirnya Rp.350.000,-. Itupun nuruninnya selang Rp.50.000,- tiap 5 menit. Tapi masih tetep mahal deh, bisa-bisa gak pulang ke rumah kalo nekad pakai duit segitu cuma buat nyebrang danau. Akhirnya terpaksa melawan kata hati yang sebenernya udah ngebet banget pengen liat Trunyan lagi. Buntutnya malah iseng bikin tato temporer di pinggir danau, gambar mawar berduri bo! Setelah jadi lumayan juga, tengkuk jadi brasa seksi ( Weks!!! Maksud apa? ). Rada lemas lunglai ketika turun gunung balik ke Kuta. Nyebrang ke Trunyan sebenernya justru agenda utama perjalanan ini. Sayang meleset memperkirakan biayanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan balik ke hotel, sempat juga iseng mau masuk Istana Tampaksiring. Sayang petugas keamanan gak mempan rayuan gombal. Tetep keukeuh harus nurut aturan musti lapor soal rencana berkunjung 2 minggu sebelum hari H. Akhirnya mampir ke kompleks desa tradisional Bali di Batuan. Cuma ada beberapa rumah aja sih, tapi lumayan unik loh. Atap rumah gak pakai genting, masih pakai semacam ilalang. Dan rumah-rumah itu beneran dipakai sebagai tempat tinggal sehari-hari. Gak ada semacam tiket masuk dan sebagainya, cuma diminta sumbangan sukarela aja untuk konservasi lingkungan tersebut. Perjalanan balik ke hotel yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam akhirnya molor sampe 2 jam lebih. Selain karena kebanyakan mampir-mampir, juga karena lalu lintas yang mulai macet karena bebarengan dengan jam pulang kantor. Sampai hotel udah sore jam 5 lebih, tapi ya masih lumayan panas tuh, gak beda jauh sama Jawa pas jam 4an. Duduk di kursi teras, selonjorin kaki yang rada pegal. Lama-lama liat kolam renang di depan kamar gak tahan juga, ganti swimsuit dan langsung siap nyebur. Ternyata di sisi lain kolam renang lagi nongkrong 4 cowok bule, entah pada ngobrol sambil sesekali ngakak bareng. Pas liat aku jalan ke kolam renang, mulai deh pada keluar isengnya, ngomongin aku macem-macem pakai bahasa Inggris. As if I can’t understand what they were saying :P&lt;br /&gt;“There she comes”&lt;br /&gt;“Now she’s having trouble with the google”&lt;br /&gt;“C’mon Babe, get yourself wet’&lt;br /&gt;“Blablabla,,,” &lt;br /&gt;Aku diem aja pura-pura bego, langsung berenang bolak-balik sampai banyak. Secara kolam renangnya memang ukurannya imut banget kalo dibandingkan dengan kolam renang Olympic size dekat rumah yang biasa kupakai tiap pagi. Begitu selesai renang, langsung keluar kolam dan jalan ke arah kamar. Gak disangka salah satu anggota gerombolan itu nekad nyapa “How many did u do?”. Cuma kujawab kalem “I didn’t count.” Sisa anggota gerombolan langsung pada ngakak sekeras-kerasnya sambil nuding si tertuduh “You’re a dead man, dude. She speaks English.” Puas deh rasanya dalam hati. Harusnya tadi aku nurutin saran temen buat jawab pertanyaan serupa, dengan menambahkan “I feel like a loser if I did. A champion doesn’t count how many she did.”, bwahahaha…&lt;br /&gt;Yang lebih seru masih berlanjut keesokan paginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI III&lt;br /&gt;Sarapan di salah satu meja sendirian. Gak lama kemudian ada 1 bule nyamperin minta ijin gabung meja. Ngobrol basa basi sebentar pakai bahasa Inggris, ternyata ybs dari Belgia. Obrolan jadi berlanjut pakai bahasa Prancis (sebisaku,hahah). Dari sudut mata, aku liat salah 1 anggota gerombolan kemaren duduk di meja gak jauh dari kami, sedang liat aku seperti liat alien. Bentar lagi dia pasti bikin laporan sama anggota gerombolan yang lain. Dah kebayang aja mereka sok heboh “Now we’r really in trouble. She doesn’t only speak English. I just heard her speaking in French.” Aduh aduh, pengen banget bisa liat ekpresi tampang-tampang mereka ketika denger ‘berita’ itu :P&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ini rencana mau muter-muter sekitar Kuta aja, jalan kaki. Memang bakal capek, tapi menurutku cara paling asik untuk mengeksplor suatu wilayah baru ya dengan jalan kaki itu. Semua detil kehidupan setempat bisa teramati dengan sempurna, bisa berhenti sewaktu-waktu kalo memang ada objek yang cukup menarik, aneh, lucu, ato apapun yang cukup layak untuk difoto. Keluar dari hotel langsung menyusuri jalan Melasti yang gak lama kemudian tembus ke jalan Pantai Kuta yang memang persis di samping pantai Kuta. Masih terlalu pagi buat liat bule-bule setengah telanjang pada berjemur, tapi aku iseng aja masuk wilayah pantai dan berjalan menyusurinya di atas pasir putih yang sayangnya banyak sampah di sana sini. Semua tawaran pedagang cukup dijawab dengan senyum (sok) manis, mulai dari tawaran sewa payung buat berjemur, pijit, kuteks kuku, kepang rambut, belajar surfing sekaligus sewain papannya, sampai penjual makanan minuman yang rajin banget pagi-pagi sudah pada berjamur di sepanjang pantai. Terus cuek berjalan sampai masuk jalan Kartika Plaza. Hey, ada slingshot! Iseng nanya berapa harga. Muahal bener ternyata. Untuk pengalaman dilempar naik turun sambil diputer-puter selama 1 menit aja musti bayar minimal Rp.200.000,-, nambah Rp.50.000,- lagi kalau mau diabadikan pakai foto, atau nambah Rp.100.000,- lagi kalau mau direkam video. Untuk mengantisipasi ciutnya nyali pengunjung, pihak manajemen sampai bela-belain pasang tulisan pemberitahuan bahwa teknologi yang dipakai berasal dari Australia. Kasian banget teknologi Indonesia, gak cukup ‘menjual’ untuk dijual, bahkan di negeri sendiri. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jalan sedikit lagi udah masuk kawasan Waterboom. Dulu juga pernah dateng ke sini sekali, pas masih awal-awal dibuka. Hasil browsing sebelum berangkat kasih informasi mengenai banyaknya penambahan wahana permainan di tempat ini. Tiket masuk dibedakan untuk wisdom (wisatawan domestik) yang ‘cuma’ kena Rp.160.000,- dibandingkan dengan wisman (wisatawan mancanegara) yang kena US$ 22. Masih terlalu mahal buatku (heheh, liburan kok maunya gratisan mulu :D). Mau pikir-pikir dulu ah! Lagian sinar matahari juga masih panas banget. Di seberang jalan aku lihat ada Discovery Shopping Mall dengan berbagai kafe menggoda di terasnya. Aku putuskan untuk ngopi sebentar sambil memanfaatkan free hotspot-nya untuk cek e-mail dan browsing informasi, siapa tau bakal nemu info tempat-tempat ok yang bisa aku datangi dekat-dekat sini. Capuchino seharga Rp.30.000,- ternyata gak diimbangi dengan kualitas koneksi internet yang mumpuni. Kecepatan koneksinya mengharukan. Untung ada buku bagus yang sering aku bawa kemana-mana, Into the Wild. Seorang teman menemukan buku itu buatku di Jakarta. Based on true story tentang seorang anak muda berasal dari keluarga kaya yang memutuskan untuk pergi keliling US hanya untuk membuktikan bahwa manusia bisa sepenuhnya hidup dari alam. Semua sisa uangnya dibakar, kartu kredit digunting, tidak meninggalkan alamat apapun untuk orangtuanya bisa melacak keberadaannya. Buku dengan cerita yang bagus, kadang lucu sekaligus kontemplatif, masih ditambah dimensinya kecil dan ringan banget. Pas banget buat dibawa kemanapun untuk antisipasi situasi ‘darurat’. Seperti yang saat ini harus kuhadapi, terjebak di kafe bersama segelas capuchino, dengan cuaca panas menyengat yang bikin males mau meneruskan jalan-jalan lagi. Akhirnya memutuskan balik hotel aja sekitar jam 3 sore. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu masuk halaman hotel, rada kaget juga liat semua kursi di pinggir kolam renang dipenuhi tubuh-tubuh bule setengah telanjang. Walah, padahal aku juga sudah berencana mau nerusin baca di pinggir kolam renang. Berada di kamar hotel pada jam segini sama sekali bukan tindakan yang bijaksana. Kamar tanpa AC, hanya kipas angin yang pastinya juga hanya akan mengalirkan udara yang sama panasnya dengan di luar. Gazebo yang berjarak kurang dari 2 meter dari  teras kamarku juga lagi dihuni bule cowok yang ketiduran keenakan dipijit. Kayaknya sih emang enak banget dipijit di pinggir kolam renang dalam cuaca panas gini. So, itulah yang akhirnya kulakukan. Jadi ikutan sok bule telengkup pake bikini. Hanya bedanya mereka kena matahari, aku aman berteduh di gazebo, hahah, sambil dipijit pula. Cuma yang rada bikin shocked, ternyata pas mijit punggung, 2 tali kecil di pungung ma tengkuk dilepas juga oleh yang mijit. I was officially 90% nude at a public area :-o&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar makan malam sekitar jam 7, cobain ayam betutu khas Bali yang enaaakk banget, sampe aku tebelin muka minta tambah nasi :D Sayangnya gak bisa langsung nerusin jalan-jalan setelah makan. Ujan turun deresnya gila-gilaan. Halaman depan tempat makan langsung banjir sekitar 10 cm. Tapi untungnya gak berlangsung lama, cuma 1 jam lebih. Nekad pulang meski masih rada gerimis, banyak jalan yang banjir. Bahkan depan hotel Paradiso di jalan Kartika Plaza yang konon katanya gak pernah banjir, malam itu terendam banjir hampir setinggi trotoar. Sampai di hotel aku lihat para bule itu juga pada nongkrong di bar aja, sebagian maen billiard yang memang disediakan for free disamping bar. Pada males keluar dengan cuaca kayak gini. Aku milih langsung masuk kamar aja mau nerusin baca. Gak tahu persis ketidur jam berapa, tapi jam 1an aku denger ada suara “Sudah tiduurr? Maaf, sudah tiduuur?” dengan logat asing yang aneh. Dengan mata setengah merem aku buka pintu sedikit “Ya?”. Ternyata si bule Belgia lagi berdiri di depan pintu “Owh! U slept already? I’m so sorry, I saw your light’s still on, I thought you haven’t slept yet.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata aku masih orang timur yang gak tega usir orang. Lagian aku susah balik tidur lagi kalau sudah terlanjur bangun gini. Kami ngobrol basa-basi sebentar di teras kamar. Akhirnya malah keluar bareng, jalan kaki ke resto dekat hotel karena perutku sudah nagih jatah lagi. Bule ini ternyata baik juga, punya selera humor bagus, dan sopan. Balik hotel lagi dan aku langsung bilang “Terimakasih sudah ditemani makan. Good nite. I’ll see you around.” Rada gila juga tuh bule bangunin orang asing tengah malem cuma buat ngobrol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI IV&lt;br /&gt;Terbangun jam 9 karena suara gaduh di area kolam renang. Mandi dan sebagainya, keluar kamar jam 10, siap untuk breakfast. Nyonya tua dari Spanyol yang kemaren sempat ngobrol sebentar, pagi ini langsung gabung ke mejaku. Cerewetnya amit-amit, cerita segala macem tentang Spanyol dan negara kelahirannya Chile, mulai dari cuaca, pekerjaan, kota tempat tinggal, sampe politik negaranya. Weleh!! Too heavy for a morning chat, Mam. Tapi akhirnya dia malah sukses menyeret aku nongkrong di gazebo untuk dengerin dia crita sampe tengah hari. Bahasa Inggrisnya lancar dan ngawur, hahaha,,,terutama prononsiasi-nya, ‘I khab’ means ‘I have’, ladies and gentlemen. Satu-satunya cara untuk menghindar dari sakit kepala ini cuma dengan pamit mau cari lunch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan lagi menyusuri jalan Melasti menuju jalan Sriwijaya, lanjut jalan Majapahit, dan tanpa sengaja menemukan pemakaman khusus Kristen di daerah itu. Aku pikir menarik juga keberadaan pemakaman khusus Kristen di tanah Bali, dengan tanda salib lumayan besar di gerbang masuknya. Nerusin jalan menuju Legian, masuk jalan Patimura gara-gara tertarik dengan aroma masakan seafood. Nama tempatnya Warung Malang, warung kecil aja sebagaimana terlihat dalam foto di bawah. Pesen kepiting lada hitam yang ternyata rasanya gak cucok sama penampakannya. Dagingnya brasa busuk dan aromanya juga aneh. Panggil chef dateng ke meja dan ybs juga mengakui kalo kepiting mereka memang gak fresh alias gak hidup sesaat sebelum dimasak. Aku bilang kepitingnya busuk, aku gak bisa makan itu, dan minta ganti omelette. Menu kedua ternyata juga gak sesuai harapan, penampilannya aja masih bagus kalau aku bikin sendiri di rumah, apalagi rasanya, asiiiinnn banget. Yang mengezutkan, ternyata aku harus bayar 2 menu tersebut, termasuk si kepiting busuk yang kusentuh pun enggak. Harga yang dipatok memang gak mahal untuk ukuran resto seafood, tapi aku sama sekali gak rekomen tempat ini kecuali untuk orang-orang yang suka buang duit buat makanan yang gak layak dimakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke hotel, ganti swimsuit dan bawa perbekalan menuju kolam renang, buku, rokok, minum, hape :D Suasana gak terlalu chaos seperti kemaren, cuma ada 3 bule lain di pinggir kolam. Masing-masing asik dengan buku atau tiduran dengan telinga disumpal earphone. Bule gila yang semalem juga gabung gak lama kemudian, sambil bawa rambutan seiket gede, dan langsung makan tanpa henti “Maafkan saya, mulai makan buah ini tidak bisa berhenti. Silakan makan. Rasakan bebas.” &lt;br /&gt;Kayaknya dia omong pake bahasa Indonesia deh, tapi kok aku bingung gak ngerti artinya ya,,,maksudnya feel free gitu?&lt;br /&gt;Aku nerusin baca sambil sesekali masuk kolam renang untuk beberapa putaran. Bule sebelah sibuk antara renang dan makan rambutan. Selang sebentar dia bilang mau ke pantai untuk liat sunset, nawari aku untuk gabung. “No, thanks. Aku masih mau baca dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang terjadi kemudian justru aku dengar suara bule yang sama “Goshhh,,,you’re still here? What you’ve been doing?”. Dengan bingung aku berusaha buka mata dan liat sekitar “Huh? Sleeping?,,,I guess”&lt;br /&gt;Dia ketawa ngakak “Anda kehilangan sesuatu, matahari tidur gagah sekali.”&lt;br /&gt;Yak! Kali ini silakan tebak sendiri apa maksudnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya dia malah ajak aku makan malam bareng, 30 menit lagi, mau mandi dulu katanya. Aku sih mandinya nanti aja kalau sudah mau tidur. Jadi ya cuma ganti baju trus nunggu di teras kamar sambil ngrokok dan ngelamun :D Tiba-tiba cowok Australia yang kemaren ‘a dead man’ di kolam renang datang sambil bawa segelas bir “You seem like a private person,,,doing this trip alone, go anywhere by yourself.” Nuduh aja dyeh. Tapi ternyata kemudian dia asik juga buat temen ngobrol, meski rada sableng. Pas aku tanya “What do you do for living?”, dia malah cuma jawab “Live” sambil ngedipin sebelah mata. Gak lama kemudian si cowok Belgia datang nyamperin dan bilang nunggu aku di bar. Si cowok Aussie langsung kumat isengnya “Going somewhere, huh?”.&lt;br /&gt;“Yeah, he asked me out for dinner.”&lt;br /&gt;Mulutnya membentuk huruf O besar : “I see. Hope you’ll enjoy the dinner. I’ll be at the bar tonite, please join me after you’ve done with your dinner date.” lagi-lagi dengan ngedipin sebelah mata. (maksudnya apa coba?).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dinner di ZanziBar. Tempatnya cozy banget, outdoor, suasana seperti kafe di luar negeri, apalagi dengan pilihan menu yang juga ‘bule’ banget. Kondisi ini masih ‘diperparah’ dengan rasio pengunjung yang mayoritas bule. Total cuma ada 3 ‘orang lokal’ (termasuk aku) dari jumlah keseluruhan sekitar seratusan pengunjung. Akhirnya aku pilih makan couscous. Konon menu ini sebenernya menu asli Afrika yang dipopulerkan di Eropa oleh para imigran. Rasanya rada aneh, terdiri dari macem-macem sayuran (termasuk eggplants) yang kemudian di atasnya ditaburi butiran couscous, mirip seperti nasi tapi ukuran butiran lebih kecil. Si bule Belgia yang ikut nyobain, bilang rasanya sama seperti yang dia biasa makan di Eropa. Dan ternyata menu ini mengenyangkan banget, dah kupaksa-paksa tetep aja gak mampu abisin. Dinner ditutup dengan mix-juice mangga+jeruk nipis, dilanjutkan dengan teh panas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selesai makan, jalan kaki menuju tempat parkir, melewati hotel yang kereeen banget, OCEN Hotel. Desainnya posmo, modern, dan mewah banget. Iseng-iseng liat sampai ke dalem-dalem. Petugasnya ramah banget, jelasin semua hal, mulai dari tipe-tipe kamar yang dia punya, rate-nya, fasilitas, sampai siapa pemilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang ke hotel, Guy (nama cowok Belgia itu) ajak liat live music di Cannabiez Café. Kebetulan malam ini jadwalnya reggae. Bagus juga liat seniman-seniman lokal, yang tampaknya berusaha keras bertampang semirip mungkin dengan Bob Marley, beraksi. Tapi memang kualitas bermusik mereka patut diacungi jempol. Yang paling aku suka, mereka keliatan enjoy dan sangat menikmati musik yang dimainkan. Minuman tequila yang menemani juga brasa cucok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hotel sudah lewat tengah malam. Langsung sibuk packing buat persiapan pulang besok pagi. Jadwal flight jam 07.20 WITA berarti aku sudah harus cabut dari hotel paling lambat jam 06.00 karena perjalanan dari hotel menuju bandara sekitar 20-25 menit. Tadi sudah pesen minta morning call jam 05.30 dan juga pesen taksi untuk anter ke bandara besok. Acara packing berlangsung kurang dari 30 menit karena memang barang bawaan gak banyak. Untuk acara backpacking semacam ini, rumus yang aku pakai bawa pakaian maksimal 8 potong (termasuk yang dipakai loh!), 4 bawahan + 4 atasan. Pilih warna dan model yang bisa dipadu padan dan itu berarti kita sudah bisa dapatkan sampai 16 kombinasi setelan ;) Jam 1an aku sudah siap tidur ketika hape berbunyi ada sms masuk. Ternyata dari Mandala Airlines, flight besok pagi dibatalkan karena alasan operasional,,,!!! Seketika itu aku langsung hubungi nomor call center yang dikasih. Gak bisa masuk, sibuk terus. Gila nih! Gimana duonk nasibku ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI IV&lt;br /&gt;Sekitar jam 5 pagi aku baru bisa tersambung ke call center Mandala Airlines. Mereka gak punya solusi yang masuk akal untuk pemecahan masalahku. Cuma bolak-balik bilang flight batal karena alasan operasional (dan tetep gak mau bilang ketika aku minta penjelasan ‘alasan’ apa yang dimaksud). Solusi yang ditawarkan cuma 2, harus mau dipindah ke flight hari berikutnya atau uang dikembalikan. Tanpa kompensasi apapun! Lha harusnya mereka mikir toh kalo memang harus pindah ke flight hari berikutnya, itu berarti aku musti bayar hotel 1 malam lagi, keluar duit buat makan minum 1 hari lagi. ‘Solusi’ macam apa ini? Bener-bener payah Mandala nih! Musti ditulis di Surat Pembaca di surat kabar nasional deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Guy justru seneng begitu tau aku batal pulang hari ini. Malah ngajakin maen ke pantai Padang Bai. Dan hasilnya sudah bisa ditebak kan? Nyasar mulu!!! Peta yang dibawa juga gak bisa bantu banyak. Tanya sana sini juga beda mulu informasinya. Untungnya kami gak kebawa bete, malah seharian ketawa mulu menyadari betapa nekad dan absurdnya perjalanan ini. Masak ada 1 jalan yang ditelusuri sampai bolak-balik 3 kali gara-gara tiap kali nanya orang, ybs selalu nunjuk arah di belakang kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling parah, ketika perjalanan sudah hampir sampai, radiator mobil justru bermasalah. Akhirnya waktu malah abis buat cari bengkel radiator plus nunggu proses servisnya. Sambil nunggu kami sempat makan Bakso Solo gak jauh dari bengkel. Begitu mangkok bakso tiba di depan hidung, aku dan Guy langsung saling liat dan ketawa. Bulatan bakso berwarna hitam mencurigyakan, dan begitu dibelah warnanya pink.&lt;br /&gt;“Kira-kira daging apa ini?” ragu-ragu Guy tanya.&lt;br /&gt;“And how would I know?” bwahahaha,,,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selesai dengan radiator, waktu sudah gak memungkinkan lagi buat nerusin perjalanan ke Padang Bai. Akhirnya kami balik arah pulang. Sempat mampir ke pantai Lembeng untuk lihat sunset. Senengnya, pas sampai pantai itu, sedang ada upacara buang abu jenasah ke laut. Aku seneng liat hal-hal semacam ini, tradisi setempat, yang gak bisa aku temukan di daerah lain. Sunset di pantai ini juga bagus banget.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai di hotel sudah malam. Dinner bareng Guy di salah satu resto deket hotel. Kemudian langsung tidur buat persiapan pulang besok pagi (yang ini harus beneran). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok pagi, pulang ke rumah, kembali ke dunia nyata,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-8334281506713309321?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/8334281506713309321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=8334281506713309321&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8334281506713309321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8334281506713309321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2009/03/amazing-bali_4745.html' title='AMAZING BALI'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IonUT_lPkbQ/S1Ht-oVZVFI/AAAAAAAAABY/7SL2Zo3a9_s/s72-c/IMG_1230.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-3146495291135136688</id><published>2008-11-10T23:08:00.001+07:00</published><updated>2008-11-10T23:08:38.822+07:00</updated><title type='text'>GREEN PEACE</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Gara-gara dulu pernah punya temen akrab dari fakultas biologi lingkungan, jadi rada-rada ketular sok peduli lingkungan. Temen yang 1 nih mang keren...tahan malunya tuh loh, hahaha. Kalo belanja di supermarket selalu bertengkar ma kasir karena gak mau pake tas plastik dari supermarket yang bersangkutan. Selalu bawa tas sendiri, atau kalo belanjaan gak banyak, langsung dimasukin tas ransel yang selalu menyertai dia kemana-mana. Meski berusaha niru contoh temen ini, ternyata aku masih belum setahan banting dia:D Kalo belanja rada banyak paling minta dikemas pake kardus bekas, heheh...dengan pertimbangan, paling gak sampah kardus lebih gampang didaur ulang oleh bumi tercinta daripada sampah plastik. Kalo belanja dikit ya langsung dimasukkan tas gede yang nempel di bahu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sampah di rumah juga sudah berusaha dipisah-pisah sih, yang bisa dikasih ke pemulung sudah disendirikan, kalau sampah yang bener-bener harus dibuang ya mau gimana lagi. Sadar sih kalo belum banyak yang sudah dilakukan buat konservasi lingkungan. Dari dulu pengen gabung jadi sukarelawan di organisasi-organisasi lingkungan, tapi sampe sekarang belum juga bisa terlaksana, dengan berbagai alasan yang wagu, mulai dari gak punya waktu sampe gak tahu musti mulai darimana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kapan tuh jalan-jalan di Gramedia ma seorang temen…tiba-tiba disamperin seseorang di pintu keluar, pake kaos hijau dan cakep, hahaha. Ternyata dari Green Peace Indonesia euy. Temen yang pertama diprovokasi langsung menolak mentah-mentah. Dengan segera aku jadi target #2, hahaha...pedekate-nya aja pake acara nuduh ”Nah, kalo mbaknya nih pasti pecinta lingkungan, dah keliatan dari wajahnya”...huahahah, maksud apa coba??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Akhirnya mang nyerah sih, mau juga jadi donatur Green Peace, rekening bank-ku akan diobok-obok oleh dia setiap bulan dengan besaran Rp. 2000,-/hari. Gak papa lah, masi lebih banyak duit yang kebuang buat parkir setiap harinya. Kalo buat konservasi lingkungan...ya kenapa gak? Meski benernya ya rada berat...hehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-3146495291135136688?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/3146495291135136688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=3146495291135136688&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3146495291135136688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3146495291135136688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/11/green-peace.html' title='GREEN PEACE'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-2616181199063982747</id><published>2008-11-10T23:03:00.001+07:00</published><updated>2008-11-10T23:03:29.389+07:00</updated><title type='text'>TELKOM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kapan tuh gara-gara kelalaian ngurus nomer hape yang flexi, akhirnya nomer itu diblokir ma Telkom,. Akhirnya harus dateng ke Plaza Telkom buat aktifkan lagi, bayar sejumlah duit, ganti kartu, dapet voucher pulsa yang harus diambil seminggu kemudian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Singkat cerita, balik lagi nih seminggu kemudian,,dilayani petugas CS yang ramah banget. Yang pertama melayani dulu ya ramah sih, cantik banget juga, tapi…ramahnya gak tau kenapa berasa gak tulus, hehe…sekedar lakukan pekerjaan aja kesannya. Kalau yang CS kedua nih, cantik banget n ramah banget…namanya Arie. Seneng deh ngeliatnya. Ramahnya brasa tulus dari hati, &lt;i&gt;product knowledge&lt;/i&gt;-nya bagus juga, bereaksi cepat dan tanggap menghadapi keluhan konsumen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kupikir urusanku ma Telkom bakal brenti sampe situ aja...ternyata beberapa hari yang lalu kartu yang sama rusak lagi. Ditolak terus ma hape-nya. Sempat telpon 147 minta saran musti gimana, ternyata ya tetep aja disarankan harus ke Plaza Telkom lagi, huahhh!!!. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Datang ke Plaza telkom lagi, ambil nomer antrean...ternyata musti antre 10 nomer lebih. Langsung ngembat koran buat dibaca-baca...dideketin seorang cewek minta waktu buat wawancara entah apa...maksa hati buat tega nolak aja, habis lagi males, capek, di luar tadi panas banget, males mo ngapa-ngapain. Pengennya urusan cepet kelar aja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Akhirnya dipanggil juga setelah nunggu lebih dari 30 menitan. Ternyata dapat CS Arie lagi...aku langsung inget ma dia,,,lha wong cewek cantik, ramah, n baek gitu. Yang surprise, ternyata dia justru langsung nyapa aku pake nama ”Selamat siang, mbak ... *dia sebut namaku*”,,,whuaaa, kaget banget aku, gak ngira dia masi inget. Kerjaan dia kan harus ngadepin banyak &lt;i style=""&gt;customer&lt;/i&gt; tiap harinya, ketemu aku juga cuma sekali, dah lama pula. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pas kutanya gimana dia bisa masih inget aku, jawabnya gak jelas juga, hehehe...memang ada beberapa &lt;i style=""&gt;customer&lt;/i&gt; yang entah gimana dia bisa inget terus dan sebaliknya. Buntutnya malah ngajak ngobrol segala, nanya-nanya tentang temennya yang kebetulan tetanggaku, hahaha... Kejadian seperti ini yang pernah dikeluhkan dosenku yang kebetulan pernah tinggal lama di Aussie ’pelayanan publik di Indonesia suka campur aduk ma urusan personal’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Eniwei, buat para co jomblo yang lagi cari target .bagus, coba deh iseng-iseng maen ke Plaza Telkom...bikin aja alesan apa kek biar bisa liat target yang dimaksud (info tambahan : ada papan nama di masing-masing meja CS kok, jadi ga bakal salah orang:D). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dan kalo beneran ada yang ketiban durian runtuh alias berhasil dapat target ini...awas aja kalo sampe lupa traktir aku makan-makan, bakal tak doain cepet bubar!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-2616181199063982747?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/2616181199063982747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=2616181199063982747&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2616181199063982747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2616181199063982747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/11/telkom.html' title='TELKOM'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-6850365466639890184</id><published>2008-11-10T21:40:00.001+07:00</published><updated>2008-11-10T21:40:56.142+07:00</updated><title type='text'>LIES</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;My luv, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;There is no such things as white lies, nor the black ones. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Yes, of course, regardless any reason(s) behind them. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Coz…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;There are only three kinds of lies : lies, damned lies, and statistics;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-6850365466639890184?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/6850365466639890184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=6850365466639890184&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6850365466639890184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6850365466639890184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/11/lies.html' title='LIES'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-1853851561168573337</id><published>2008-09-05T22:33:00.001+07:00</published><updated>2008-09-05T22:33:51.739+07:00</updated><title type='text'>Tuhan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Ini dialog antara anak umur 4 tahun (A) dan ibunya (I) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(A)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;: ”Tadi di sekolah ada penghapus jatuh dibawah kursi. Terus tak ambil. Tak curi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(I)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;: ”Loh, gak boleh kayak gitu. Lapor sama Miss Vivi yah, biar diumumkan siapa yang kehilangan penghapus.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(A)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;: ”Biarin. Tak curi aja.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;(I)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;: ”Nanti dimarahin sama Tuhan lho.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(A)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;: ”Tadi Tuhan gak ada di sekolah kok. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dah tak liat, gak ada.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(I)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;: ”Tuhan kan memang gak kelihatan. Tapi kan masih bisa ngawasin.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(A)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;: ”Enggak!! Miss Vivi bilangnya Tuhan gak di sekolah kok. Tuhan tuh punya rumah sendiri. Di surga namanya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(I)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;: ”Iya, bener Tuhan di surga. Tapi Tuhan bisa ngawasin dari surga juga.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(A)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;: ”Enggak, Mamah boong. Surga kan jauh sama sekolahku. Surga tuh di langit.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;(I)&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: ”...???!!” *&lt;i style=""&gt;somebody help&lt;/i&gt;* mode on&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-1853851561168573337?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/1853851561168573337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=1853851561168573337&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/1853851561168573337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/1853851561168573337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/09/tuhan.html' title='Tuhan'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-8719493164174774622</id><published>2008-08-29T21:46:00.001+07:00</published><updated>2008-08-29T21:48:17.846+07:00</updated><title type='text'>DONOR DARAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Sudah agak lama sebenarnya seorang teman menghasut aku untuk jadi peserta donor darah, sebagaimana dia adanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Bukannya gak tertarik sih, tapi selama ini selalu saja menemukan alesan untuk menunda-nunda. Tapi gara-gara belum lama ini mengalami sendiri susahnya cari darah buat sodara yang lagi &lt;i style=""&gt;opname&lt;/i&gt;, akhirnya memutuskan segera mau ikutan donor darah. Soalnya sempat mangkel banget waktu ngurus sodara sakit tuh. Butuh darah 3 kantung aja susyahnya minta ampun. Rumah sakit gak punya, &lt;i style=""&gt;stock&lt;/i&gt; PMI kosong. Akhirnya dapat juga orang yang mau nyumbangin darah, tapi minta dibayar. Ggggrrhh...tega-teganya tuh loh!!! Wong nyelamatin nyawa manusia lain kok ya minta imbalan duit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kayaknya sih aksi ini diorganisir ma tukang parkir RS setempat. Mangkel banget, ...plus sedih. Sedemikian parahnya mental bangsa ini dalam menyikapi hal-hal terkait kemanusiaan. Atau sudah demikian terpuruk dalam kemiskinan sehingga darahpun dijual untuk menyambung hidup. Tidak ada lagi istilah pengabdian atas nama kemanusiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Siang itu aku akhirnya menyerah diseret masuk ke kantor PMI. Teman yang sudah jadi peserta donor sejak 5 tahun terakhir dengan santai melaksanakan semua prosedur pengambilan darah. Secara umum, pelayanan yang diberikan baik, sopan, dan ramah (dengan standar pelayanan publik Indonesia pastinya, gak perlu berharap terlalu banyak). Gak tau karena rutin donor darah ato ada sebab lain, teman renangku nih memang badannya keren abis, tipikal atlet profesional. Makanya gak heran ketika aku mengajukan diri mau ikutan donor, dokter yang bertugas mendadak jadi rewel. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;”Berat badan berapa, Mbak? Minimal 45 kg.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; dengan prihatin yang bersangkutan melihat badan kurus keringku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dengan langkah gontai aku menghampiri timbangan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;”Masih sisa 2 kg kok, Dok...”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; mati-matian berusaha melumerkan kening berkerut dokter yang masih nekad mengamatiku, seperti pembeli sapi sedang meneliti korbannya di pasar hewan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dan tiba-tiba tembakan beruntun itu dilancarkan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;”Sudah makan siang?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;”Lagi mens gak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;”Setahun terakhir, pernah menjalani operasi besar?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt; (&lt;i style=""&gt;like i know what&lt;/i&gt; ’besar’ &lt;i style=""&gt;here means&lt;/i&gt;…*sigh*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;“Setahun terakhir, mengalami sakit sampai &lt;i style=""&gt;opname&lt;/i&gt; di RS?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;“Setahun terakhir, pernah menerima transfusi darah?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;”Tensi darah biasanya berapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;”Golongan darah apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;”dst...dst...dst...”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Semua tembakan itu hanya sempat dijawab dengan anggukan atau gelengan kepala. Akhirnya dites golongan darah, kadar haemoglobin (cuma lebih tinggi 0,5 dari batas minimal 12,5...heheh), tensi darah 110/70 (passss banget ma batas minimal :D)...dan loloslah aku menuju meja penjagalan...eh, pengambilan darah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Lho...!! Dokternya masih gak tega juga, kasih wejangan ke mbak petugas untuk ambil darah dari tangan kananku aja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;”Kenapa, Dok?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; nekad aku nanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dokternya kayaknya mulai ngrasa juga kalo sudah keterlaluan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;”Enggaa...cuma biasanya pembuluh darah di tangan kanan lebih besar. Takutnya kalo ambil dari tangan kiri agak susah, Mbak-nya kan kecil”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Weleh...segitunya sih...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-8719493164174774622?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/8719493164174774622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=8719493164174774622&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8719493164174774622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8719493164174774622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/08/donor-darah.html' title='DONOR DARAH'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-5465066490724915924</id><published>2008-08-20T11:33:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T11:34:19.299+07:00</updated><title type='text'>MERDEKA...!!!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Hey…ada yang belum pernah denger jalan Menteri Supeno??? Kebangetan deh kalo sampe belom pernah denger. Ternyata, tanpa kusadari sedikitpun, salah satu teman di kliub &lt;i&gt;bridge&lt;/i&gt; yang kuikuti 6 bulan terakhir ini adalah istri Menteri Supeno!!! Hal ini gak sengaja terungkap ketika suatu hari salah satu temen yang rumahnya terletak di jalan Menteri Supeno iseng menyebut jalan itu dengan nama jalan Bu Tin. ”Lho, kok jalan Bu Tin??” aku bertanya polos. Yang bersangkutan tertawa nakal ”Bole duonk pake nama istrinya...hehehe.” Aku makin bingung aja ”Bukan Bu Tin kita kan maksudnya?” Mata indah teman membelalak gak percaya ”Jangan bilang kalo kamu gak tau Bu Tin tuh istri Menteri Supeno yah...” katanya dengan nada mengancam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Ouw...jadi nih beneran serius toh...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dan mulailah cerita itu meluncur dari mulutnya yang gak kalah indah dibanding matanya. Bu Tin ditinggal mati pak Menteri Supeno ketika masih berumur 25. sampe sekarang di usia 85, yang bersangkutan gak pernah menikah lagi. Setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai dosen ahli tata negara, waktunya dihabiskan untuk melakukan kegiatan sosial dan bergabung di klub &lt;i&gt;bridge&lt;/i&gt;. Klub yang kumasuki ini memang aneh. Rentang usia para anggotanya sungguh luar biasa. Memang selama ini aku tau ada 1 meja yang selalu dihuni kelompok lansia (termasuk Bu Tin), tapi aku gak pernah berusaha gabung dengan meja itu. Bukan masalah apa-apa sih...mereka selalu berkomunikasi dalam bahasa Belanda. Meneketehe mereka sedang ngomongin apa...jangan-jangan lagi ngomongin akyu...hehehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Belum habis rasa kaget punya temen istri pahlawan nasional...eeeh kapan tuh baca di salah satu surat kabar nasional kalo ternyata Supriyadi (yak betyul...Supriyadi yang pahlawan nasional juga, yang mantan Menteri Keamanan Rakyat pertama, yang mantan Panglima Tentara Keamanan Rakyat...) ternyata juga masih hidup dan tinggal gak jauh dari rumahku. Weleh...kebetulan aku sering nyasar juga di jalan Supriyadi karena ada temen yang kantornya di jalan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Menurut berita yang kubaca itu, Supriyadi sengaja bersembunyi menggunakan identitas lain (Andaryoko Wisnuprabu) karena malu setelah mengalami kekalahan dalam peristiwa pemberontakan Tentara PETA tahun 1945. Kalah akibat kekurangan personel dan persenjataan. Kemunculan Andaryoko ini berbeda dengan para ’Supriyadi’ lain sebelumnya karena diiringi kajian akademis dengan bahan sejarah lisan yang disusun tim pimpinan ahli sejarah dari Pusat Sejarah dan Etika Politik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Baskara T Wardaja SJ. Rangkuman hasil kajian, tinjauan lapangan, dan wawancara Andaryoko ini bisa dibaca di buku berjudul &lt;i&gt;Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Ternyata yah...masih banyak sisi lain sejarah yang harus kupelajari...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Itung-itung buat bahan renungan deh mumpung momennya pas masih bulan kemerdekaan gini...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-5465066490724915924?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/5465066490724915924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=5465066490724915924&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5465066490724915924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5465066490724915924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/08/merdeka.html' title='MERDEKA...!!!'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-5709012830278762126</id><published>2008-08-20T11:32:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T11:33:30.661+07:00</updated><title type='text'>Beradab?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Berita kriminalitas selalu muncul di kolom kecil saja di harian manapun di republik ini. Entah apa alasannya. Mungkin karena berita semacam ini dianggap tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Tidak cukup ‘menjual’ untuk dijadikan &lt;i&gt;headline&lt;/i&gt; utama. Mungkin juga karena masyarakat sudah jenuh dengan berita kriminalitas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mungkin justru karena kriminalitas telah menjadi bagian hidup sehari-hari di bumi pertiwi ini. Peristiwa yang sama, apabila terjadi di belahan bumi Eropa, pasti telah menjadi berita utama. Di negara-negara yang notabene lebih maju secara ekonomi, humanis, senang dengan kegiatan berpikir, angka kriminalitas sangat rendah...pastilah peristiwa yang sama akan ditempatkan sebagai sesuatu yang menggemparkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Gak tau kenapa...berita tentang seorang nenek yang meninggal di rumahnya dan baru diketahui tetangga sekitarnya setelah lewat sepuluh hari, sangat mengganggu pikiran dan gak mau ilang-ilang juga dari otak. Erfienne Komala nama nenek itu, berumur 83, dan tinggal di daerah Menteng yang konon katanya merupakan kawasan elit tempat tinggal sebagian pemimpin negeri ini. Tetangga sekitar baru menyadari ketika mulai tercium bau bangkai busuk menguar di udara lingkungan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Hal pertama yang muncul di pikiran ketika membaca berita ini...betapa parahnya masyarakat Jakarta. Telah sedemikian merasukkah semangat indivualismenya sehingga ada warga yang mati pun tidak diketahui oleh masyarakat sekitar. Berbagai caci maki dan kutukan pun tanpa bisa dicegah membludak di hati dan otak. Untung ada sebagian memori otakku yang masih waras...berusaha mengingatkan bahwa kejadian yang hampir sama juga baru saja terjadi di lingkunganku. Kira-kira sebulan yang lalu peristiwa ini terjadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Aku tinggal di kompleks perumahan menengah. Tidak elit, tidak pula terlalu buruk. Meski demikian, ada hal yang tidak kusukai dari perumahan ini...banyak rumah kosong. Orang-orang berduit itu terus saja membeli rumah dengan alasan investasi. Tanpa pernah berniat untuk menempati rumah yang telah dibeli. Setelah proses jual-beli terlaksana, maka sah lah terpampang plang tulisan DIKONTRAKKAN ato DIJUAL di depan rumah-rumah malang itu. Suatu sore tiba-tiba aku dikejutkan dengan kedatangan beberapa mobil polisi dan kerumunan tetangga yang heboh di jalan dekat rumah, masih di blok yang sama dengan rumahku. Ternyata ada mayat tak dikenal ditemukan membusuk di salah satu rumah kosong. Sudah tiga hari meninggal, kata salah satu polisi yang bertugas. Gemparlah kompleks perumahan yang damai dan tentram ini. Masing-masing orang berusaha menyampaikan ketidakpercayaannya hal seperti ini bisa terjadi di lingkungan kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Yaaahh...bener-bener ada yang salah dengan masyarakat kita. Tidak seharusnya hal semacam ini bisa terjadi di lingkungan masyarakat yang mengklaim diri sendiri sebagai masyarakat beradab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-5709012830278762126?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/5709012830278762126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=5709012830278762126&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5709012830278762126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5709012830278762126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/08/beradab.html' title='Beradab?'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-4150682494246808936</id><published>2008-08-20T11:31:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T11:32:40.180+07:00</updated><title type='text'>It's spooky, Dear...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Aku punya hobi yang buat sebagian orang mungkin dianggap aneh. Seneng olahraga, beli buku, dan beli dvd...hehehe. &lt;i style=""&gt;So&lt;/i&gt;, jangan heran kalo main ke rumahku, yang terlihat adalah tumpukan buku di dua rak buku, ratusan dvd, raket tenis, raket badminton, papan dart, puluhan kostum renang beserta pelengkapnya topi dan kacamata renang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Payahnya...cuma perlengkapan renang aja yang praktis tiap hari digunakan. Buku-buku dan dvd harus menunggu giliran untuk disentuh. Benernya sih gak sibuk-sibuk amat. Masih banyak waktu luang kalo memang mau serius lakukan. Tapi ya itu...biasaaa, alasan orang males kan selalu ’gak ada waktu’ :D &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mumpung lagi liburan nih ceritanya...berencana nebus dosa, mulai mo nyicil liat dvd yang sudah bertumpuk sejak entah kapan. Gak pernah suka beli dvd bajakan, pengennya selalu beli yang original dengan perhitungan dapat kualitas bagus. Akibatnya, selalu gak bisa beli dvd film baru yang harganya selangit. Nunggu ada &lt;i style=""&gt;sale&lt;/i&gt; dvd film-film lama yang kuanggap layak dikoleksi. Pilihan pertama jatuh ke film jadul &lt;i style=""&gt;Brokeback Mountain&lt;/i&gt;. Film ini dah kebeli lamaaaa sekali sebenernya, sampe gak inget lagi kapan. Pastinya waktu beli dvd ini, Heath Ledger masih hidup. Ternyata bagus banget loh...bener-bener jatuh cinta ma aktingnya Heath Ledger. Jadi makin benci aja dengan produser dan sutradara &lt;i style=""&gt;Dark Knight&lt;/i&gt; yang telah ’membuat’ Heath Ledger terlalu menjiwai peran Joker sampe akhirnya mati OD gara-gara depresi. Sayang talenta seperti itu mati di usia muda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Baru liat film itu setengah jalan, hape bunyi, ada temen telpon tanya aku sedang apa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Waktu kubilang lagi liat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;i style=""&gt;Brokeback&lt;/i&gt;&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Mountain&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;, dia tertawa ngakak ”&lt;i style=""&gt;Are you kidding me? I was planning to see that movie two days ago. Have bought it long time ago but have no chance yet to see it&lt;/i&gt;”. Kita ketawa bareng. &lt;i style=""&gt;Coincidence&lt;/i&gt;, eh? Tunggu aja…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Temen yang lagi dengerin musik di radio tiba-tiba tanya “&lt;i style=""&gt;Remember the song I’ve told you when you’re aswering my questions with questions? Listen to this…&lt;/i&gt;” Dan aku pun bisa dengar lagu jadul itu melalui telponnya. &lt;i style=""&gt;Just another coincidence&lt;/i&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Selesai terima telpon, aku meneruskan nonton &lt;i style=""&gt;Brokeback Mountain&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Memang bener-bener bagus. Endingnya juga gak tipikal film Hollywood. Diteruskan baca koran, iseng nyermati liputan khusus tentang suka-duka kehidupan para penerjemah di Olimpiade. &lt;i style=""&gt;And you know what???&lt;/i&gt; Kata &lt;i style=""&gt;brokeback&lt;/i&gt; (diambil dari &lt;i style=""&gt;Brokeback Mountain&lt;/i&gt;) telah masuk sebagai entri dalam penulisan karakter Cina dengan arti &lt;i style=""&gt;gay. &lt;/i&gt;Aku gemetar ketakutan. Ini gak mungkin lagi kebetulan. Terlalu banyak kebetulan dalam sehari. Ketika hal ini kubilang ke temen yang barusan telpon, jawabannya...&lt;i style=""&gt;Hahaha...it’s spooky, Dear&lt;/i&gt;...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-4150682494246808936?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/4150682494246808936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=4150682494246808936&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4150682494246808936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4150682494246808936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/08/its-spooky-dear.html' title='It&apos;s spooky, Dear...'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-3041409156437707892</id><published>2008-08-20T11:29:00.001+07:00</published><updated>2008-08-20T11:31:26.650+07:00</updated><title type='text'>Kawin yuuukk...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Ada sepupu mau nikah. Kesempatan nih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sengaja ambil &lt;i style=""&gt;off&lt;/i&gt; 3 hari meski sebenarnya 1 hari aja cukup. Berangkat 1 hari sebelum hari H. Pengen nengok nenek, yang biasa kupanggil Mbah, yang tinggal di desa keren di kaki gunung. Hari kedua sudah pasti buat datang ke acara kawinan sodara. Hari terakhir sudah direncanakan buat melakukan hal gila. Gak gila juga ding sebenernya. Biasa aja. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Cuma aku aja yang sudah terlalu lama terjebak rutinitas membosankan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Hal yang dulu biasa aku lakukan pun jadi berasa gila mengasyikan. Kalo inget jaman kuliah S1 dulu, tiap libur semester berarti &lt;i style=""&gt;backpacker&lt;/i&gt;-an kemana tau. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Gak peduli untuk itu harus tahan makan sehari 2x selama berbulan-bulan. Di Jogja, hal semacam ini gampang dijalani. Mayoritas warung makan tidak memperhitungkan banyak sedikit nasi yang diambil. Harga ditentukan berdasarkan lauk yang menyertai. Maka, rumus berikut adalah hal jamak di kalangan mahasiswa kala itu...makan pagi sengaja ditelatin. Secara umum, jam 10 pagi dianggap ideal untuk mulai ritual memberi jatah ransum untuk komunitas cacing penghuni perut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Makan siang dijadwalkan sekitar jam 5 sore dengan perhitungan rumit semoga perut masih belum bernyanyi ketika tiba waktunya tidur malam. Toh semua pengorbanan ini terbayar lunas beserta bunganya ketika tiba saat liburan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Liburan berarti memanggul ransel berisi beberapa potong kaos dan 1-2 celana saja. Peralatan &lt;i style=""&gt;make-up&lt;/i&gt; yang memang cuma seadanya itu masih juga dipaksa dikemas ulang di botol-botol kecil demi efisiensi tempat. Nginap di penginapan murah meriah. Sarana transportasi cukup jalan kaki ato paling mewah naik angkot / bus kota setempat. Naik taksi haram hukumnya. Makan di warung-warung kecil. Pemilihan menu dilakukan dengan cermat dan seksama. Pilih lauk berprotein tinggi dengan harga murah. Biasanya tempe dan telor yang sering jadi pelampiasan. Sayur pemasok serat jangan dipilih yang berkuah pedas. Gak lucu kalo jalan kemana-mana gendong ransel sambil meringis menahan perut mulas. Sambal sudah pasti dimusuhi total seolah mengandung racun sianida. Cermati apapun yang dilewati. Cermati lebih lagi hal-hal kecil yang sering dianggap sepele dan tidak penting. Ambil foto sebanyak mungkin. Keberadaan kamera digital tidak lagi menguras kantong untuk mewujudkan kenikmatan ini. Yang terakhir, bersikap ramah dan bersahabat kepada siapapun. Sedikit senyum sudah terbukti merupakan langkah paling manjur dengan efek samping taraf ringan sampai taraf berat. Paling apes, orang memandangi kita seperti melihat pasien RSJ yang baru dinyatakan lulus. Taraf berikutnya, orang balik tersenyum, meski senyum berjenis kelamin ragu ditambah sedikit tatapan curiga. Taraf ini masih memiliki banyak variasi menuju ke taraf yang paling berat. Pada taraf paling berat, orang yang teranugrahi senyuman kita akan balik tersenyum ramah, mulai nanya mo kemana, asalnya dari mana, sudah berapa lama di sini, dst dst, sampai akhirnya menawarkan / memaksakan bantuan tanpa diminta. &lt;i style=""&gt;Trust me&lt;/i&gt;, masih banyak orang baik di luar sana. Gak usah terlalu terpengaruh dengan berita-berita kriminal di tipi. Sekedar waspada sih boleh aja, asal gak terjebak jadi &lt;i style=""&gt;paranoid&lt;/i&gt;. Kalo mau aman, cukup hindari daerah-daerah yang rawan kejahatan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Apalagi kalo hari sudah malam. Mending cari tempat yang ramai aja deh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Pulang dari liburan selalu berakhir dengan kulit yang makin item, kantong kering habis-habisan, dan perasaan puas yang luar biasa. Tapi semua itu terasa jauh sekarang. Sudah bertahun-tahun ritual itu gak lagi dijalankan. Dengan berbagai alesan yang kadang bikin muak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;So, sekarang...saat ini, mumpung bisa &lt;i style=""&gt;off&lt;/i&gt; 3 hari, mo gila kecil-kecilan ah. Hari pertama sengaja buat rute gak masuk akal. Naik kereta, pindah bus, pindah mobil, pindah bus (lagi), pindah mobil (lagi). Total waktu perjalanan hampir 11 jam...hahah. Padahal bisa cuma 1 jam kalo naik pesawat. Gelo...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Ketika naik mobil yang terakhir, menuju desa Mbah...aduh, pemandangan hebat luar biasa. Aku pernah tinggal di sana selama 2 tahun di tengah-tengah masa remaja. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Banyak kenangan masa remaja yang tertinggal dan masi terasa mengambang di udara pegunungan itu. Hal-hal yang dulu dianggap bagian dari kehidupan sehari-hari, sekarang menjelma menjadi pemandangan indah ketika dilihat melalui kacamata yang berbeda. Bahkan udara yang terhirup pun langsung terasa beda, segar beraroma cemara. Deretan sawah terasering itu juga terlihat lain sekarang. Setelah sedikit mencicipi dunia luar, baru sadar kalo pemandangan sawah di sini lain dengan di tempat-tempat lain yang juga memiliki sawah terasering. Di sini, di tengah-tengah sawah yang terbentang, terlihat bertonjolan keluar batu-batu hitam besar sisa muntahan letusan gunung entah berapa ratus tahun silam. Aku masi ingat dulu pernah ada batu segede kerbau di tengah jalan kampung. Anak-anak kampung biasa berdesakan duduk di atas batu itu ketika sore tiba. Sekedar ngobrol (entah apa), bertengkar mulut, berkelahi tangan-kaki, sampai makan buah ceremai luar biasa asam yang berasal dari pohon di samping batu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Suatu hari, salah satu warga kampung membutuhkan batu untuk pondasi rumahnya yang sedang dibangun. Dengan sedikit uang untuk mengisi kas desa, maka yang bersangkutan memiliki wewenang penuh untuk melakukan ekspedisi penggalian batu kerbau itu sampai jauh ke dalam tanah. Pekerjaan yang dilakukan secara gotong royong ini membuahkan decak kagum tiada henti ketika kemudian disadari bahwa bagian batu yang terpendam tanah justru berpuluh kali lebih besar dari yang nampak di atas tanah. Ketika kemudian batu dipecah-pecah untuk pondasi rumah, tidak satupun kulihat ada anak yang menangisi hancurnya singgasana mereka. Jiwa anak-anak memang demikian elok...tak ada dendam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Demikianlah...hari ini aku kembali ke desa yang luar biasa itu. Menyusuri segala kenangan dan keindahan yang menguar di udara. Sesekali tercium aroma bawang merah...mentah dan segar, ketika aku melewati deretan sawah yang ditanami bawang merah. Dulu daerah ini terkenal sebagai penghasil bawang putih, bawang merah hanya merupakan hasil sampingan saja. Kiranya fakta ini berbalik 180 derajat sekarang. Pemandangan sawah ini memang unik. Memandang hamparan padi memang bagus juga. Tapi di sini, di desa ini, tidak ada hamparan padi yang luas. Tanah sawah terpetak-petak bertingkat. Macam-macam tanaman terhampar. Seolah-olah masing-masing petani berusaha menegaskan hak prerogatifnya terhadap lahan milik masing-masing. Tak kurang dari jagung, ketela, padi, bawang merah (dan putih), wortel, kol, seledri berganti-ganti muncul seolah tak ingin membuat jenuh mata yang memandang. Ya, aku suka tempat ini. Bahkan tidak pernah terpikir betapa ternyata aku tergila-gila dengan udara beraroma cemara ini. Ke sudut manapun aku pergi di desa ini, yang tercium adalah aroma cemara. Parfum alami ini membuatku mabuk kepayang...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Well&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;...gak ada yang sempurna di dunia ini kan? Mendekati rumah Mbah, tanpa dapat ditahan dahiku mengernyit marah. Suara itu. Musik dangdut yang luar biasa keras volumenya. Keras sekali. Aduh...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Mbah sedang duduk di teras ketika aku berjalan mendekati rumahnya. Segera berdiri, melambai-lambaikan tangan, mulutnya terlihat membuka menutup dengan cepat. Mungkin sedang meneriakkan sesuatu. Aku gak bisa dengar apapun, telingaku telah ditulikan oleh musik dangdut itu. Mbah sampai terpaksa berteriak di telingaku untuk memberi tahu tetangga punya kerja...mantu. Wadauw, badan capek, pengen tidur sebentar. Tapi bahkan tidur pun bisa diklasifikasikan sebagai &lt;i style=""&gt;mission impossible&lt;/i&gt; saat ini. Suara musik itu menerobos semua celah di rumah ini yang masi bisa dilewati angin. Bahkan dinding kamar juga ikut bersekongkol memantulkan, menggemakan, memperkuat suara yang sukses masuk ke dalam rumah. Aku &lt;i style=""&gt;stress&lt;/i&gt;. Keluar kamar bebarengan dengan Mbah yang mau berangkat &lt;i style=""&gt;rewang&lt;/i&gt;. Katanya sih yang punya kerja tuh sebenarnya masi keluarga jauh. Penambahan kata ’jauh’ ini nampaknya tak perlu diragukan kesahihannya. Bahkan Mbah pun gak bisa menjelaskan hubungan keluarga yang mungkin ada. ”&lt;i style=""&gt;Alah embuh, Nduk. Pokok’e ya kuwi ijik bala ngono&lt;/i&gt;” hanya ini jawaban yang kudapat saat bertanya tentang hubungan keluarga ini. Aku males mo ikut. Kawinan di desa paling ya gitu-gitu aja. Norak. Tapi di rumah ya mau ngapain. Gak ada yang bisa dilakukan ketika telinga serasa berdenging-denging tiada henti. Akhirnya iseng ambil kamera di tas dan berjalan di belakang Mbah menuju sumber musik yang dahsyat itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dengan segera aku sadar hal itu merupakan kesalahan fatal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Semua pria memakai peci dan kemeja batik. Para wanita memakai baju panjang dan kerudung. Aku yang memakai &lt;i style=""&gt;sackdress&lt;/i&gt; dengan panjang persis di atas lutut dengan segera terlihat seolah telanjang di keramaian itu. Semua mata melihat dengan tatapan heran, mencela, ingin tahu, gak suka, benci, dslb. Duh. Sadar diri, pelan-pelan aku bergeser ke pinggir, berusaha keras tidak menarik perhatian siapapun. Di dekatku hanya ada anak kecil umur 3 tahunan yang dengan serius mengumpulkan bungkus-bungkus rokok yang dibuang sembarangan. Kufoto anak itu. Kaget dia terkena lampu &lt;i style=""&gt;blitz&lt;/i&gt;. Hehehe...terkekeh girang aku melihat ekspresi kagetnya. Sensor usilku mulai terangsang. Kulambaikan tangan memanggil dia. Cowok kecil itu mendekatiku takut-takut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kunyalakan kamera dan ku kasih liat foto dia. &lt;i style=""&gt;Wrong move again!!&lt;/i&gt; Anak itu kaget melihat fotonya sendiri &lt;i style=""&gt;”tuwi tapa..tuwi titi”&lt;/i&gt;. Segera berlari masuk ke salah pintu dan memanggil ibunya. Mati aku. &lt;i style=""&gt;Piye&lt;/i&gt; nih? Sepersekian detik, tahu-tahu ibu si anak sudah berdiri di depanku dengan tatapan mata minta penjelasan. Aku cuma bisa sodorkan LCD kamera di depannya, tanpa bisa berkata apapun. Aku hampir lari ketika ibu itu berteriak histeris &lt;i style=""&gt;”Lho...lha lapo?? Fotone Ricky kok isa langsung dadi nang kono???&lt;/i&gt; (tengok kanan kiri) &lt;i style=""&gt;Lhee...delok tah. Iki lho fotone Ricky lhok’en”&lt;/i&gt;. Aku gemetar. Takut. Was-was. Menunggu reaksi sedemikian banyak orang yang berebut mengelus LCD kameraku yang memajang tampang si anak kecil. Kudengar lagi suara lain berkata &lt;i style=""&gt;”Mbak’e ki pinter’e. Poto kok isa langsung dadi. Jek’e kene, Mbak...aku dipoto kene”&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Seperti trik sulap masa dahsyat, mendadak aku jadi fotografer acara itu. Tiba-tiba aku disambut meriah di ruang manapun yang kumasuki. Aku tidak lagi telanjang. Rok mini tidak lagi dihiraukan. Tiba-tiba aku diterima masuk ruangan manapun. Tiba-tiba semua orang tersenyum ramah setiap kali aku lewat di dekat mereka. Tiba-tiba panggilan ’Mbak’ tidak lagi digunakan untuk mengacu pada setiap perempuan muda. Panggilan itu hanya untuk aku...untuk aku seorang!!! Setiap kali ada yang memanggil ’Mbak’, itu artinya aku harus siap mengarahkan kameraku pada sang pemanggil. Semua orang berebut memanggilku. Minta di&lt;b style=""&gt;p&lt;/b&gt;oto. Ritual setelah terpapar sinar &lt;i style=""&gt;blitz&lt;/i&gt;, beramai-ramai melihat LCD kamera, tergelak bareng. Setelah berjalan beberapa lama, kusadari korban yang barusan terpapar sinar &lt;i style=""&gt;blitz &lt;/i&gt;selalu mengeluh ketika melihat LCD &lt;i style=""&gt;”Lha lapo rupaku kok uwelek ngono?”&lt;/i&gt; Waduh!! Tergopoh-gopoh aku menawarkan &lt;i style=""&gt;”dipun baleni njih, Pak/Bu/Mas/Mbak/Mbah?”&lt;/i&gt; Dan jawaban yang kuterima selalu sama &lt;i style=""&gt;”Gak usah wis. Digae liyane ae, ngkok ndak pileme entek”&lt;/i&gt;. Tidak satu pun terpikir kalo kamera digital tidak pake &lt;i style=""&gt;pilem&lt;/i&gt;..hehehe. Dan mereka bergantian memuji betapa murah hatinya aku mengumbar foto. Huahahah... Bener-bener aku bersyukur bawa kamera ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pesta pernikahannya sendiri memang gak jauh dari dugaanku semula. Nuansa norak plus kampungan tak terhindarkan. Tapi ternyata sekaligus luar biasa hikmad, takzim, sederhana, mengesankan, mengharukan, lucu, dan ironis bercampur aduk. Kalo di tempat lain, kostum hitam putih biasa dipake untuk seragam ’pelayan’ yang mondar mandir antar makanan dan minuman, maka di desa ini, kostum ini naik pangkat sebagai baju pengantin pria. Para pelayan cukup lah berpakaian biasa saja, celana &lt;i style=""&gt;jeans&lt;/i&gt; dan kemeja lengan pendek milik masing-masing. Ada juga yang berdandan keren memakai semacam blazer seperti jaket almamater. Sesopan mungkin aku minta ijin mau foto logo yang ada di bagian ada. Ternyata...jas bekas PON XV!!! Dan jangan kaget, semua makhluk yang mondar mandir membawa nampan ini berjenis kelamin laki-laki. Betapa egalitas gender telah ditegakkan di desa ini...hahah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Aduuhh...bener-bener luar biasa. Bener-bener aku bersyukur sudah melewati semua kenorakan yang keren ini. Apalagi setelah merasakan prosesi pernikahan saudara keesokan harinya. Nuansanya kota abiess...gak ada bagus-bagusnya. Orang cuma datang buat kasih amplop, salaman dengan pengantin, makan, langsung pulang. Gak bagus. Kurang humanis. Kurang norak. Kurang keren. Beughh...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Hari ketiga perjalanan pulang. Sengaja ambil rute lain...tapi ternyata tetep makan waktu yang sama, 11 jam :D. Kalo yang ini sih gara-garanya kebangetan banged. Nyasar di kota sendiri!!! Huahaha...payah. Aku mang gak pernah naik angkot di kota sendiri. Eh, pernah ding...2x. Itu pun dengan wejangan detil dan rinci naik angkot kode tertentu, turun di tempat tertentu sesuai petuah. Malam itu masuk kota sudah jam 8.30. Sudah tergoda banget mau melakukan hal haram, telpon taksi. Tapi untung ada seorang bapak yang sok baik bilang mo naik angkot searah ma tujuanku. Yakin bisa dapat bantuan yang mungkin kuperlukan, nurut aja aku ngekor di belakang bapak itu...naik angkot yang dia naikin. Ternyata...gubrakkkk!!! Salah euy...lokasi terdekat yang bisa kucapai dengan angkot itu masi 3 kilometer dari rumah. Ggrrrhhh...mangkel aku. Semua tawaran becak ma ojeg gak kuhiraukan. Mo jalan aja...sampe rumah...sekalian gila. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Testing my own limits&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;, istilah kerennya. &lt;i style=""&gt;So&lt;/i&gt;, drama itu pun dimulai. Jalan kaki sendirian, malam hari, bawa &lt;i style=""&gt;travelling bag&lt;/i&gt; yang beratnya gak kurang dari 5kg, melewati beberapa pos ojeg (kebayang duonk apa aja yang diteriakkan mereka ke telingaku), pasar, deretan toko yang beberapa bahkan sudah tutup. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Satu kilometer pertama sih jalannya masih sok gagah. Gak kurang dari 7 motor berjalan melambat ketika melewatiku. 2 motor di antaranya bener-bener berhenti dan menawarkan tumpangan. Di atas motor kedua, bertengger sosok cakep, kulit bersih, muka santun, cara bicara halus. Menyakinkan deh pokoknya. Bukan tipikal cowok preman yang layak dicurigai. Eh?? Benarkan begitu? &lt;i style=""&gt;Tell u what&lt;/i&gt;...jangan pernah berpikir begitu, kawan. Lihatlah saja semua profil pembunuh berantai, pembunuh berdarah dingin, pelaku genosida, dan semua penjahat tingkat tinggi. Penampilan mereka bukanlah seperti yang sering dibayangkan orang...badan kekar, bertato, kasar, tidak sopan. Hohoho...justru kebalikan, semua penjahat tingkat tinggi berpenampilan seperti cowok kedua yang menawariku tumpangan. Hahaha...terlalu menggeneralisir yah. Iya sih...aku tau. Ini pasti akibat terlalu capek...mulai berhalusinasi :D. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Aduuhh...mulai kilometer kedua, langkahku mulai gak bagus lagi. Gak bisa lagi pura-pura sok gagah, apalagi sok seksi. Tali &lt;i style=""&gt;travelling bag&lt;/i&gt; terasa mengiris pundak. 500 meter menjelang rumah, langkah kaki bener-bener dah diseret. Masuk rumah langsung lepas sepatu...kedua jari kelingking kaki lecet di sisi luarnya. Buka baju...daging pundak melesak masuk beberapa milimeter dengan lebar yang persis sama dengan lebar tali &lt;i style=""&gt;travelling bag&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Oohhh...&lt;i style=""&gt;home sweet home&lt;/i&gt;...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-3041409156437707892?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/3041409156437707892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=3041409156437707892&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3041409156437707892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3041409156437707892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/08/kawin-yuuukk.html' title='Kawin yuuukk...'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-565616401767975784</id><published>2008-08-11T23:40:00.000+07:00</published><updated>2008-08-11T23:41:04.189+07:00</updated><title type='text'>Perdana</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sekarang yah…duit 10 ribu aja udah bisa beli nomor kartu perdana buat hape. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Jadi inget jaman aku beli kartu perdana tahun 1999...mahalnya booow!!! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Buat nebus nomornya aja musti rela keluar duit ratusan ribu. Belum lagi buat nebus pulsa ratusan ribu yang udah terlanjur nempel di nomor itu. Semua itu masi ditambah musti punya &lt;i style=""&gt;channel&lt;/i&gt; orang dalam Telkomsel buat indent. Untung waktu itu punya temen yang sodaranya kerja di Telkomsel. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kalo gak punya &lt;i style=""&gt;channel&lt;/i&gt; orang dalam??...gak janji dyeh...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sekarang sih enak...semua orang bisa beli nomor perdana seenak udel. Mo ganti tiap hari juga bisa. Meski bukan berarti gak ada dampak buruknya juga. Paling sebel kalo ada temen yang punya nomor seabrek tapi hape-nya cuma atu. Gak pernah bisa tau nomor mana yang lagi nancep. Mo sms aja musti cek dulu nomor mana yang lagi aktif. Pake nelpon pula. Mo ngirit malah jadi ngorot kan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Yang paling parah...lom lama ini aku salah input data di &lt;i style=""&gt;phonebook&lt;/i&gt;. Nama ma nomor hape ketuker-tuker. Padahal 2 co ini sama-sama sering telpon aku, hampir tiap hari :D. Tipe suara sih beda abis, tapi kadang sok gak sadar kalo lagi ketuker. Soalnya gak ngira sama sekali hal kayak gini bisa terjadi ke aku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Sok yakin ngrasa tipe yang lumayan teliti kalo soal ginian. Gak habis pikir gimana bisa ketuker-tuker kayak gini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Akhirnya sih terbongkar juga setelah gak ’nyambung’ terus sampe lumayan lama...hahaha. Kadang si A telpon (pake nomor kantor) malam hari di luar jam kantor...padahal aku tau A gak pernah lembur di kantor. Ternyata mang yang telpon B...yang &lt;i style=""&gt;notabene&lt;/i&gt; lebih sering lembur dibanding pulang kantor tepat waktu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pokoknya gitu dyeh...sempat bingung beberapa lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Untung lom lama ini dapat wangsit kenapa A ma B bisa ketuker. Berhari-hari gak bisa ngerti kenapa aku bisa sebego ini salah input data di &lt;i style=""&gt;phonebook&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Baru sadar kenapa bisa salah...setelah inget ternyata aku punya ponakan yang namanya gabungan B+A =))&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Aduh aduh...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-565616401767975784?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/565616401767975784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=565616401767975784&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/565616401767975784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/565616401767975784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/08/perdana.html' title='Perdana'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-7716562107613852609</id><published>2008-08-11T21:57:00.001+07:00</published><updated>2008-08-11T21:58:58.580+07:00</updated><title type='text'>Karimunjawa Part II...???</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Gak tau nih. Mangkelnya gak mo ilang-ilang. Masi aja mangkel sampe sekarang. Critanya kan Sabtu kemaren tuh mo Karimunjawa (lagi) ma temen2. Dah seneeeng banget. Ngebayangin tar snorkeling lagi, liat terumbu karang yang keren banget tuh. Ato mungkin tar mo nekad renang ma hiu lagi. Naik kapal kaca. Pengen nyasar ke Kura-Kura Resort juga...katanya salah satu temen di Jogja sih, layak kunjung. Pokoknya mo nyoba apa aja yang gak kesampean gara-gara cuaca buruk pas kunjungan pertama dulu. Pulang pastinya dengan ati puas banget...bakal nulis di blog lagi soal Karimunjawa. Dengan judul gede-gede pastinya KARIMUNJAWA PART II. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Jumat malem dah &lt;i style=""&gt;packing&lt;/i&gt; ala kadarnya. Bukan karena gak semangat mo liburan, tapi memang aku selalu bingung kalo dah sampe acara &lt;i style=""&gt;packing&lt;/i&gt; gitu. Mo bawa apa lagi nih. Kok kayaknya semua dah masuk tas. Ransel sih, tapi imut. Lha...kalo temen-temen tuh biasanya pada bawa apa yah...pake ransel gede, menggembung padet :-? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Gak tau deh. Pokoknya kayaknya semua dah masuk...yang penting sekarang tidur nyenyak, besok bangun pagi-pagi, siap menyongsong liburan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sabtu pagi....&lt;b style=""&gt;GUBRAKKKK&lt;/b&gt;!!!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Boro-boro liburan....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Masuk area pelabuhan Tanjung Mas langsung disambut berita duka. Kapal gak jadi berangkat ke Karimunjawa!!! Whuaaa huaa huaaa.......piye toh?? Yang bener aja dyeh... Maksud apa???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pak Purwanto sampe bingung dirubung para fans yang nuntut penjelasan, tanggung jawab, ganti rugi, apapun...untuk melampiaskan kemarahan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Yang bersangkutan dengan sabar berusaha menjelaskan kalo ombak lagi gede, gelombang lagi tinggi, blablabla...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;”Lha wong ini aja cuaca cerah, laut tenang-tenang aja kayak gini kok???!”, suara galak seorang bapak2. Aku dah takut aja bentar lagi suara ini akan bercampur geraman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;”Iya, Pak...di sini kayaknya memang tenang-tenang aja. Tapi di laut lepas, ombak lagi gede nih. Syahbandar gak kasih ijin kapal berangkat”, pak Pur mule putus asa cari kambing hitam, entah sapa yang dimaksud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tapi tadi pas di perjalanan dari rumah menuju pelabuhan memang ada temen sms, ada berita Laut Jawa lagi bahaya. Tadi sempat baca sekilas juga di Suara Merdeka, BMG Stasiun Klimatologi Semarang menyatakan kecepatan angin di laut mencapai 20-30 knot (apapun artinya), tinggi gelombang laut mencapai 3m (percaya deh, kalo yang ini aku tahu banget...secara dah pernah dinaikturunkan ma gelombang jenis ini pas ke Karimunjawa part 1).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Haduh haduh...piye ya ini? Bingung banget... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kasian Rob, temen Nina yang dari Amrik tuh. Jauh2 datang ke Indonesia, gak bisa sampe Karimunjawa. Gak mungkin trip ini diundur minggu depan. Keburu dideportasi, katanya. Duh...kasian Ahmed juga tuh. Dah bela-belain bawa kamera lengkap ma tripodnya. Kasian Olip juga. Part 1 dulu batal ikut gara-gara urus Bobby sakit....eeee, part 2 batal lagi gara2 ombak gede. Nina ma aku cuma bisa celingukan bingung. Yang paling sante...teuteup Nining duonk. Wajahnya hampir gak keliatan gara2 terlalu konsentrasi menikmati brownies kukus yang tadinya kurencanakan buat pesta di kapal. Cuma sesekali wajah berminyaknya mendongak melancarkan pandangan heran melihat kenapa kami pada ngamuk-ngamuk gak jelas. Berbahagialah kau, Ning...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Setelah semua mulai bisa tarik nafas normal, tiba-tiba Nining (akhirnya) buka mulut : ”Telpon rumah minta dijemput, Lip. Aku mo maen ke rumahmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Weleh...kok aku ngerasa familiar ma kalimat ini yah. Di mana pernah denger ya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Huahaha....inget inget!!! Ini kalimat guru sekolah mingguku waktu cerita tentang Yesus mo makan di rumah Zakeus.....huahaha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Meski jadi absurd juga kalo aku ngeliat sosok Olip yang menjulang gak kurang dari 170cm...sama sekali gak mirip sosok Zakeus di imajinasiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Akhirnya...bagai prajurit kalah perang, dengan lemas kami berjalan keluar dermaga...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Nasib...nasib...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-7716562107613852609?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/7716562107613852609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=7716562107613852609&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7716562107613852609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7716562107613852609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/08/karimunjawa-part-ii.html' title='Karimunjawa Part II...???'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-8538510151336942990</id><published>2008-06-25T02:30:00.001+07:00</published><updated>2008-06-25T02:39:44.448+07:00</updated><title type='text'>Pancaroba</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kata orang sih sekarang lagi musim pancaroba. Definisi yang kuterima waktu sekolah di SD, tuh peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau dan &lt;i style=""&gt;vice versa&lt;/i&gt;. Masi tetep gak jelas apa hubungan nama musim ini dengan pemilihan leksikon &lt;i style=""&gt;panca &lt;/i&gt;yang berarti ‘&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;’ itu. Definisi yang diperoleh ketika sudah dewasa, ternyata pancaroba juga bisa berarti musim penyakit. Dah gak terhitung banyaknya teman yang batuk-batuk, mule dari batuk kering dengan &lt;i style=""&gt;back sound&lt;/i&gt; yang membuat miris, mpe batuk berdahak yang mengeluarkan suara-suara menjijikan. Semua ini belum termasuk acara hidung meler yang mengeluarkan lendir bening encer mpe yang kental kehijauan *yaks*. Dah!! Pokoknya cuma bisa berharap gak bakal ketular penyakit-penyakit kutukan ini. Berusaha dopping CDR plus cepet-cepet konsum FG kalo asap rokok dah mule bikin tenggorokan gatal dan susah nelan ludah sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Toh semua usaha ini akhirnya gagal gara-gara &lt;i style=""&gt;weekend&lt;/i&gt; kemaren melek mpe pagi. Mule dari nonton &lt;i style=""&gt;Death Sentence&lt;/i&gt; (yang ternyata jelek), liat live music, masi dilanjut nobar &lt;i style=""&gt;Euro Cup&lt;/i&gt; Belanda-Rusia. Kekalahan telak Belanda dari Rusia makin melengkapi penderitaan. Sebel…bisa-bisanya tuh loh, Belanda kalah ma Rusia. Pada lagi mabok apa gimana seh??? Masuk rumah dah jam 5 pagi. Rencana yang disusun selama di jalan untuk langsung nyerang bantal begitu masuk kamar ternyata gak bisa berjalan mulus. Insom kumat. Badan dah brasa remuk, mata berat, tapi otak tetep ngeyel gak mo istirahat meski kepala dah dipaksa nyungsep ke bantal. Sebelum lelap masi sempat liat jam…weks, dah jam7!! Untung minggu ini bebas tugas, moga-moga bisa tidur mpe siang. Toh tetep aja harapan ini cuma jadi impian. Jam 8 bangun gara-gara hape jerit-jerit. Salah satu sepupu masuk RS karena muntah darah. Walah…jadi sok sibuk urus &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sini. Acara tidur gagal total. Tenggorokan makin brasa seret.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kalo dah kek gini, aturan tidur banyak nih. Makan banyak (heheh…yang ini sih dah tiap hari kaleee :D), minum air putih banyak…biar tenggorokan cepet lancar dan gak berlanjut pake acara demam segala. Sayangnya, justru ne masa-masa sok sibuk. Bos minta evaluasi tengah tahunan, kuliah lagi musim ujian akhir semester, masi ditambah persiapan ujian proposal tesis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Weleh2...gak sabar lagi nunggu bulan Agustus datang, saat semua beban ini bakal ilang (meski cuma sementara…huaaa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-8538510151336942990?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/8538510151336942990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=8538510151336942990&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8538510151336942990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8538510151336942990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/06/pancaroba_2133.html' title='Pancaroba'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-3033382035025543437</id><published>2008-06-09T22:06:00.000+07:00</published><updated>2008-06-09T22:09:28.250+07:00</updated><title type='text'>Senior…</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Punya bengkel langganan nih. Yang &lt;i style=""&gt;in charge &lt;/i&gt;sekarang dah generasi kedua keluarga itu. Dan semua orang bilang kalo si anak nih gak kalah jujur dibanding bapaknya. Gak suka boongin &lt;i style=""&gt;customer &lt;/i&gt;soal ongkos servis, &lt;i style=""&gt;spare part &lt;/i&gt;yang harus diganti, dll. Enaknya lagi, kalo mobil lagi ngadat, tinggal telpon aja, ybs bakal datang ke rumah, ambil mobil, dibawa ke bengkelnya, dan anter balik ke rumah kalo dah beres. Keren banget &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Saking percayanya ma orang ni, ketika butuh beli mobil sementara dana mefet, aku pesan aja ma bengkel langganan ini buat carikan mobil &lt;i style=""&gt;second &lt;/i&gt;(benernya sih aku udah &lt;i style=""&gt;third hand, &lt;/i&gt;sok latah aja ikut orang2 omong &lt;i style=""&gt;seken…seken…&lt;/i&gt;) yang sesuai ma &lt;i style=""&gt;budget&lt;/i&gt; dan minta dipastikan kalo mesinnya masi bagus. Singkat cerita, akhirnya orang bengkel ni kasi tau kalo dah nemu mobil sesuai yang kuminta. Kasi nomer telpon yang jual mobil buat nego harga, proses transfer duit, dsb. Hasil telpon…harga gak bisa dinego lagi. Yawdah, terpaksa harus langsung transfer duit aja. Anehnya, ybs justru ragu-ragu pas aku minta nomer rekening banknya. Jadi mikir…jangan2 suaraku ada mirip ma orang2 yang suka melakukan penipuan lewat telpon yah…:-?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Akhirnya dikasi nomer rekening juga, setelah dengan beragam prolog yang bikin bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Penjual&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: Warna catnya abu-abu metalik lho, mbak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;: Ok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Penjual&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: Udah dikasih tau?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;: Belom sih. Tapi gak papa kok, Pak. Udah dikasi tau kalo mesin masi bagus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Penjual&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: Tapi mau &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; warna abu-abu metalik???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;: Iya, gak papa *&lt;i style=""&gt;d’oh…masi curiga juga kekna&lt;/i&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Mungkin memang aneh yah transfer uang buat beli mobil tanpa berusaha nanya warna catnya…heheh…gak tau juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Singkat cerita lagi, ne dah hampir 2 tahun mobil itu nemenin aku kemana-mana. Jadi saksi bisu beragam peristiwa di sekitarku. Dan selama itu, gak ada kerusakan &lt;i style=""&gt;major &lt;/i&gt;menyangkut mesin. Satu bukti lagi buat kejujuran bengkel langganan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sehari-hari, aku ma temans sering makan di kafe langganan. Sering banget nongkrong di situ. Bukan masalah apa2…tempatnya deket ma kampus, ada fasilitas hotspot (mahasiswa dikasi koneksi internet gratis??? Mau bangeettt :D), &lt;i style=""&gt;ice cream&lt;/i&gt;nya &lt;i style=""&gt;home made, &lt;/i&gt;enak banget. Makanannya sih &lt;i style=""&gt;so so, &lt;/i&gt;lumayan aja. Pendek kata, &lt;i style=""&gt;as a whole package, &lt;/i&gt;tu tempat enak banget buat nongkrong. Tempatnya kek rumah biasa aja, punya halaman yang gak begitu luas. Nah, di halaman itulah ditata beberapa set meja kursi nyaman buat kongkow. Kadang mpe betah berjam-jam sambil bahas tugas kuliah tanpa kuatir diusir ma yang jaga. Entah mang punya kebijakan gitu, ato gak enak aja mo ngusir karena kita dah kek pelanggan tetap aja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Satu hari –seperti hari2 yang lain :D--, kita gi kongkow di kafe andalan. Tiba-tiba, sekonyong-konyong, &lt;i style=""&gt;suddenly…&lt;/i&gt;muncul cewek yang lumayan kekar. Begitu masuk halaman kafe, ybs langsung dengan sangarnya nanya2 ke semua orang “Sapa yang bawa mobil (*&lt;i style=""&gt;dia sebut 1 merk mobil&lt;/i&gt;*)?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Waduh, kok sama ma mobilku yah…dapa nih?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Aku masih diem aja di tempat menunggu tibanya saat2 interogasi. Akhirnya sampe juga cewek itu ke mejaku…terpaksa jujur dengan rada gemetar ketakutan campur penasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;: Iya, mobil saya, Mbak. Dapa ya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Si mbak&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: Enggak…cuma mo nanya aja. Dah bayar pajaknya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;: Ha?? Udah kok…napa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Si mbak&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: Mang gak perlu pake KTP yah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;: Pake kok. Mang dapa sih? *&lt;i style=""&gt;mule ilang sabar&lt;/i&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Si mbak&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: Enggak…dulu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; itu mobilku. Kali aja butuh KTP buat bayar pajak, bisa kupinjemin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku ma temen ketawa ngakak gak abis2…duuh Mbak, ternyata maksudnya baik toh. Dari sudut mata masi bisa liat orang-orang di sekitar ikutan buang nafas lega. Hanya gara2 ybs punya &lt;i style=""&gt;body&lt;/i&gt; Rambo bikin orang sekafe salah kira. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Lagian, aku sama sekali gak ngira bakal ketemu ma ‘senior’ di tempat ini..heheh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-3033382035025543437?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/3033382035025543437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=3033382035025543437&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3033382035025543437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3033382035025543437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/06/senior_09.html' title='Senior…'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-115155860401829757</id><published>2008-06-08T22:53:00.001+07:00</published><updated>2009-08-25T04:22:55.813+07:00</updated><title type='text'>What’s in a name?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Boleh aja Shakespeare bilang “&lt;i style=""&gt;What’s in a name?&lt;/i&gt;” yang kesannya meremehkan arti sebuah nama. Kenyataannya, banyak orangtua memberi nama anaknya berdasarkan nama-nama tokoh terkenal dengan harapan kelak si anak akan jadi tokoh besar juga sebagaimana nasib tokoh yang namanya dipinjam. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; juga yang memberi nama yang mensuratkan doa orangtua terhadap anaknya seperti Sholehah dengan harapan anaknya akan menjadi wanita yang memiliki pribadi dan kelakuan sesuai dengan ajaran agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Setelah melakukan &lt;i style=""&gt;survey&lt;/i&gt; kecil-kecilan, ternyata nama seseorang tidak hanya merupakan simbol harapan dan doa dari orangtua. Banyak juga nama yang berfungsi sebagai pengingat terkait dengan waktu, kejadian, lokasi, peristiwa, dll yang melingkupi proses kelahiran si anak. Nama salah satu teman, Regi, ternyata sama sekali bukan kependekkan dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Regina&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sebagaimana diduga selama ini. Regi yang ini ternyata berasal dari nama hari kelahirannya REbo leGI, yang dengan sengaja diabadikan oleh orangtuanya sebagai nama anak karena merasa susah mengingat &lt;i style=""&gt;weton&lt;/i&gt;. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; juga teman lain yang bernama Angel. Walah…selama ini kita dah ngiri aja dengan nama keren yang artinya ‘malaikat’ ini. Setelah dilakukan investigasi ala kadarnya, terungkap fakta bahwa nama ini ternyata juga tidak memiliki makna sebagaimana yang dicurigai. Nama Angel ini diambil dari bahasa Jawa yang berarti ‘sulit’ karena si ibu merasa kesakitan luar biasa saat proses kelahiran anak yang memakan waktu lama dan masih mendapat bonus kasus penyulitan. Teman berikutnya yang bernama Febri, mendapat nama ini karena orangtua ybs kuatir sewaktu-waktu lupa bahwa anaknya lahir di bulan Februari. Anehnya, memasuki masa kuliah, Febri yang manis ini justru dengan sok imutnya melakukan tindak pemaksaan semi &lt;i style=""&gt;anarkhis&lt;/i&gt; minta dipanggil Peppy…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ternyata lika-liku sebuah nama menarik juga buat diamati. Apalagi sekarang makin banyak teman yang sudah menikah dan mulai membuat bibit-bibit manusia baru (seolah planet ini masih kurang padat aja). &lt;i style=""&gt;Trend&lt;/i&gt; yang berkembang, nama anak dibuat sepanjang mungkin. Seolah tidak mau kalah dengan artis cantik &lt;span style=""&gt;Tamara Blezinsky yang konon kabarnya punya nama asli berderet sampai tujuh kata.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;Polling&lt;/i&gt; yang disebar sembarangan menghasilkan data bahwa orangtua jaman sekarang cenderung menamakan anaknya sepanjang 5 kata. Yang lebih &lt;i style=""&gt;katrok&lt;/i&gt;, nama-nama yang digunakan ternyata banyak mengambil nama tokoh-tokoh telenovela yang menjadi idola orangtua. Jangan kaget kalau melihat daftar absen di suatu kelas di suatu Sekolah Dasar dan menemukan nama Juliette Margaretha Maria Paula Dorantes. Weleh2…dah brasa kayak di Amerika Latin gak sih? Padahal kedua orangtua asli &lt;i style=""&gt;wong&lt;/i&gt; Jawa. Fakta serupa juga terjadi di depan mata penulis. Tetangga depan rumah yang barusan melahirkan nekad memberi nama anaknya Daniel dst dst meski yang bersangkutan beragama Islam. Beberapa tetangga sambil guyon kasih tau kalau nama itu adalah nama salah satu nabi di Alkitab, tapi &lt;i style=""&gt;teuteup&lt;/i&gt; aja ybs &lt;i style=""&gt;keukeuh&lt;/i&gt; dengan nama itu karena pengen anaknya punya tampang cakep seperti tokoh telenovela idolanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Di tengah carut-marut kekacauan yang tiada &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt; ini, untunglah masih ada oase yang bisa diandalkan. Salah satu teman nekad melawan arus ini dengan cara memberi nama sependek-pendeknya untuk anaknya. Dua tahun lalu ketika anak pertama (yang kebetulan cowok) lahir, kedua orangtua sepakat memberi nama &lt;b&gt;J&lt;/b&gt;. Yak, betyul…hanya 1 huruf, &lt;b&gt;J&lt;/b&gt;. Bahkan saking mantepnya, akte kelahiran pun segera diurus dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Setelah akte kelahiran beres, maka hari-hari berikutnya dilalui kedua orangtua dengan suasana mencekam penuh teror, intimidasi, ultimatum, ancaman, kritik, saran, dll dari kedua belah pihak keluarga. Setelah suasana &lt;i style=""&gt;chaos&lt;/i&gt; ini berlangsung selama 40 hari, maka runtuhlah benteng pertahanan orangtua. Mereka &lt;i style=""&gt;sowan &lt;/i&gt;lagi ke kantor Catatan Sipil untuk mengurus akte kelahiran baru dan mengganti nama keren &lt;b&gt;J &lt;/b&gt;menjadi Zidane Pratama sesuai dengan nama belakang si plontos cakep idola sang bapak. Dan damai pun turun di bumi... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Toh gak mungkin mengharapkan kedamaian ini akan berlangsung abadi. Tiga minggu yang lalu, anak kedua yang kebetulan cewek lahir. Dengan jantung &lt;i style=""&gt;dagdigdug&lt;/i&gt;, harap-harap cemas aku menunggu gebrakan sepasang orangtua idolaku ini. Dan dugaanku tidak salah!! Dengan suara lantang, para pejuang ini memproklamirkan nama anak kedua mereka adalah &lt;b&gt;V&lt;/b&gt; (gosshhh…moga2 gak ada hubungannya ma Miss V). Mereka bahkan sudah sesumbar gak akan mengulang kesalahan yang sama dengan takluk pada intimidasi keluarga besar. Segala macam alasan, tameng, jampi-jampi, sogokan, amplop, parcel, angpao, …apapun, telah disiapkan untuk melawan segala macem teror yang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Aku cuma bisa berharap semoga mereka diberi kekuatan dan kemampuan untuk melewati masa suram ini sampai lewat masa kritis 40 hari…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-115155860401829757?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/115155860401829757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=115155860401829757&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/115155860401829757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/115155860401829757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/06/whats-name.html' title='What’s in a name?'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-4388933724248849662</id><published>2008-06-02T10:10:00.000+07:00</published><updated>2008-06-02T10:11:20.656+07:00</updated><title type='text'>Another proof?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Masih perlu bukti lebih lanjut terkait pentingnya kesetaraan jender???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tulisan di bawah ini aku salin dari Kilasan Kawat Sedunia, Harian Kompas (31 Mei 2008) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Washington&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Isu soal siapa yang lebih hebat, anak laki-laki atau anak perempuan, masih saja mejadi perdebatan seru. Dalam sebuah studi yang dirilis Kamis (29/5), ditemukan bahwa anak laki-laki mengalahkan anak perempuan dalam soal matematika. Jangan khawatir, itu hanya terjadi dalam komunitas di mana kesetaraan jender masih menjadi persoalan. “ Dalam masyarakat yang lebih setara, anak perempuan sama pandainya dengan anak lak-laki dalam matematika”, kata Paolo Sapienza, profesor di Kellogg School of Management Northwestern University. Sapienza menganalisis hasil tes pada Program Penilaian Pelajar Internasional yang diberikan kepada anak-anak berusia 15 tahun di seluruh dunia setiap tiga tahun. Dari 40 negara yang diuji, Islandia adalah satu-satunya negara di mana anak perempuan bisa mengalahkan anak laki-laki di bidang matematika. Dalam studi itu, hasil tes di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menunjukkan anak perempuan hampir sama hebat dengan anak laki-laki soal matematika. Kebalikannya, di bidang membaca, hampir di setiap negara, anak perempuan mengalahkan anak laki-laki. Di negara dengan kesetaraan jender, kesenjangan itu bukannya mengecil justru lebih besar. “Di komunitas di mana kesetaraan sudah dikenal, gap bidang matematika menghilang, tetapi gap kemampuan membaca justru lebih besar”, kata Sapienza. Jadi, siapa lebih hebat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kesimpulanku…andai di semua negara terjadi kesetaraan jender, maka perempuan dan laki-laki akan sama pintar dalam hal matematika, dan perempuan akan jauh lebih pintar dalam hal membaca dibanding laki-laki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Pada situasi dan kondisi yang kondusif seperti ini, kira-kira dalam hal apa laki-laki bisa lebih pintar dibanding perempuan?? ;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-4388933724248849662?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/4388933724248849662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=4388933724248849662&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4388933724248849662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4388933724248849662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/06/another-proof.html' title='Another proof?'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-2340260637143292663</id><published>2008-06-02T09:48:00.002+07:00</published><updated>2008-06-02T10:13:45.691+07:00</updated><title type='text'>FOBIA</title><content type='html'>&lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 2.25pt; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 2.25pt; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebagai seseorang yang punya fobia, aku berusaha mencari   beberapa sumber-sumber yang membahas tentang hal ini. Banyak teman yang gak   tau kalo aku punya fobia. Males aja mo crita. Yang ada, kalo gak diejekin,   lebih parah malah digodain pake barang yang aku takutkan itu. D’oh…&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;cape&lt;/st1:placetype&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;dyeh&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt;.   Pada gak tau apa, kalo tindakan seperti itu sama sekali gak bantu pecahkan   masalah, justru bikin taraf fobia bisa meningkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;So&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;, di bawah ini adalah   beberapa tulisan yang kupikir mungkin bisa bantu aku dan orang-orang lain   yang juga punya fobia. (Sumber asli tetap kucantumkan, sapa tau pengen baca2   lebih lanjut)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Fobia adalah kecemasan yang luar biasa, terus   menerus, dan tidak realistis, sebagai respon terhadap keadaan eksternal   tertentu. Penderita biasanya menghindari keadaan-keadaan yang bisa memicu   terjadinya kecemasan atau kalau tidak bisa menghindar, akan menjalaninya   dengan penuh tekanan. Penderita menyadari bahwa kecemasan yang timbul adalah   berlebihan dan karena itu mereka sadar bahwa mereka memiliki masalah. (&lt;a href="http://www.medicastore.com/cybermed/detail_pyk.php?idktg=5&amp;amp;iddtl=253"&gt;http://www.medicastore.com/cybermed/detail_pyk.php?idktg=5&amp;amp;iddtl=253&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 2.25pt; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beberapa contoh fobia adalah takut gelap (&lt;i style=""&gt;achluophobia&lt;/i&gt;), tempat umum atau   keramaian (&lt;i style=""&gt;agoraphobia&lt;/i&gt;), bawang   putih (&lt;i style=""&gt;alliumphobia&lt;/i&gt;), petir (&lt;i style=""&gt;brontophobia&lt;/i&gt;), muntah (&lt;i style=""&gt;emetophobia&lt;/i&gt;), sayuran (&lt;i style=""&gt;lachanophobia&lt;/i&gt;), musik (&lt;i style=""&gt;melophobia&lt;/i&gt;), atau hujan (&lt;i style=""&gt;ombrophobia&lt;/i&gt;). Juga banyak yang   unik-unik lainnya seperti takut pada perempuan cantik (&lt;i style=""&gt;venustraphobia&lt;/i&gt;), orang jelek, ayam, sumpit, warna putih, dan   lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Fobia tidak hinggap begitu saja bagai nyamuk yang   menggigit. Awal seseorang menderita fobia bisa berasal dari pengalaman tidak   enak mengenai sesuatu sehingga persepsinya terhadap hal atau benda itu   menjadi negatif. Fobia bisa terjadi dari proses belajar di masa kanak-kanak   atau mengimitasi ketakutan orang-orang di sekitarnya. Misalnya karena ayah takut   kecoa, anak juga takut kecoa. Selain itu, pengaruh budaya juga besar   perannya. Contohnya, karena suatu budaya tidak menerima kaum homoseksual   secara radikal, timbul rasa takut kepada kaum homoseksual atau &lt;i style=""&gt;homophobia&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tak   bisa disangkal, banyak penderita enggan mengikuti terapi karena takut harus   bersentuhan dengan benda atau situasi yang menakutkannya. Akan tetapi,   persentuhan tidak berlangsung begitu saja. Misalnya mereka yang takut kucing,   secara bertahap didekatkan dengan kucing. Misalnya dari jarak beberapa meter   dulu, makin lama makin dekat, sampai ia berani mengelus dan mendapati sesuatu   yang positif dari kucing tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Cara   lain, dengan &lt;i style=""&gt;hypnoterapy&lt;/i&gt; yang pada   dasarnya adalah penyembuhan dengan mengubah persepsi seseorang terhadap   sesuatu. Persepsi, perasaan, pikiran, pengalaman, semuanya berasal dari apa yang   disebut pikiran bawah sadar yang mengontrol 90% kehidupan kita setiap hari.   Proses mengubah persepsi tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa fase yang   harus dilewati untuk penyembuhan secara menyeluruh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Fase   pertama disebut sebagai fase sugesti langsung. Klien dilatih untuk masuk ke   kondisi yang sangat nyaman, seperti orang setengah tidur. Dalam kondisi itu,   diberikan sugesti untuk meringankan sindrom atau masalah yang dihadapinya. Fase   kedua adalah fase &lt;i style=""&gt;age regression&lt;/i&gt;.   Pada fase ini klien diajak menyusuri kembali ingatannya sampai ke pertama   kalinya masalah atau simptom itu muncul. Ini biasanya akar permasalahan. Fase   ketiga dan keempat adalah fase untuk klien meluruskan persepsi mengenai   orang-orang yang terlibat dalam permasalahannya. Proses ini merupakan proses   memaafkan orang lain dan memaafkan diri sendiri. Jika proses ini sudah   dilewati, penderita biasanya akan sembuh total. Dengan terapi apa pun,   penyembuhan fobia memerlukan waktu. Lamanya sangat bergantung pada derajat   ketakutan, tekad untuk sembuh, serta sikap yang kooperatif pasien. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sikap lingkungan juga sangat membantu   kesembuhannya. Sikap menggoda atau menjahili penderita fobia akan memperparah   kondisinya. Karena kita bukan terapis, setidaknya kita bisa membantu penderita   fobia dengan tidak menjahilinya. (&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=20492"&gt;http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=20492&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Fobia yang paling umum ditemukan –terutama di kalangan perempuan—adalah fobia terhadap ular. Secara umum ular dianggap sebagai binatang berbisa yang mematikan. Memang benar beberapa jenis ular sangat berbisa dan mematikan. Namun demikian, pada kenyataannya hampir 90% dari seluruh &lt;i style=""&gt;species&lt;/i&gt; ular adalah tidak berbisa. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang kelihatan seperti ular berbisa padahal sebenarnya tidak, misalnya ular sanca hijau (chondropython viridis).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Apabila fobia didasari alasan rasional seperti takut dipatuk atau takut akan efek buruk bisa ular, maka fobia semacam ini akan lebih gampang diatasi. Pengetahuan yang memadai tentang jenis2 ular –yang berbisa dan yang tidak berbisa--, cara memegang ular / menangani ular, dan P3K terhadap gigitan ular berbisa agaknya sudah cukup untuk mengatasi fobia jenis ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Latihan yang diperlu dijalani lumayan panjang dan sulit. Langkah pertama : pemberian pengetahuan tentang jenis-jenis ular yang berbisa dan tidak berbisa. Langkah kedua : mulai belajar teori memegang ular (untuk langkah awal, pilihlah ular yang kecil, jinak, dan tidak berbisa). Mulailah sering-sering memperhatikan dan secara perlahan mencoba mengelus sisiknya. Ulangi langkah kedua ini secara berulang-ulang dengan semakin meningkatkan jenis ular berdasarkan level bisanya. (&lt;a href="http://www.satwaunik.com/informasi-umum/snake-fobia/"&gt;http://www.satwaunik.com/informasi-umum/snake-fobia/&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-2340260637143292663?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/2340260637143292663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=2340260637143292663&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2340260637143292663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2340260637143292663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/06/fobia.html' title='FOBIA'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-6417787074495525224</id><published>2008-06-02T08:53:00.000+07:00</published><updated>2008-06-02T08:54:08.448+07:00</updated><title type='text'>INTROVERT</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Saya membaca tulisan menarik ini dari &lt;a href="http://watung.org/2007/01/27/introvert/"&gt;http://watung.org/2007/01/27/introvert/&lt;/a&gt; yang di &lt;i style=""&gt;upload &lt;/i&gt;lebih dari setahun yang lalu (27 Januari 2007). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Saya sendiri tidak merasa sepenuhnya introvert…saya masih bisa menikmati berkumpul dan bercanda dengan banyak teman. Meski demikian, kadang saya merasa perlu juga menikmati kesendirian…dengan segala pikiran yang ada saat itu, tanpa kehadiran orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Tulisan ini sangat menginspirasi saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tulisan yang menarik, dan sangat populer, dari Jonathan Rauch, menceritakan pengalaman pribadinya sebagai seorang introvert dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupannya. Diterjemahkan dari artikel &lt;i style=""&gt;Rauch&lt;/i&gt; di &lt;i style=""&gt;The Atlantic Monthly, Caring for Your Introvert&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;* * *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Pernah tahu tentang seseorang yang perlu menyendiri, berjam-jam tiap harinya? Yang gemar mengobrol tentang ide-ide, tentang perasaan? Yang kadang-kadang bisa mempresentasikan sesuatu dengan hebat di hadapan banyak orang, tapi begitu canggung saat berada di kelompok yang lebih kecil? Yang musti ditarik-tarik untuk datang ke pesta, lalu perlu seharian penuh untuk ‘penyegaran kembali’?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Apakah kita menjulukinya ‘orang serius’, atau bertanya kepadanya ‘eh, kamu sakit ya’? Menganggapnya penyendiri, sombong, dan tak sopan? Yang kita musti berjuang keras hanya untuk mengajaknya keluar?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Bila jawaban kita ‘ya’, besar kemungkinan kita telah bertemu dengan seorang introvert — dan rupanya kita tidak memperlakukannya dengan baik. Sains telah belajar banyak tentang perilaku dan kebutuhan orang-orang introvert. Sains menemukan misalnya, lewat pemindaian otak, bahwa introvert memproses informasi dengan cara yang berbeda dari orang-orang umumnya. Introvert bisa jadi orang yang biasa saja, tapi mereka juga adalah salah satu kelompok masyarakat yang paling kerap disalahpahami dan dirugikan di Amerika, dan mungkin juga di dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Saya tahu itu. Nama saya Jonathan, dan saya seorang introvert.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Oh, bertahun-tahun saya mencoba mengingkarinya. Saya toh pada akhirnya bisa bergaul. Saya bukannya pemurung, atau tidak suka dengan orang. Pada dasarnya, saya jauh dari pemalu. Saya memang menyukai obrolan panjang tentang pemikiran yang mendalam, tentang eksplorasi hal-hal yang menarik. Tapi paling tidak saya memiliki kepercayaan diri, dan pergi keluar dengan teman-teman. Dengan cara inilah saya bisa lepas dari stereotipe dan kesalahpahaman yang menyakitkan. Dan kini, saya ingin menjelaskan apa yang musti kita ketahui, dalam memahami anggota keluarga kita, teman, atau sejawat yang introvert. Ingat, seseorang yang kita kenal baik, yang kita hormati, bisa jadi seorang introvert, dan bisa jadi pula kita akan ‘menyiksanya’ bila kita tak paham beberapa tanda-tanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Apa itu introversion?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Konsep ini muncul sejak 1920-an dari seorang ahli psikolog, Carl Jung, dan kini menjadi variabel penting di berbagai macam tes kepribadian, termasuk Myers-Briggs Type Indicator yang terkenal itu. Kaum introvert tidak selamanya pemalu. Orang-orang pemalu adalah mereka yang cemas atau takut atau menampik diri dari lingkungan sosial; introvert pada umumnya tidak seperti itu. Orang introvert juga tidak anti orang lain, meski sebagiannya sepakat dengan Sartre yang mengatakan, “Sarapan bersama orang lain adalah neraka.” Lebih tepatnya, introvert adalah mereka yang merasa bahwa orang lain itu adalah sesuatu yang melelahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ekstrovert, sebaliknya, terpacu karena keberadaan orang lain, dan menjadi ‘layu’ atau ‘pudar’ bila sendirian. Mereka kerap bosan dengan dirinya. Coba tinggalkan ekstrovert sendirian selama dua menit dan ia akan mulai mencari dan memencet-mencet &lt;i style=""&gt;handphone&lt;/i&gt;-nya. Sebaliknya, kami kaum introvert, setelah satu atau dua jam bersosialisasi, perlu &lt;i style=""&gt;off&lt;/i&gt; sejenak dan ‘mengisi batere’ kembali. Formula saya pribadi adalah 2 jam menyendiri untuk setiap jam sosialisasi. Ini bukan anti-sosial. Bukan gejala depresi, dan bukan sinyal untuk darurat medis. Bagi kaum introvert, menyendiri itu sama menyegarkannya dengan tidur, makan, atau merawat diri. Motto kami: “saya baik-baik saja, kamu baik-baik saja — dalam dosis tertentu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Berapa banyak orang introvert?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Saya mencoba melakukan riset panjang di Google untuk menjawab pertanyaan ini. Jawabannya: 25 persen, atau di bawah setengah populasi. Atau, jawaban favorit saya: “kelompok minoritas di antara kebanyakan orang, tapi mayoritas di antara populasi orang-orang berbakat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Apakah kaum introvert disalahpahami?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Sangat, dan dimana-mana. Begitulah rupanya nasib kami. “Sangat sukar bagi seorang ekstrovert untuk memahami introvert,” tulis pakar pendidikan Jill D. Burruss dan Lisa Kaenzig. Kaum ekstrovert tidaklah sukar untuk dipahami oleh mereka yang introvert, karena ekstrovert menghabiskan banyak waktunya dengan banyak berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Mereka kesana kemari bak anak anjing yang meloncat-loncat. Namun jalan tidak selamanya dua arah. Ekstrovert tak punya pemahaman yang cukup tentang introversion. Mereka menganggap bahwa rekannya ini akan selalu dengan senang hati menyambut baik dan membukakan pintu. Mereka tak bisa membayangkan bahwa ada orang yang perlu menyendiri; bahkan tidak jarang merasa tersinggung bilamana ada yang berniat seperti itu. Sepanjang saya mencoba menjelaskan hal ini kepada mereka yang ekstrovert, saya tidak merasa mereka paham benar. Mereka mendengar sejenak, lalu kembali ‘menggonggong’ dan ‘menyalak’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Apakah kaum introvert tersisih?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Rasanya begitu. Ekstrovert menjamur di dunia politik, sebuah profesi yang hanya mereka yang gemar menyerocos yang bisa bertahan. Lihat George W. Bush. Lihat Bill Clinton. Mereka tampak begitu bergairah ketika bersama dengan orang-orang. Membayangkan beberapa orang introvert yang berhasil melesat ke papan atas politik, seperti Calvin Coolidge, Richard Nixon — tidak akan mengubah pandangan semula. Kecuali Ronald Reagan, yang kecenderungannya menarik diri dari orang-orang barangkali menjadi tanda sifat introvertnya (banyak aktor, saya baca, adalah introvert, dan banyak introvert, ketika bersosialisasi, merasa bagai aktor), introvert dianggap ‘janggal’ di dunia politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Oleh sebab itu, ekstrovert mendominasi kehidupan publik. Patut disayangkan memang. Bila kami kaum introvert mengatur dunia, tak disangsikan lagi dunia akan menjadi tempat yang lebih tenang, lebih sehat, lebih damai. Seperti yang konon pernah diucapkan Coolidge, “Tahukah anda bahwa empat dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; keruwetan hidup ini akan pupus bilamana kita bisa duduk dan diam?” (Dia juga konon pernah mengatakan, “Bila kita tak berbicara apa-apa, kita tak akan dituntut untuk mengulanginya.” Satu-satunya hal yang dibenci kaum introvert lebih dari berbicara tentang dirinya adalah mengulanginya.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Dengan kegemarannya berbicara dan menarik perhatian, ekstrovert juga mendominasi kehidupan sosial, sehingga standar-standar pun ditetapkan sesuai norma dan harapan mereka. Di masyarakat ekstrovertis yang kita diami ini, menjadi orang yang outgoing atau supel adalah normal, sehingga lebih disukai — sebuah tanda kebahagian, kepercayaan diri, keunggulan. Ekstrovert disimbolkan sebagai ‘berhati besar’, ‘bersemangat’, ‘hangat’, dan ‘empati’. ‘Pujaan banyak orang’ adalah sebuah pujian bagi mereka. Introvert, sebaliknya, digambarkan sebagai ‘berhati-hati’, ‘penyendiri’, ‘pendiam’, ‘pelamun’ — kata-kata yang sempit dan tidak berperasaan yang menunjukkan kepribadian yang pelit dan emosional. Perempuan introvert, pastinya, adalah yang paling tersiksa. Di lingkungan atau budaya tertentu, seorang laki-laki terkadang masih bisa bertahan dengan julukan semacam ‘kaku’ dan ‘pendiam’. Dibandingkan laki-laki, perempuan introvert lebih cenderung dianggap ‘pemalu’, ‘penyendiri’, ‘angkuh’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Apakah kaum introvert sombong, arogan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Jarang. Rasanya kesalahpahaman ini lantaran karakter introvert yang lebih cerdas, lebih reflektif, lebih independen, lebih berkepala dingin, lebih halus dan sensitif dibandingkan ekstrovert. Mungkin juga karena sedikitnya kaum introvert berbicara, suatu kelemahan yang kerap dicela oleh mereka yang ekstrovert. Kami cenderung berpikir lebih dulu sebelum berbicara, sementara ekstrovert berpikir ketika berbicara, yang mungkin itu pula sebabnya rapat-rapat kaum ekstrovert tak pernah berakhir kurang dari enam jam. “Introvert,” tulis Thomas P. Crouser, di sebuah ulasan buku berjudul &lt;i style=""&gt;Why Should Extroverts Make All the Money?&lt;/i&gt;, “kerap kebingungan oleh dialog semi-internal kaum ekstrovert. Introvert tidak terang-terangan mengeluh, sebaliknya mereka hanya mengalihkan pandangan dan diam-diam mengumpat situasi itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Lebih parahnya, ekstrovert tak menyadari tekanan yang mereka timpakan kepada kami kaum introvert. Terkadang, sembari menghirup udara di tengah kabut pembicaraan mereka yang 98% tidak ada isinya itu, kami bertanya-tanya apakah ekstrovert mau barang sejenak mendengarkan diri mereka sendiri. Tapi kami mencoba menerima keadaan ini dengan tenang, karena buku-buku tentang etiket dan sopan santun — yang tentu ditulis oleh ekstrovert — menganggap tak mau berbasa-basi itu sebagai tidak sopan dan sedikit berbicara itu sebagai kejanggalan. Kami hanya berharap suatu hari, bila karakter kami ini dipahami lebih luas, atau barangkali ketika gerakan hak asasi kaum introvert mulai merekah dan berbuah, bukan lagi suatu hal yang kasar bila mengatakan, “Saya introvert. Anda orang hebat dan saya menyukai anda. Tapi mohon sekarang diamlah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Bagaimana memberitahu kaum introvert bahwa kita mendukung dan menghargai pilihannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Pertama, menyadari bahwa ini bukanlah pilihan. Bukan pula &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; hidup. Introvert adalah sebuah orientasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kedua, bilamana kita mendapati seorang introvert kehilangan kata-kata, jangan berkata, “Hei, ada apa?” atau “Kamu baik-baik saja?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ketiga, jangan berkata yang lain juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-6417787074495525224?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/6417787074495525224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=6417787074495525224&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6417787074495525224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6417787074495525224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/06/introvert.html' title='INTROVERT'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-6869385364451278976</id><published>2008-05-31T22:31:00.001+07:00</published><updated>2008-05-31T22:31:44.772+07:00</updated><title type='text'>FILATELI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Hobi yang satu ini dah kulakukan sejak lama sebetulnya…tapi mang gak serius2 amat. Sambil jalan aja…plus wanti2 ma temen, sodara, kenalan, …sapa aja yang mau pergi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;buat kasi oleh-oleh prangko bekas :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Yang dititipi seneng…karena gak buang banyak duit…cukup korek2 tempat sampah di depan kantor pos…hwehehe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Yang nitip? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Tetep seneng… meski dikasi sisa sampah… karena bisa nambah koleksi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Alhasil…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Ternyata lumayan juga loh…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Gak brasa…prangko dah terkumpul lebih dari 2 album …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Berbagai ukuran…mule dari yang imut mpe yang gedenya gak kebayang :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Beragam nominal…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Dari banyak negara…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Dari tahun jadul (sebelum aku lahir) mpe tahun mutakhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Beberapa prangko ada yang edisi khusus juga…dengan desain yang langka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Denger-denger sih, di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ini ada juga perkumpulan filatelis yang suka ketemuan di kantor pos besar…tiap hari minggu ketiga ato keempat gitu…gak jelas juga :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;So&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt; yang punya hobi sama?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Mau saling pamer koleksi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Ato barteran?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Ato bareng dateng ke perkumpulan filatelis itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Sudah saatnya…;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-6869385364451278976?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/6869385364451278976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=6869385364451278976&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6869385364451278976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6869385364451278976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/filateli.html' title='FILATELI'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-8167878316169417084</id><published>2008-05-31T21:49:00.000+07:00</published><updated>2008-05-31T21:50:06.007+07:00</updated><title type='text'>DONOR ORGAN TUBUH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Bersyukur banget sampe saat ini aku gak pernah terdiagnosa sakit parah. Paling2 sakit yang biasa aja kayak batuk, pilek, pusing, radang tenggorok, dkk :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Berdasarkan data prematur ini, aku berharap moga2 organ-organ dalam tubuh masi bagus kondisinya …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Bicara soal organ dalam…kadang jadi terpikir buat donor organ kalo tar dah mati. Kasian kalo denger ada orang sakit yang mustinya bisa sembuh..tapi ga jadi sembuh gara-gara gak ada organ yang bisa ditransplantasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Sampe saat ini –dengan berbagai alasan-- kelihatannya masih jarang orang yang berpikir buat sumbangkan organ tubuhnya setelah mati. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang ragu-ragu karena gak tau pasti aturan agamanya berkaitan dengan donor organ ini. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; juga dilarang oleh anggota keluarga karena gak tega bayangkan tubuh yang akan dikubur sudah gak utuh lagi. Dan mungkin masih banyak alasan2 yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Aku sih berpikiran sederhana saja…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Toh sudah mati ini…tubuh dah gak digunakan lagi, kenapa gak direlakan aja buat orang lain yang masih membutuhkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Daripada cuma buat kasih makan cacing…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tantangan terbesar sih paling2 di demo ma &lt;i style=""&gt;species&lt;/i&gt; cacing dengan tuduhan tidak punya rasa perikecacingan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tapi sudahlah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Moga2 demo ini akan di&lt;i style=""&gt;counter&lt;/i&gt; juga oleh &lt;i style=""&gt;species&lt;/i&gt; manusia atas nama perikemanusiaan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;So&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;…kayaknya mang aku dah mantep banget mau donorkan organ tubuh. Organ apa aja…yang masi mungkin digunakan oleh orang lain setelah aku mati nanti. Mungkin perlu juga rencana membuat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; wasiat untuk menegaskan hal ini. Takutnya tar setelah aku mati, ada anggota keluarga yang sok-sok merasa keberatan dan bikin dokter keder mau ambil organ-organku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Eniwei…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt; yang punya informasi terkait dengan donor organ tubuh ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tempat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Prosedur?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Syarat-syarat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Cara?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Apapun…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tolong bagi info buatku yah…thx in advance…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-8167878316169417084?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/8167878316169417084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=8167878316169417084&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8167878316169417084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8167878316169417084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/donor-organ-tubuh.html' title='DONOR ORGAN TUBUH'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-5209641856523302080</id><published>2008-05-27T14:59:00.001+07:00</published><updated>2008-05-27T14:59:28.459+07:00</updated><title type='text'>BALADA BLASTERAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ditakdirkan sebagai blasteran identik ma tampang cakep? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Hohoho…pendapat ini harus direvisi total :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Dewi Sandra, Luna Maya, Tamara Bleszynski, dkk boleh aja bangga dengan tampang blasterannya. Tapi ternyata kebahagiaan ini gak menghampiri daku yang blasteran Cina-Jawa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ha??... Gimana??...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Oh, ok ok…3 nama yang disebut pertama tuh hasil blasteran bule yah? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ga bisa dibandingkan ma akyu yang ‘&lt;b style=""&gt;cuma&lt;/b&gt;’ blasteran Cina-Jawa? (duuh…napa sih orang Indo selalu merasa ras bule lebih tinggi??? Mpe blasteran yang gak bule pun harus diberi keterangan ‘&lt;b style=""&gt;cuma&lt;/b&gt;’…?? Tapeee dyeh…)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tapi gimana duonk ma Glenn Alinskie yang gak punya darah bule (‘&lt;b style=""&gt;cuma&lt;/b&gt;’ Jawa, &lt;st1:city st="on"&gt;Cina&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Tibet&lt;/st1:country-region&gt; dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;) ‘n tetep bisa punya tampang cakep buanget ??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;So…inilah baladaku…:D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Punya bokap Cina ternyata gak jamin aku punya kulit pualam. Alih-alih ambil gen kulit putih Papah, secara sepihak kulitku memutuskan ambil gen kulit kelam Ibu. Note : kekelaman kulitku justru lebih kelam dibanding Ibu yang tulen Jawa…ga tau gimana bisa gini…huaaaaa…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Dan itu semua belum &lt;i style=""&gt;end of story&lt;/i&gt;…berdasarkan data-data yang diragukan keabsahannya, diduga secara genotip sebetulnya kulitku terang (gen dari Papah) meski fenotipnya gelap (kayak Ibu)…akibatnya, meski berkulit gelap, ternyata kulitku gampang banget terbakar sinar matahari…so, bukan hal aneh kalo warna kulit bisa belang belonteng menyesuaikan area yang tertutup dan tidak tertutup tergantung model baju yang dipake hari itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Aneh bin ajaib…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Lanjutan daftar keanehan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Meski hidung Papah mancung dan bagus (menurut &lt;i style=""&gt;standart&lt;/i&gt; yang diakui oleh masyarakat umum…:D)…lagi2, hidungku gak mo kompromi…lebih memihak pada hidung Ibu yang pesek dengan cuping hidung melebar (kata Pramudya Ananta Toer, hidung kek gini mang tipikal khas Jawa). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Bayangkan bagaimana jadinya hidung model Jawa ini nongkrong di mukaku berpadu dengan mata sipit khas Cina…duuh, kek gado-gado yang kurang sedep sambelnya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Eniwei…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tulisan ini dibikin bukan dalam rangka gak mo bersyukur loh…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Aku bersyukur banget kok dengan keadaanku saat ini…apapun bentuknya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Aku bersyukur punya orangtua dari 2 ras yang berbeda…bisa dari kecil belajar toleransi, menghargai perbedaan yang ada sebagai sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tiga bulan sekali keluarga besar kumpul…senengnya punya banyak saudara dengan beragam warna kulit, beragam agama (cuma Hindu aja yang kami belum punya), beragam profesi (mulai dari pedagang, dokter, pengacara, kontraktor, bidan, PNS, mpe dukun… semua ada…). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Perbedaan itu indah…gak usah dibikin seragam…malah bikin eneg…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;*jadi inget jaman Soeharto ga seh?*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-5209641856523302080?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/5209641856523302080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=5209641856523302080&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5209641856523302080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5209641856523302080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/balada-blasteran.html' title='BALADA BLASTERAN'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-8969172170187740249</id><published>2008-05-27T12:41:00.002+07:00</published><updated>2008-05-27T12:44:51.667+07:00</updated><title type='text'>DEAR FRIEND…</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; yang pernah merasakan kehilangan sobat yang dah terlanjur akrab banget?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Huhuhu…sakit banget yah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Palagi ne sobat yang luar biasa, tempat curhat segala crita sedih, seneng, horor, lucu, drama, &lt;i style=""&gt;action&lt;/i&gt;, petualangan, spionase, bokep…(lho…lho…kok malah bikin daftar &lt;i style=""&gt;genre&lt;/i&gt; film :D)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Yaahh…pokoknya gitu deh…ma sobat yang satu ni, apa aja bisa dicritain tanpa kuatir bocor… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aman damai tentram sejahtera…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Ketika seseorang yang telah dianggap sedemikian dekat --bahkan sudah klaim aku sebagai bagian dari ‘lingkaran dalam’nya--, tiba-tiba berkata “tidak ada lagi ‘kita’, ‘kamu’ gak termasuk lagi….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Duuuhhh…sakitnya ampun-ampunan….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Apalagi ketika kemudian disusul langkah &lt;i style=""&gt;walk-out&lt;/i&gt; tanpa pesan-pesan terakhir…huahuahua (*nangis darah*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Dah berbagai cara dilakukan…tiap hari berusaha duluan nyapa, sok-sok akrab, senyum manis, minta maap, tanya kenapa, …apapun…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tapi yang bersangkutan tetap bergeming…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Gimana nih..??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tak berdaya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Gak tau lagi musti lakukan apa…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Have I done something wrong to you, my dear friend???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-8969172170187740249?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/8969172170187740249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=8969172170187740249&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8969172170187740249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8969172170187740249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/dear-friend.html' title='DEAR FRIEND…'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-2550049370483391324</id><published>2008-05-27T12:14:00.002+07:00</published><updated>2008-05-27T12:20:06.320+07:00</updated><title type='text'>MULAN…riwayatmu dulu dan kini…</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;*heran*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Napa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; yah banyak yang gak suka ma Mulan (Jameela?)…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Alasan apa?...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Suka pake baju terbuka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Suka goyang seksi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Ganggu suami orang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Biarin aja napa???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tu semua &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; gak ada hubungan ma kualitas dia sebagai penyanyi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku sih lebih seneng nilai dia dalam kapasitas dia sebagai penyanyi aja…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Yang lain-lain sih…urusan pribadi dia yang seharusnya gak usah diributkan oleh orang lain…(namanya aja pribadi…gimana sih? :P)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Sebagai cewek…(palagi yang cowok yah…:D), aku seneng aja liat Mulan pake baju seksi dan goyang asik…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Itu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; mang dah satu paket ma identitas dia sebagai penyanyi profesional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Kebayang ga sih…gimana gak asiknya liat Mulan nyanyi pake celana &lt;i&gt;jeans&lt;/i&gt; standart plus &lt;i&gt;t-shirt&lt;/i&gt; longgar…terus diem aja gak goyang sama sekali???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Sebagai seseorang yang sering dituduh &lt;i&gt;feminist&lt;/i&gt;…aku suka liat sosok cewek seperti Mulan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Cantik…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Seksi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Mandiri…(single mother geto loh…hidupin 2 anak dengan keringat sendiri)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Penyanyi dengan suara khas yang asik banget…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pemain film dengan akting yang natural…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Di saat banyak orang sebel ma lagu ‘Makhluk Tuhan yang Paling Seksi’, aku justru seneng ma lagu itu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Gak bakal bisa jadi sebagus itu kalo bukan Mulan yang nyanyiin…vokalnya pas banget buat lagu tu…seksi, menggoda, pas…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Apa..???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hidung Mulan hasil operasi..??? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Biarin aja napa…? :P&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada sirik aja ma orang cantik…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-2550049370483391324?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/2550049370483391324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=2550049370483391324&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2550049370483391324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2550049370483391324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/mulanriwayatmu-dulu-dan-kini.html' title='MULAN…riwayatmu dulu dan kini…'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-5413859664996030107</id><published>2008-05-27T01:40:00.002+07:00</published><updated>2008-05-27T01:43:55.833+07:00</updated><title type='text'>Mas…eh, Miss to? Maap maap…:D</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku punya teman…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Teman sepermainan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Di mana ada dia, selalu ada aku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;*halah…malah nyanyi*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Srius nih…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku punya teman…lumayan akrab lah…dah kuanggep kayak adik sendiri (*moga ybs gak baca klaim sepihak ini…hahah :D)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Kalo aku mpe jalan sendiri di kampus, pasti ada aja yang nanya “Loh…n**a mana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Temen tu jenisnya cewek…yakin…sumpe…percaya aja deh…dah kubuktikan dengan mata dan kepala sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Secara…aku dah pernah tidur sekamar beberapa malem, pernah ganti baju bareng di kamar pas Matahari (masi ada tuh bukti fotonya, kalo ada yang gak percaya :P). Dah…pokoknya, singkat cerita…aku yakin seyakin-yakinnya kalo ybs tuh bener2 cewek tulen 100%. Penampilan juga ga tomboy2 amat…biasa aja…ga beda ma cewek2 yang laen…&lt;i style=""&gt;body&lt;/i&gt; juga gak kekar kek cowok…cenderung tipis saingan ma tripleks malah… *&lt;i style=""&gt;peace, bro…&lt;/i&gt;sesama orang tipis dilarang saling marah*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Kalo pun ada yang beda, karena ybs sering kasih contekan ma akyu kalo ada tugas paper, presentasi, dlsb…kwekeke….*tq tq*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Masalahnya…entah kesalahan apa yang dah dilakukan ybs di kehidupan sebelumnya…ada aja yang selalu salah ngira dia ‘mas-mas’…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku dah pernah buktikan sendiri tuh…pas iseng sok rajin ke perpustakaan bareng ybs…lagi asik hadap lemari nyari2 buku di tengah tumpukan debu yang maha dahsyat…tiba-tiba ada suara… “Permisi, Mas…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Ybs langsung melotot pake mata lebar indahnya…*halah*….Yang barusan permisi minta jalan langsung mengkeret dan sibuk minta maap…hwahaha…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tabahkan hatimu, &lt;i style=""&gt;bro…&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Cowok-cowok itu memang dah seharusnya segera bertobat…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-5413859664996030107?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/5413859664996030107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=5413859664996030107&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5413859664996030107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5413859664996030107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/maseh-miss-to-maap-maapd.html' title='Mas…eh, Miss to? Maap maap…:D'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-7835245910938704493</id><published>2008-05-21T12:03:00.000+07:00</published><updated>2008-05-24T13:58:47.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='about me'/><title type='text'>Omigod…</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Setelah tempurung lutut geser 2x…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Setelah diultimatum dokter untuk ga lakukan olahraga apapun yang &lt;i&gt;high impact&lt;/i&gt;…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Akhirnya nyerah juga :((&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Say goodbye&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt; ma voli, badminton, tenis, aerobic, dst…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Sekarang gak punya pilihan lain selain renang. Tiap pagi berusaha disiplin renang…bertentangan banget ma kodratku yang terbiasa bangun siang…:D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tiap pagi, jam 5.30-6.30 kejar target 1km…:D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Setelah aktivitas itu berjalan rutin beberapa lama…akhirya sadar ternyata tiap pagi orang yang datang ya itu2 aja…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Akhirnya terbiasa saling basa-basi bentar sebelum mulai rutinitas kejar target…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Sso&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: “Pagiii….tumben baru dtg?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: “Hehe…iya nih…bangun kesiangan. (&lt;i&gt;tengok kanan kiri&lt;/i&gt;) Loh, kok Chandra ga keliatan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Sso&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: “Katanya sih lagi tugas ke &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;, balik ‘tar Sabtu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Dst dst…hahah…ga penting bgt yah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Satu hari, selesai renang… masuk ruang &lt;i&gt;shower&lt;/i&gt; bareng2… bilas badan sambil tetep ngobrol…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Tiba2….sekonyong-konyong….ada cowok (bapak2 gitu dyeh) masuk ruang itu sambil gandeng anak perempuan umur 5 tahunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kita &lt;i&gt;shocked&lt;/i&gt;….bengong tiada &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt;…gak tau musti ngapain…cuma saling melotot, tapi ga ada yang tau musti lakukan apa…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Bapak tu dengan cueknya tetep jalan masuk meski liat kita para cewek sedang posisi &lt;i&gt;hot&lt;/i&gt; gitu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Waaaa…..sengaja nabuh genderang perang nihhh….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: “Pak…pak…!! Maap yah, ni kamar mandi perempuan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Si bapak&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: “Loh! Ni &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; perempuan juga…” (&lt;i&gt;sambil nunjuk kepala anaknya&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: “Tapi bapak &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; laki???” (*&lt;i&gt;ga abis pikir ada yg separah ini&lt;/i&gt;*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Untung ibu yang jaga kamar mandi segera datang nengahi, suruh bapak itu bilas anaknya di &lt;i&gt;shower&lt;/i&gt; luar ato sekalian masuk ke kamar mandi cowok…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Gelo…masi berusaha ngeyel pula…!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kita masi tetep ribut ngumpat2 mpe kira-kira 10’ setelah bapak tu gak kliatan….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Omigod…bener2 temennya bawang dyeh #:-S&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-7835245910938704493?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/7835245910938704493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=7835245910938704493&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7835245910938704493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/7835245910938704493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/omigod.html' title='Omigod…'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-3562963096547780927</id><published>2008-05-19T15:24:00.002+07:00</published><updated>2008-05-24T13:58:47.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='about me'/><title type='text'>Egalitas gender… anyone?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Setting&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; : di jalan…di dalam mobil (lebih tepatnya gerobak ding :D)…aku yang nyetir…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tmn co&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: “Tau ga? Di sini (*&lt;i style=""&gt;sambil sok nunjuk2&lt;/i&gt;*) dulu pernah ada kecelakaan heboh loh. Pelakunya pramugari gitu deh, ma pacarnya… Tabrak lari orang. Mo lapor ke polisi tapi akhirnya justru kabur karena panik liat tubuh korban nyangkut di mobil.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: “Loh…!! Nyangkut gimana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tmn co&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Gak jelas juga sih…hehe…tapi akhirnya ketangkep kok. Tapi yang dipenjara cowoknya si pramugari aja…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: “Oh…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tmn co&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Tapi rumor yang beredar sih…sebenernya tuh cowok cuma dikorbanin aja…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: “Maksud?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tmn co&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Pas nabrak tuh…yang nyetir sebenernya si pramugari. Tapi akhirnya cowoknya yang disuruh pasang badan…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: “Yaeyalaaa, Mas….dah pasti si pramugari yang nyetir pas tabrakan. Kalo cowok yang nyetir &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; gak mungkin bisa nabrak orang…” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;(&lt;i style=""&gt;*gondok ampun2an*&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;(&lt;i style=""&gt;Ketawa bareng…temen co ketawa ngakak…aku ketawa mangkel&lt;/i&gt; :P)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tmn co&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Gak gitu kale maksudnya…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: “ U tau orang bilang apa kalo liat cewek nyetirnya bagus?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tmn co&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: “Weitss…keren yah…cewek loh yang nyetir…ck ck…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;(&lt;i style=""&gt;seolah-olah ‘kemampuan nyetir bagus’ ma ‘jenis kelamin cewek’ ga seharusnya &lt;u&gt;compatible&lt;/u&gt;…huhh!!!!&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;(masih) &lt;b style=""&gt;Aku&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;: “Tapi kalo ada tabrakan dan ternyata yang setir cewek….”Ooohh….pantesaaann….yg bawa cewek siyyy….” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;(&lt;i style=""&gt;maksud apa???!!&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Bicara emansipasi dan egalitas gender di bumi pertiwi ini bagai mimpi di siang bolong. Meski demikian aku mau minta : “Tuhan, ampuni para cowok itu…mereka tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-3562963096547780927?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/3562963096547780927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=3562963096547780927&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3562963096547780927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3562963096547780927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/egalitas-gender-anyone_3474.html' title='Egalitas gender… anyone?'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-3687905625331516083</id><published>2008-05-18T21:01:00.002+07:00</published><updated>2008-05-24T13:55:16.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linguistics'/><title type='text'>MENULIS as a life skill…</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Ketrampilan berbahasa meliputi menulis, berbicara, mendengar, dan membaca. Dua ketrampilan yang disebut pertama adalah ketrampilan berbahasa aktif sedangkan sisanya adalah ketrampilan berbahasa pasif. Sangat disayangkan orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pada umumnya kurang bagus dalam penguasaan ketrampilan berbahasa aktif. Bukan karena orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tidak pandai sebagaimana anggapan sebagian besar orang, melainkan karena memang sejak kecil tidak dibiasakan untuk mengekspresikan pendapat secara bebas. Kurikulum yang diterapkan di sektor pendidikan tidak cukup kondusif untuk mndukung penguasaan ketrampilan ini. Meski demikian, penulis berharap banyak sistem kurikulum yang baru (KTSP) akan membawa angin perubahan. Waktu yang akan membuktikan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Secara umum, bahasa dibagi menjadi dua : lisan dan tulisan. Masing-masing jenis bahasa ini merupakan ragam bahasa yang berbeda dan memiliki aturan yang berbeda pula. Bahasa yang digunakan dalam tulisan bukanlah sekedar bahasa lisan yang ditulis. Terdapat perbedaan dalam pemilihan jenis kosakata yang digunakan, pola kalimat, struktur gramatika, dst. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada awal sejarah perkembangannya, bahasa tulis diciptakan sebagai bahasa yang digunakan sebagai bahasa hukum dan bahasa pengantar dalam proses transaksi, termasuk diantaranya untuk menandai hak milik, &lt;i&gt;e.g&lt;/i&gt; : &lt;i&gt;this land is the property of&lt;/i&gt;… (bandingkan dengan bahasa lisan &lt;i&gt;this land is his &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;this is his land&lt;/i&gt;). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada perkembangan berikutnya, untuk menegaskan perbedaannya dengan bahasa lisan, bahasa tulis merumuskan dirinya melalui beberapa &lt;i&gt;point&lt;/i&gt; berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Merupakan hasil refleksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Berbeda dengan bahasa lisan yang (seringkali) diucapkan tanpa berpikir ulang, bahasa tulis disajikan kepada pembacanya setelah melalui (beberapa) proses &lt;i&gt;editing&lt;/i&gt; dan pemolesan bahasa. Kata-kata yang digunakan dipilih sesuai dengan ragam bahasa tulis. Kata-kata tersebut biasa disebut &lt;i&gt;prestige lexis &lt;/i&gt;(bandingkan dengan &lt;i&gt;everyday lexis &lt;/i&gt;= &lt;u&gt;bahagia&lt;/u&gt; vs &lt;u&gt;seneng&lt;/u&gt;). Dengan kata lain, bahasa tulis disajikan sebagai hasil proses refleksi dari penulisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Bersifat mandiri / bebas dari konteks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Dalam percakapan lisan, sangat dimungkinkan seseorang membuat kalimat “Kamu lihat sendiri &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; gimana orangnya?” karena terdapat asumsi baik penutur maupun mitra tutur telah mengetahui konteks yang melingkupi kalimat tersebut. Tanpa diberi penjelasan lebih lanjut pun, mitra tutur dapat menangkap maksud penutur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hal yang sama tentulah tidak dapat dilakukan dalam bahasa tulis. Bahasa tulis bersifat mandiri dan terlepas dari konteks. Mandiri dalam arti bahwa tulisan tersebut harus mampu menjelaskan dirinya sendiri tanpa kehadiran penulisnya. Sedangkan yang dimaksud bebas dari konteks adalah apabila penulis ingin pembaca mengetahui konteks yang dimaksudkannya, maka penulis harus menjelaskan konteks tersebut (secara tertulis) kepada pembaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Terkait dengan kejelasan konteks ini, maka bahasa tulis dituntut untuk menggunakan kalimat yang utuh dan memiliki struktur gramatika yang sesuai standar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pemakaian tanda baca yang tepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Salah satu kekurangan bahasa tulis dibandingkan bahasa lisan adalah tidak adanya intonasi. Hilangnya intonasi ini dapat menimbulkan ambiguitas dalam bahasa tulis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Contoh : &lt;u&gt;Saudara direktur yang tampan itu duduk di sebelahku.&lt;/u&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada kalimat tersebut terjadi ambiguitas makna karena ‘sosok yang tampan’ tersebut bisa berarti 1) saudara direktur atau 2) direktur, tergantung pada peletakan intonasi. Pada bahasa tulis, keberadaan intonasi biasa diwakili dengan kehadiran tanda baca koma (,) sehingga seharusnya tertulis : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;1) &lt;u&gt;Saudara direktur, yang tampan itu, duduk di sebelahku&lt;/u&gt; …atau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;2) &lt;u&gt;Saudara, direktur yang tampan itu, duduk di sebelahku.&lt;/u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tanda baca yang lain ternyata juga sangat signifikan dalam bahasa tulis. Sebagai contoh, nuansa kemarahan dan keterkejutan dalam percakapan lisan terwakili oleh intonasi suara meninggi, sedangkan dalam bahasa tulis, nuansa tersebut terwakili oleh penggunaan tanda seru (!).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Penggunaan kalimat pasif lebih dominan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hal ini dimaksudkan untuk menjauhkan unsur personal. Bandingkan kalimat dalam ragam bahasa lisan dan bahasa tulis berikut ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;(1) “Eh, rekening listrikmu cepet kamu bayar loh…kalau sampe lewat tanggal 20, bakal kena denda deh…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;(2) Mohon membayar tagihan rekening listrik sebelum tanggal 20 pada setiap bulannya untuk menghindari denda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Perhatikan bahwa pada kalimat (2) tidak terdapat &lt;i&gt;participant&lt;/i&gt; tertentu yang disebut secara eksplisit sebagai penutur maupun mitra tutur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-3687905625331516083?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/3687905625331516083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=3687905625331516083&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3687905625331516083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3687905625331516083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/menulis-as-life-skill.html' title='MENULIS as a life skill…'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-3094413814096443497</id><published>2008-05-09T21:29:00.000+07:00</published><updated>2008-05-24T13:57:10.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Pidato Steve Jobs pada Acara Wisuda Stanford University</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Saya merasa bangga berada di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Cerita Pertama:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Menghubungkan Titik-Titik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Saya drop out (DO) dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Reed&lt;/st1:PlaceName&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;College&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt; setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: "Kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?” Mereka menjawab: "Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya --yang hanya pegawai rendahan-- habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: ReedCollege mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antarkombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Cerita Kedua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Saya: Cinta dan Kehilangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami –Macintosh-- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya, saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari &lt;st1:place st="on"&gt;Silicon  Valley&lt;/st1:place&gt;. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali, saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Dalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Cerita Ketiga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Saya: Kematian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu --semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-- tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani &lt;i style=""&gt;scan&lt;/i&gt; pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama &lt;i style=""&gt;The Whole Earth Catalog&lt;/i&gt;, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Menlo Park&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960an, sebelum era komputer dan &lt;i style=""&gt;desktop publishing&lt;/i&gt;, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google, isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi &lt;i style=""&gt;The Whole Earth Catalog&lt;/i&gt;, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: &lt;i style=""&gt;Stay Hungry. Stay Foolish.&lt;/i&gt; ‘Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh’. Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. &lt;i style=""&gt;Stay Hungry. Stay Foolish.&lt;/i&gt; Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. &lt;i style=""&gt;Stay Hungry. Stay Foolish.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-3094413814096443497?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/3094413814096443497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=3094413814096443497&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3094413814096443497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/3094413814096443497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/pidato-steve-jobs-pada-acara-wisuda.html' title='Pidato Steve Jobs pada Acara Wisuda Stanford University'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-117965244810482444</id><published>2008-05-08T06:10:00.005+07:00</published><updated>2008-05-24T13:57:10.900+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Mengampuni…</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Itu kata yang cuma gampang diucapkan, tapi susyah banget buat dilakukan. Banyak orang akan bilang…”Memaafkan? Mengampuni? Enak aja…kamu ga tau sih apa yang udah dia lakukan ke aku. Pikir donk, gimana perasaanku!!! Kalo kamu yang digituin, kira2 gimana?? Lagian ybs juga ga mau minta maap kok…! Kalo dia mau ke sini dan minta maap, naaa tu laen crita….itupun gw mau ampuni karena takut dosa aja..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hahaha…contoh kalimatnya terlalu sadis yah? Tapi memang kejadian sehari-hari &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; ada aja orang yang omong kayak gitu…Orang mengampuni hanya karena takut dosa, ajaran agama suruh memaafkan orang yang sudah minta maaf. Jarang yang bisa berpikir bahwa sebenarnya perintah itu diciptakan lebih untuk kepentingan orang I daripada orang k2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Seseorang yang sejak awal tidak suka kekejaman, ternyata justru menjadi kejam setelah mengalami kekejaman yang luar biasa. Yang merasa dilukai, jadi cenderung melukai orang lain. Yang dikhianati, akhirnya memilih menjadi pengkhianat juga. Yang merasa dikecewakan, jadi cenderung ingin balas mengecewakan orang lain. Contoh paling klasik adalah cowok yang kemudian jadi playboy setelah patah hati gara-gara dikecewain cewek (ne mang contoh jadul, boleh aja kalo kaum feminis mau ganti tokohnya = cewek yang jadi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; playgirl :D).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Apa yang membuat semua ini bisa terjadi??? Hal yang semula sangat dibenci, sekarang justru dilakukan –atas nama balas dendam dan keadilan semu--. Ternyata sumbernya adalah luka di jiwa. Ketika seseorang melakukan sesuatu hal yang menyakiti hati dan perasaan, usahakan untuk langsung memaafkan, agar tidak terjadi luka di jiwa. Makin lama tidak memaafkan, makin lama menyimpan sakit hati dan kecewa, makin dalam dan lebar luka yang dihasilkan. Virus yang semula dibenci &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;--pengkhiatan, kekejaman, kekecewaan, dlsb-- akhirnya justru tertelan oleh luka yang telah tercipta. Itulah yang membuat kita berubah menjadi monster yang semula kita benci keberadaan dan sifat2nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tulisan ini dibuat oleh seseorang yang pernah mengalami luka jiwa, pernah merasakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beratnya memberi pengampunan…sampai sekarangpun masih bergulat, masih belajar untuk selalu bisa mengampuni. Memang benar kata ‘mengampuni’ hanya gampang untuk diucapkan, dan luar biasa berat untuk dilakukan. Meski demikian, kesadaran bahwa (ternyata) mengampuni diciptakan lebih untuk kebaikan sendiri, semoga bisa membantu kita untuk lebih mudah mengampuni orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Peace…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;(&lt;i style=""&gt;inspired by Petrus Agung&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-117965244810482444?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/117965244810482444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=117965244810482444&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/117965244810482444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/117965244810482444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/mengampuni.html' title='Mengampuni…'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-4056585508671642762</id><published>2008-05-06T19:25:00.000+07:00</published><updated>2008-05-24T13:58:47.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='about me'/><title type='text'>WANITA vs PRIA</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Meski belum pernah baca buku &lt;i&gt;Men Are from Mars, Women Are from Venus &lt;/i&gt;dari John Gray, tapi saya memang setuju banget kalau wanita dan pria memang (seperti) 2 makhluk yang berasal dari dunia berbeda. Masing-masing memiliki &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; berkomunikasi dan kebutuhan emosional yang berbeda. Pernyataan ini pastinya akan mengundang protes dari kaum feminis yang beranggapan bahwa tidak terdapat perbedaan kapasitas pada kedua jenis gender ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Saya sendiri sering dituduh sebagai feminis oleh sebagian teman, meski hal ini sangat diragukan kebenarannya….hahah…&lt;i&gt;since&lt;/i&gt; ternyata saya masih butuh pria untuk memenuhi kebutuhan keseimbangan emosional…(kebutuhan fisik bisa diatur dengan berbagai cara :D).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Bagaimanapun juga, terdapat fakta dalam kehidupan sehari-hari yang memang menunjukkan perbedaan antara wanita dan pria. Seringkali wanita menceritakan suatu masalah hanya untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan perhatian dan merasa didengarkan. Fenomena semacam ini tentu sulit dipahami oleh kaum pria yang menceritakan masalah (semata-mata) untuk mendapatkan solusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;But&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;, buat saya…sebagai seorang wanita, dengan referensi yang terbatas pula…ungkapan berikut ini benar-benar bisa mewakili kebingungan yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;As a rule, man is a fool&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;When it’s hot, he wants it cool&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;When it’s cool, he wants it hot&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Always wants what it’s not&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;(anonim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-4056585508671642762?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/4056585508671642762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=4056585508671642762&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4056585508671642762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4056585508671642762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/wanita-vs-pria.html' title='WANITA vs PRIA'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-2340270142156491214</id><published>2008-05-06T18:48:00.006+07:00</published><updated>2008-05-24T13:57:10.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>TIME</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Waktu berjalan linier. Fakta ini mengerikan. Makin dipikir makin terasa mengerikan. Segala sesuatu hanya bisa terjadi sekali. Peristiwa yang dirasa sepele sekalipun, seperti misalnya berkumpul dan bercanda dengan teman, ternyata hanya bisa terjadi sekali. Kalaupun lain waktu bisa berkumpul dan bercanda lagi, semua telah berubah ; baju yang dipakai oleh masing-masing orang tidak lagi sama, topik yang dibicarakan tidak lagi sama, urutan tempat duduk tidak lagi sama, makanan dan minuman yang dijadikan teman ngobrol tidak lagi sama, bahkan mungkin tempat berkumpul juga tidak lagi sama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Semua hanya bisa terjadi sekali. Begitu mengerikan. Tidak ada ruang untuk berbuat salah. Segala sesuatu yang diucapkan dan dilakukan oleh masing-masing orang meninggalkan bekas tersendiri ke lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Kalaupun punya kesempatan untuk meralat suatu kesalahan bicara di lain waktu, tidak ada jaminan bekas yang telah terlanjur ada bisa hilang dan kembali semula seperti ketika ucapan itu belum terlontarkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Untuk orang yang &lt;i&gt;perfectionist&lt;/i&gt; seperti aku (benarkah??? &lt;i&gt;I completely doubt it&lt;/i&gt;…!!! :D), fakta bahwa waktu bersifat linier, menjadi sangat mengerikan. Hanya ada satu kesempatan untuk melakukan secara benar masing-masing peristiwa, perbuatan, perkataan, atau apapun yang mungkin dilakukan. Karena manusia tidak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segala kesalahan yang telah dibuat. Yang bisa dilakukan hanyalah melakukan hal lain yang (mungkin) bisa meminimalisir kesalahan yang telah terlanjur dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Meski demikian, wacana penciptaan mesin waktu terasa menyesakkan dada. Kalau masing-masing manusia bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan, apa jadinya dunia ini. Semua orang akan berbuat &lt;i&gt;semau gue&lt;/i&gt;, melakukan suatu kesalahan akan dianggap sebagai hal yang sepele, toh segala sesuatu bisa diulang kembali dan diperbaiki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Ya…waktu memang luar biasa berharga. Semoga aku bisa memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin. Semoga semakin sedikit penyesalan yang harus ditanggung di kemudian hari…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Time is free, but its priceless&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;You can’t own it, but you can use it&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;You can’t keep it, but you can spend it&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Once you’ve lost it, you can never get it back&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;(Harvey MacKay)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-2340270142156491214?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/2340270142156491214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=2340270142156491214&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2340270142156491214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2340270142156491214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/05/time.html' title='TIME'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-5789893745986625751</id><published>2008-04-29T00:25:00.001+07:00</published><updated>2008-05-24T13:55:16.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linguistics'/><title type='text'>AKTIF atau PASIF???</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Serasa kembali ke masa2 indah SMP ga sehh?? Belajar lagi tentang kalimat aktif dan pasif. Bahasa Indonesia yang sering dianggap sederhana, ternyata menyimpan kerumitan tersembunyi di dalamnya….hwehehe…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Q sadar ‘n btobat juga lom lama…kalimat aktif-pasif ternyata tidak se&lt;i style=""&gt;simple&lt;/i&gt; yang dipikir selama ini… Eh, tapi memang ada yang simple juga ding…:D seperti contoh di bawah ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aktif&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;: (1) Nina memukul Wilda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pasif&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: (2) Wilda dipukul (oleh) Nina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Kalimat (1) dan (2) di atas memiliki makna yang sama, yaitu bahwa Nina melakukan perbuatan memukul Wilda, dan Wilda merasakan penderitaan akibat dipukul oleh Nina……(*kasian Wilda…hikz*). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Perbedaan yang muncul di antara kedua kalimat di atas hanyalah terletak pada penekanan bagian yang dianggap lebih penting oleh penutur. Pada kalimat (1), bagian yang dianggap lebih penting dan diberi penekanan adalah pelaku (Nina) --untuk selanjutnya disebut &lt;u&gt;tema&lt;/u&gt;--, dan sisa kalimat (memukul Wilda) disebut &lt;u&gt;rema&lt;/u&gt;. Sedangkan pada kalimat kedua, bagian yang dianggap lebih penting adalah penderita/korban (Wilda). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tidak terjadi pergeseran makna pada kedua kalimat tersebut. Baik pada kalimat (1) maupun (2), makna yang muncul adalah Nina melakukan perbuatan memukul (Wilda) dan Wilda menerima pukulan (dari Nina). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Memang demikianlah hendaknya yang terjadi ketika suatu kalimat aktif diubah menjadi kalimat pasif…makna tetap sama, penekanan berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Namun demikian, ternyata bahasa Indonesia memiliki beberapa kata yang tidak memungkinkan untuk dipasifkan tanpa mengubah makna. Kata-kata yang dimaksud diantaranya : mau, ingin, dan berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Kalimat aktif (3) &lt;u&gt;Iis mau mencium Eko&lt;/u&gt;, tentunya tidak bisa dipasifkan menjadi kalimat (4) *&lt;u&gt;Eko mau dicium (oleh) Iis&lt;/u&gt;, tanpa (kemungkinan terjadi) reaksi protes dari (penderita) Eko yang sangat dimungkinkan akan melotot dan berkata “sapa juga yang mau dicium ma Iis???” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Dari perubahan kalimat (3) menjadi kalimat (4), kita tahu bahwa telah terjadi tidak hanya perubahan penekanan, tetapi juga telah terjadi perubahan makna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hal yang sama juga terjadi dalam kalimat aktif (5) &lt;u&gt;Imam ingin menceraikan Eka&lt;/u&gt;, yang tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif (6) *&lt;u&gt;Eka ingin diceraikan (oleh) Imam&lt;/u&gt; tanpa meninmbulkan perubahan makna, karena justru terdapat kemungkinan bahwa sebenarnya Eka tidak menginginkan adanya perceraian tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Kata &lt;u&gt;berhasil&lt;/u&gt; juga menimbulkan permasalah tersendiri sebagaimana terlihat pada kalimat aktif (7) &lt;u&gt;Polisi berhasil menangkap seorang residivis kambuhan&lt;/u&gt; yang ternyata juga tidak bisa langsung dipasifkan menjadi kalimat (8) *&lt;u&gt;Seorang residivis kambuhan berhasil ditangkap (oleh) polisi&lt;/u&gt; tanpa menimbulkan perubahan makna. Kalimat (7) berterima secara logika karena untuk mencapai keberhasilan tersebut (menangkap seorang residivis), tentunya polisi melakukan upaya-upaya tertentu. Sedangkan dalam kalimat (8), tentulah menjadi tidak masuk akal apabila diasumsikan seorang residivis melakukan upaya (apapun) agar bisa/berhasil ditangkap oleh polisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Selain harus memperhatikan kata-kata tertentu, ternyata seorang penutur bahasa (apapun) juga harus memperhatikan budaya yang berlaku dalam masyarakat bahasa tersebut. Kalimat aktif bahasa Indonesia (9) &lt;u&gt;Arif menceraikan Tuti&lt;/u&gt;, ternyata menjadi tidak berterima apabila posisi &lt;i style=""&gt;participant&lt;/i&gt; dibalik seperti dalam kalimat (10) *&lt;u&gt;Tuti menceraikan Arif&lt;/u&gt;. Kalimat (10) berterima secara gramatikal, tapi tidak berterima secara budaya karena dalam masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, hal yang dianggap lumrah terjadi adalah seorang suami menceraikan istrinya, dan bukan sebaliknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Kasus dalam kalimat (9) dan (10) bisa menjadi lain cerita apabila terjadi dalam komunitas yang mengijinkan seorang istri menceraikan suaminya, sebagaimana lazim dalam komunitas berbahasa Inggris. Kalimat bahasa Inggris (11) &lt;i style=""&gt;John divorces Mary&lt;/i&gt; sama berterimanya dengan kalimat (12) &lt;i style=""&gt;Mary divorces John&lt;/i&gt;, karena memang dalam komunitas bahasa tersebut, tindakan &lt;u&gt;menceraikan&lt;/u&gt; tidak hanya menjadi monopoli dan wewenang kaum laki-laki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;:-? Hmm…mungkin memang masih banyak aspek bahasa Indonesia yang harus digali lebih dalam yah…. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; ide lain…??? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tulisan ini didedikasikan untuk dosen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syntax &lt;/span&gt;(yang kata Iis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sexy&lt;/span&gt; abis...hehe), temen2 seangkatan yang manis ‘n kompak :P (*yuuukk…..qt taklukan &lt;i style=""&gt;syntax&lt;/i&gt;*), dan tentu saja juga untuk &lt;i style=""&gt;my beloved &lt;/i&gt;Mid (wherever you are, my luv…).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-5789893745986625751?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/5789893745986625751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=5789893745986625751&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5789893745986625751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5789893745986625751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/04/aktif-atau-pasif.html' title='AKTIF atau PASIF???'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-2673303375761538119</id><published>2008-04-09T23:33:00.002+07:00</published><updated>2008-05-24T13:58:47.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='about me'/><title type='text'>STILL A BIG MYSTERY</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;About 2 weeks ago, my friends and I discussed about men and women relationship. Each of us was asked to describe what a gentleman should be like… When I got my turn, I just starred at them and I believe I was looked so confused that one of my friends repeated the question in a different sentence “Come on…tell us what the man of your dream should be like…” It was a really tough question for me and I just had about 2 seconds to think of the answer. So, I just answered something that crossed in my mind at that time : smart, nice, and respect women.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Time went by…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;But… why can’t I&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;forget about that question until now?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;That question keeps popping up in my mind everytime I sit alone enjoying my cigarettes…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;So, I begin searching the answer seriously…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;And the list below is all I can think of to answer..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;The man of my dream is the one who is:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;extraordinary smart&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;agree that men and women are equal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;open-minded&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;moderate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;reliable&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;funny&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;nice&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;humble &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;honest&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;polite&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;highly educated&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;12.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;talkative&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;13.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;comfortable to be with&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;14.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;not pushy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;15.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;non-perfumed&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;And he should be:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;16.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;someone with whom I can share my wildest fantasies&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;17.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;someone with whom I can debate with for hours&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;18.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;someone to whom I can talk about any topics&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;19.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;able to make me smile every time I think about him, and I can’t help it. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;He should also:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;20.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;have a big concern in social problems&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;21.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;have wide perspective&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;22.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;make me feel safe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;23.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;respect women&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;24.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;make me laugh out loud&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;25.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;let me decide what is best for myself&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;and what about physical appearance? As long as he’s not extraordinary bad looking, I would accept any man who fulfils &lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;#1-25&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Sound too good to be true, eh?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Well…believe it or not…I’ve found that GENTLEMAN…the man of my dream…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;His name is MID&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;But,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;There is one thing I’d regret about him…that he doesn't exist in my real world…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Or…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Does he???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Still a big mystery…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;PS :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;thx buat yg dah mw proofread &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;temen usul buat nambah 2 kriteria lg = &lt;i style=""&gt;financially settled&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;good in bed&lt;/i&gt; :P&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-2673303375761538119?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/2673303375761538119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=2673303375761538119&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2673303375761538119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/2673303375761538119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/04/still-big-mystery.html' title='STILL A BIG MYSTERY'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-4568008128151956103</id><published>2008-04-06T06:19:00.000+07:00</published><updated>2008-05-24T13:55:16.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linguistics'/><title type='text'>VARIASI KEBAHASAAN BAHASA JAWA SAMIN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;Keanekaragaman budaya di Indonesia tercermin dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;keanekaragaman bahasa yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Salah satu variasi dari keanekaragaman bahasa tersebut adalah variasi kebahasaan yang terdapat pada masyarakat Samin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Samin yang hidup di tengah-tengah masyarakat berbahasa Jawa ternyata mengembangkan variasi kebahasaan yang berbeda dengan bahasa Jawa pada umumnya. Fenomena ini perlu dikaji lebih lanjut untuk menghindari terjadinya kemungkinan salah paham antara komunitas Samin dan komunitas Jawa di sekitarnya akibat perbedaan variasi kebahasaan yang digunakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara manusia dan Tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;Agama iku gaman, Adam pangucape, man gaman lanang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;’agama adalah senjata, senjata orang laki-laki’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tuturan di atas, terlihat bahwa orang Samin mempunyai pendapat yang berbeda dengan orang Jawa pada umumnya mengenai definisi &lt;i&gt;agama. &lt;/i&gt;Dalam hal ini orang Samin mengartikan ”agama” bukan sebagai keyakinan atau kepercayaan, tetapi pengertian ”agama” menurut mereka adalah &lt;i&gt;man lanang&lt;/i&gt; (penis).&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Dengan demikian dapat dimengerti jika orang Samin mengatakan bahwa aktivitas sembahyang adalah melakukan hubungan seksual dengan istrinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;Aktivitas sholat yang oleh masyarakat Jawa beragama Islam dimaknai sebagai tindakan menghadap Tuhan untuk mengucap syukur dan mohon ampunan, ternyata dimaknai lain oleh masyarakat Samin. Menurut orang Samin &lt;i&gt;sholat &lt;/i&gt;adalah &lt;i&gt;solah’é ilat &lt;/i&gt;’gerakan lidah’. Ungkapan ini mengacu pada pandangan hidup masyarakat Samin yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Orang Samin berpendapat bahwa manusia yang baik adalah manusia yang bisa menjaga lidahnya dari segala perkataan tidak jujur. Salah satu contoh sikap ini terlihat jelas dalam jawaban yang diberikan ketika ditanya mengenai umur seseorang. Dalam masyarakat Samin, apabila seseorang bertanya “Pira umuré?”, maka akan dijawab “jaré yungé, 32” yang berarti ‘kata ibu, 32 tahun’. Penggunaan ungkapan &lt;i&gt;jaré yungé &lt;/i&gt;dipakai oleh masyarakat Samin untuk mengantisipasi kemungkinan pemberian jawaban yang salah karena mereka berpendapat seseorang tidak mungkin tahu pasti kapan dirinya dilahirkan, yang tahu pasti kejadian itu adalah ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2cm; text-align: justify; text-indent: 24.3pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hubungan manusia dengan manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Orang Samin tidak pernah menaruh curiga terhadap orang asing karena berpendapat bahwa semua orang adalah saudara. Mereka menggunakan istilah &lt;i&gt;sedulur &lt;/i&gt;‘saudara’ untuk menyebut orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Istilah yang digunakan untuk menanyakan nama seseorang adalah &lt;i&gt;pengaran. &lt;/i&gt;Hal ini berbeda dengan masyarakat Jawa pada umumnya yang mengunakan istilah &lt;i&gt;jeneng&lt;/i&gt;. Dalam masyarakat Samin, apabila seseorang bertanya “Sapa jenengé?”, maka akan dijawab “lanang/wedok’. &lt;i&gt;Pengaran &lt;/i&gt;yang memiliki akar kata &lt;i&gt;aran &lt;/i&gt;sebenarnya adalah juga bagian dari bahasa Jawa sebagaimana tampak dalam contoh kalimat &lt;i&gt;Anak kadal &lt;u&gt;arané&lt;/u&gt; tobil&lt;/i&gt;. Namun demikian kata &lt;i&gt;aran &lt;/i&gt;ini sudah jarang sekali dipakai oleh masyarakat Jawa di luar komunitas Samin karena memang termasuk leksikon relik. Masih dipakainya leksikon relik ini oleh masyarakat Samin dimungkinkan terjadi karena dalam pergaulan sehari-hari, masyarakat Samin tidak sepenuhnya bercampur dengan masyarakat Jawa di sekitarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Kegiatan gotong royong juga masih sangat kental mewarnai kehidupan masyarakat Samin. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Apabila salah seorang warga menyelenggarakan hajat seperti mendirikan bangunan rumah, memindahkan bangunan rumah, mengolah sawah, maka kegiatan ini dilakukan dengan cara bergotong royong bersama warga yang lain. Gotong royong semacam itu dalam masyarakat Samin disebut &lt;i&gt;lung-tinulung&lt;/i&gt;. Istilah &lt;i&gt;lung-tinulung &lt;/i&gt;memiliki makna resiprok ’saling’ dalam bahasa Indonesia yaitu ’saling menolong’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Orang-orang Samin sendiri tidak senang dengan sebutan &lt;u&gt;Samin&lt;/u&gt; karena dikonotasikan dengan hal-hal negatif sehingga orang Samin lebih senang menyebut dirinya &lt;u&gt;wong sikep&lt;/u&gt;. Istilah &lt;u&gt;sikep&lt;/u&gt; juga dikaitkan dengan kata &lt;u&gt;sikep rabi&lt;/u&gt; ’hubungan seks’ sebagaimana terlihat dari ungkapan &lt;i&gt;”ngepyakké wiji isiné manungsa sing sakbeneré”&lt;/i&gt; ’menebarkan benih yang berisi manusia yang sebenarnya’. Ungkapan ini tidak terlepas dari kondisi sosial masyarakat Samin yang lekat dengan dunia pertanian sehingga untuk menyatakan hubungan seks digunakan istilah ’menebarkan benih’ sebagaimana lazim terjadi pula di dunia pertanian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hubungan manusia dengan lingkungan hidup/alam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Orang Samin memiliki keyakinan bahwa manusia hanya bisa memanfaatkan sumber daya alam namun tidak bisa memilikinya. Contoh dari implikasi keyakinan ini misalnya ketika seseorang meminta air kepada orang Samin dengan mengatakan &lt;i&gt;“Aku njaluk banyumu” &lt;/i&gt;yang berarti ‘Aku minta airmu’ maka reaksi umum orang Samin adalah menolak memberi karena merasa tidak ikut memiliki. Namun apabila kalimat tersebut diganti dengan &lt;i&gt;“Aku meh melu nganggoké banyumu” &lt;/i&gt;yang berarti ‘Aku akan ikut serta menggunakan airmu’ maka dengan senang hati air tersebut akan diberikan karena orang Samin berpendapat sumber daya alam memang untuk digunakan bersama-sama manusia lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Dari contoh kasus di atas, terlihat bahwa orang Samin sangat memperhatikan makna leksikal yang terkandung dalam tuturan. Orang Jawa pada umumnya tidak akan terlalu peduli dengan perbedaan penggunaan istilah &lt;i&gt;njaluk &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;melu nganggoké &lt;/i&gt;selama akibat yang ditimbulkan dari dua istilah di atas sama, yaitu bisa meminta air dari seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hubungan masyarakat dengan pemerintah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Orang Samin berpendapat bahwa pendidikan seorang anak adalah tanggung jawab orang tua. Hal ini terlihat dalam jawaban orang Samin ketika ditanya di mana sekolahnya maka akan dijawab bahwa &lt;i&gt;“Sekolahé kula nggih kalih mak’é kalih yungé” &lt;/i&gt;yang berarti ‘Aku bersekolah kepada bapak dan ibu’. Orang Samin berkeyakinan bahwa ajaran dan didikan yang diperoleh dari orang tua sudah cukup sebagai bekal hidup untuk menjadi manusia yang baik, jujur, dan tidak menyakiti manusia lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang anak Samin bersekolah di sekolah umum maka orang tua yang bersangkutan dianggap telah gagal mendidik anak. Latar belakang pemikiran ini membuat banyak pihak merasa prihatin ketika pada tahun 1980-an terjadi pemaksaan dari pihak pemerintah kabupaten Blora agar semua anak Samin usia sekolah mengikuti pendidikan di sekolah umum. Pemerintah kabupaten beragumen bahwa tindakan ini perlu diambil agar generasi muda Samin menguasai ketrampilan baca tulis sehingga terhindar dari tindak penipuan. Namun disayangkan pelaksanaan kebijakan ini dilakukan melalui pemaksaan dan intimidasi tanpa berusaha melihat alasan sosial budaya di balik keberatan masyarakat Samin mengirim anaknya menuntut ilmu di sekolah formal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Kekerabatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="FI" &gt;&lt;br /&gt;Kekerabatan merupakan kelompok sosial yang anggotanya terikat karena keturunan yang sama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;penyebutan untuk &lt;i&gt;kakek-nenek&lt;/i&gt; dalam bahasa Jawa menggunakan tingkat bahasa paling halus (&lt;i&gt;krama inggil&lt;/i&gt;) &lt;i&gt;kakung-putri &lt;/i&gt;sebagai tanda hormat kepada orang yang lebih tua. Fenomena ini tidak muncul dalam bahasa Jawa Samin yang justru menggunakan bahasa jawa paling kasar (&lt;i&gt;ngoko&lt;/i&gt;) &lt;i&gt;lanang-wedhok &lt;/i&gt;meski untuk penyebutan terhadap orang yang lebih tua. Hal ini terkait dengan latar belekang sosial budaya masyarakat Samin yang menganggap semua orang adalah sama tanpa memandang usia, pangkat, jabatan, kekayaan, dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Penyebutan untuk &lt;i&gt;ayah&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menggunakan leksikon &lt;i&gt;mak(‘é). &lt;/i&gt;Pemilihan leksikon ini sering dianggap aneh oleh masyarakat Jawa karena bahasa Jawa mengenal leksikon &lt;i&gt;emak &lt;/i&gt;yang mengacu pada orang tua perempuan (ibu). Sedangkan penyebutan untuk &lt;i&gt;ibu &lt;/i&gt;dalam bahasa Jawa Samin adalah &lt;i&gt;yung’é &lt;/i&gt;yang berasal dari leksikon relik &lt;i&gt;biyung &lt;/i&gt;yang memang memiliki makna &lt;i&gt;ibu &lt;/i&gt;dalam bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Penambahan imbuhan &lt;i&gt;é &lt;/i&gt;di belakang leksikon &lt;i&gt;mak &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;yung &lt;/i&gt;adalah sebagai pemarkah posesif sebagaimana juga lazim terjadi dalam bahasa Jawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pemakaian leksikon &lt;i&gt;mak &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;yung &lt;/i&gt;di atas mempengaruhi penyebutan terhadap &lt;i&gt;paman-bibi &lt;/i&gt;yang dalam bahasa Jawa biasa disebut &lt;i&gt;pakdhe-budhe &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;paklik-bulik. &lt;/i&gt;Dalam bahasa Jawa Samin kata &lt;i&gt;pak &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;bu &lt;/i&gt;yang berasal dari kata bahasa Jawa &lt;i&gt;bapak &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;ibu &lt;/i&gt;diganti dengan leksikon bahasa Jawa Samin &lt;i&gt;mak &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;yung &lt;/i&gt;sehingga penyebutan terhadap &lt;i&gt;paman-bibi &lt;/i&gt;menjadi &lt;i&gt;makdhe-yungdhe &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;maklik-yunglik.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Penyebutan terhadap kakak laki-laki dalam bahasa Jawa Samin adalah &lt;i&gt;kang &lt;/i&gt;yang berasal dari leksikon relik &lt;i&gt;kangmas. &lt;/i&gt;Leksikon relik ini hanya diserap penggal pertamanya oleh bahasa Jawa Samin, sedangkan bahasa Jawa justru menyerap penggal keduanya. Hal sebaliknya dilakukan bahasa Jawa Samin dalam penyebutan kakak perempuan yang menggunakan istilah &lt;i&gt;mbok. &lt;/i&gt;Istilah ini berasal dari leksikon relik bahasa Jawa &lt;i&gt;kangmbok &lt;/i&gt;yang memang bermakna kakak perempuan. Leksikon relik &lt;i&gt;kangmbok &lt;/i&gt;justru diserap penggal keduanya oleh bahasa Jawa Samin, dan berubah bentuk menjadi &lt;i&gt;mbak &lt;/i&gt;dalam bahasa Jawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Kegiatan ritual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang Samin menyelenggarakan hajat (menikah, khitan, dan lain sebagainya), istilah yang biasa dipakai adalah &lt;i&gt;adang akeh &lt;/i&gt;yang memiliki arti harafiah ‘masak banyak nasi’ dalam bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Istilah yang digunakan ini mengandung makna bahwa menyelenggarakan hajat pada hakekatnya hanyalah membuat masakan lebih banyak daripada yang biasa dilakukan setiap hari dengan tujuan untuk dimakan bersama banyak orang. Terkait dengan filosofi yang menyertai kegiatan ini maka orang Samin tidak bersedia menerima sumbangan berupa uang karena hal ini dianggap identik dengan ‘menjual nasi’. Sumbangan yang biasa dibawa oleh tamu adalah bahan makanan mentah atau rokok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 38.45pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian terhadap beberapa aspek kehidupan masyarakat Samin di atas, terlihat bahwa variasi kebahasaan yang khas dalam masyarakat Samin dilatarbelakangi oleh kondisi sosial (budaya) yang khas pula. Munculnya leksikon-leksikon relik dalam bahasa Jawa Samin membuktikan bahwa masyarakat Samin hanya secara fisik terlihat hidup di tengah-tengah masyarakat Jawa namun sebenarnya terpisah secara sosial-budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Kondisi sosial (budaya) yang berupa tindakan, sikap hidup, dan tuturan yang dihasilkan ini hendaknya menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan di wilayah tempat tinggal komunitas Samin. Dengan pemahaman semacam ini diharapkan tidak ada lagi kebijakan seperti pemaksaan anak-anak Samin menuntut ilmu di sekolah formal yang mengakibatkan depresi dan rasa malu pada orangtua di komunitas Samin karena merasa gagal mendidik anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-4568008128151956103?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/4568008128151956103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=4568008128151956103&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4568008128151956103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/4568008128151956103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/04/variasi-kebahasaan-bahasa-jawa-samin_05.html' title='VARIASI KEBAHASAAN BAHASA JAWA SAMIN'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-8019479703717615823</id><published>2008-03-29T21:29:00.000+07:00</published><updated>2008-05-24T13:55:16.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linguistics'/><title type='text'>CHATTING…….Sosiolinguistik</title><content type='html'>&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hare gene……sapa sie yang ga kenal &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;?? Minimal pernah denger lah yaa….. Tapi siapapun yang saat ini bisa baca blog saya ini, saya yakin pernah menjadi tertuduh….eh, pelaku &lt;i&gt;chatting….&lt;/i&gt;;) Tulisan ini cuma iseng saja berusaha melihat fenomena &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;melalui sudut pandang sosiolinguistik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Saat ini, pilihan alat berkomunikasi semakin beragam. Penggunaan telepon seluler dan internet semakin jamak dipilih. Semenjak lima tahun terakhir, telepon seluler semakin banyak digunakan dan tidak lagi dianggap barang mewah. Hal ini terkait dengan harga yang semakin murah dan terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang-orang di desa yang semula dianggap pelosok dan tidak terjangkau alat komunikasi modern dapat menikmati kemudahan berkomunikasi berkat adanya telepon seluler berharga murah. Hal yang sama juga terjadi pada internet. Semakin menjamurnya warnet mempermudah semua orang mengakses fasilitas-fasilitas yang terdapat pada internet. Selain untuk mencari informasi, internet dapat pula digunakan untuk saling berkomunikasi melalui fasilitas &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;. Aktivitas &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, yaitu melalui suara (&lt;i&gt;voice chat&lt;/i&gt;), melalui video (&lt;i&gt;video/cam chat&lt;/i&gt;) atau melalui tulisan saja (&lt;i&gt;chat&lt;/i&gt;). Tulisan iseng ini hanya akan membahas tentang  &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;yang melalui tulisan saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Sarana yang digunakan dalam kegiatan berkomunikasi –termasuk &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;—adalah bahasa, baik berupa lisan atau tulisan. Bahasa di dalam kehidupan masyarakat ini diteliti oleh sosiolinguistik yang merupakan studi tentang hubungan antara variasi bahasa dan faktor-faktor sosial, baik secara situasional maupun implikasional. Struktur masyarakat yang selalu heterogen mempengaruhi struktur bahasa. Struktur masyarakat tersebut dipengaruhi oleh faktor siapa yang berbicara (&lt;i&gt;who speaks&lt;/i&gt;), dengan siapa (&lt;i&gt;with whom&lt;/i&gt;), di mana (&lt;i&gt;where&lt;/i&gt;), kapan (&lt;i&gt;when&lt;/i&gt;), dan untuk apa (&lt;i&gt;to what end&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Bertolak dari uraian tersebut, kelompok masyarakat yang memiliki penguasaan bahasa yang masih terbatas, maka akan terbatas pula dalam menyatakan apa yang dipikir dan tingkat berpikirnya. Demikian pula sebaliknya terjadi pada masyarakat yang memiliki penguasaan yang baik dalam berbahasa dan mengalami kemajuan dalam pemakaian bahasa, maka tingkat ilmu pengetahuan dan teknologinya juga berbanding lurus. Hal ini berarti bahwa bahasa sebagai sarana komunikasi maupun informasi dapat dipakai pula sebagai indikator tingkat kehidupan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada masyarakat pedesaan yang belum akrab dengan komputer maupun internet, tentunya akan sulit mengerti ketika mendengar istilah-istilah &lt;i&gt;browsing, e-mail, chatting&lt;/i&gt;, dan lain sebagainya. Namun tidak demikian halnya pada masyarakat yang telah menjadikan internet sebagai bagian dari komunikasi sehari-hari. &lt;i&gt;&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2.8pt; text-align: justify; text-indent: 42.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Dalam komunitas &lt;i&gt;chatting, &lt;/i&gt;terdapat kode-kode tertentu yang digunakan dalam komunikasi. Kode-kode tersebut digunakan hanya ketika seseorang berkomunikasi melalui &lt;i&gt;chatting. &lt;/i&gt;Kode ini bisa berupa singkatan, penggunaan istilah lain yang memiliki kemiripan bunyi, penggunaan istilah/singkatan dalam bahasa Inggris karena dianggap lebih familiar dan penggunaan bahasa Inggris yang terkait dengan &lt;i&gt;code-switching&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;code-mixing&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Code-switching&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; adalah penggunaan istilah dalam bahasa lain dari bahasa yang sedang digunakan saat itu. Penggunaan istilah dari bahasa lain itu dilakukan dengan sengaja (intensional) dengan tujuan tertentu (fungsional). Misal : “Ibu sudah dhahar?”, dalam kalimat tersebut bahasa yang digunakan oleh penutur adalah bahasa Indonesia tapi dengan sengaja penutur memasukkan kata bahasa Jawa ‘dhahar’ dengan tujuan untuk menghormati mitra tutur. ‘Dhahar’ dalam bahasa Jawa merupakan tingkat paling halus untuk mengatakan ‘makan’. &lt;i&gt;Code-switching &lt;/i&gt;merupakan akibat tak terhindarkan dari fenomena multilingualisme. Setiap orang yang berbicara dalam lebih dari satu bahasa, memilih penggunaan bahasa-bahasa yang dikuasainya tersebut sesuai dengan keadaan dan situasi peristiwa tutur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Code-mixing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; adalah penggunaan istilah dalam lain yang dilakukan secara tidak sengaja dan tanpa maksud tertentu. Misal : “Saya merasa &lt;i&gt;concern&lt;/i&gt; dengan hal itu”, dalam kalimat tersebut bahasa yang digunakan penutur adalah bahasa Indonesia tapi secara tidak sengaja penutur memasukkan istilah bahasa Inggris &lt;i&gt;concern &lt;/i&gt;‘peduli’. Hal ini mungkin terjadi karena penutur menguasai banyak bahasa sehingga tanpa sengaja terjadi tumpang tindih istilah dalam penggunaan bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Berikut adalah uraian tentang variasi kebahasaan yang digunakan dalam berkomunikasi melalui &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Singkatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: 19pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Bentuk singkatan digunakan demi alasan efisiensi. Bentuk-bentuk singkatan yang digunakan biasanya telah dipahami oleh anggota komunitas &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;sehingga dapat dipahami antar peserta tutur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Contoh :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lady_rose142: kul pa ker?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;c4d_c43: kul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada dialog di atas, lady_rose142 menanyakan apakah mitra tuturnya kuliah atau kerja hanya dengan mengatakan kul(iah) (a)pa ker(ja). Melalui bentuk-bentuk tersebut tampak bahwa terjadi penyingkatan bentuk &lt;u&gt;kuliah&lt;/u&gt; menjadi &lt;u&gt;kul&lt;/u&gt;, &lt;u&gt;apa&lt;/u&gt; menjadi &lt;u&gt;pa&lt;/u&gt;, dan &lt;u&gt;kerja&lt;/u&gt; menjadi &lt;u&gt;ker&lt;/u&gt; saja. Namun demikian terlihat bahwa singkatan tersebut dapat dipahami oleh mitra tuturnya yang segera menjawab &lt;u&gt;kul(iah)&lt;/u&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Penggunaan istilah lain yang memiliki kemiripan bunyi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Penggunaan istilah lain ini sebenarnya juga untuk alasan efisiensi karena bentuk yang digunakan kemudian cenderung lebih singkat daripada bentuk yang digantikan. Namun demikian bentuk yang digunakan kemudian bukan merupakan merupakan singkatan dari bentuk yang digantikan, tapi lebih pada kemiripan bunyi apabila tulisan tersebut diucapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Contoh : c4d_c43: hadir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 66.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;c4d_c43: kek absen aja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada contoh dialog di atas, c4d_c43 menggunakan istilah &lt;u&gt;kek &lt;/u&gt;untuk menggantikan &lt;u&gt;kayak&lt;/u&gt; karena &lt;u&gt;kek&lt;/u&gt; dan &lt;u&gt;kayak&lt;/u&gt; memiliki kemiripan bunyi apabila diucapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Penggunaan istilah yang terkait dengan status sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Contoh : c4d_c43: tpi disana bisa wisata kuliner&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;lady_rose142: oh ya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;lady_rose142: paan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;lady_rose142: seafood gt?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;c4d_c43: bukan burjo pastina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada dialog di atas nampak bahwa c4d_c43 menggunakan istilah burjo yang merupakan singkatan dari bubur kacang ijo untuk menunjukkan statusnya sebagai mahasiswa. Para mahasiswa di Yogyakarta (pada umumnya) identik dengan kesulitan keuangan yang biasanya diatasi dengan cara mengirit biaya makan dengan membeli bubur kacang ijo yang murah dan bergizi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Penggunaan istilah/singkatan dalam bahasa Inggris karena dianggap lebih familiar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Contoh : c4d_c43: asl plz&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 66.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;lady_rose142: dluan d&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 66.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;c4d_c43: 22 m jogja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada dialog di atas, c4d_c43 menggunakan istilah &lt;i&gt;asl plz&lt;/i&gt; yang merupakan singkatan dari &lt;i&gt;age, sex, location&lt;/i&gt; untuk menanyakan &lt;u&gt;umur&lt;/u&gt;, &lt;u&gt;jenis kelamin&lt;/u&gt;, dan &lt;u&gt;tempat tinggal.&lt;/u&gt; Istilah ini dengan sengaja digunakan karena memang merupakan register dalam komunitas &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;dan memang sudah lazim digunakan untuk berkomunikasi dalam media tersebut.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Apabila seseorang menggunakan istilah &lt;u&gt;umur&lt;/u&gt;, &lt;u&gt;jenis kelamin&lt;/u&gt;, dan &lt;u&gt;tempat tinggal&lt;/u&gt; justru akan dianggap aneh oleh anggota komunitas &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Code-switching&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Contoh : c4d_c43: bisnya km lucu siy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;c4d_c43: ok,, lets start from,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;c4d_c43: ur husband or boyfriend maybe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada dialog di atas c4d_c43 secara tiba-tiba beralih dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Apabila dilihat dari konteks yang mendahului, tampak bahwa sebenarnya yang bersangkutan mempunyai pilihan untuk tetap menggunakan bahasa Indonesia. Dengan demikian, peralihan jenis bahasa ini dilakukan dengan sadar dan mempunyai tujuan tertentu (misal, untuk menunjukkan bahwa yang bersangkutan cukup lancar dalam penggunaan bahasa Inggris).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Code-mixing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Contoh : lady_rose142: neh promosi doang pa mo skln jd tour guide yah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;c4d_c43: tour guide??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;c4d_c43: mmmm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;c4d_c43: brani brapa negh :-&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pada dialog di atas, lady_rose142 menggunakan istilah &lt;i&gt;tour guide &lt;/i&gt;karena istilah itu justru yang muncul pertama kali di pikiran dibandingkan padanannya dalam bahasa Indonesia ‘pemandu wisata’. Jadi pemilihan istilah asing tersebut dilakukan tanpa tendensi tertentu dan dimungkinkan terjadi karena penutur menguasai beberapa bahasa sehingga terjadi peminjaman istilah dari bahasa lain secara tidak sengaja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa perkembangan teknologi turut serta mempengaruhi penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi. Internet sebagai salah satu produk perkembangan teknologi tersebut memungkinkan proses komunikasi melalui media &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;. Namun demikian untuk masuk dalam komunitas &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;ini diperlukan pemahaman terhadap variasi-variasi kebahasaan tertentu yang hanya digunakan di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 26.95pt; text-align: justify; text-indent: -26.95pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-8019479703717615823?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/8019479703717615823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=8019479703717615823&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8019479703717615823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/8019479703717615823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/03/chattingsosiolinguistik.html' title='CHATTING…….Sosiolinguistik'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-5522566101955595222</id><published>2008-03-24T02:33:00.000+07:00</published><updated>2008-05-24T14:00:18.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='about me'/><title type='text'>KARIMUNJAWA… Part 1</title><content type='html'>&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Trip ke Karimunjawa nie sebetulnya kejadian pas akhir tahun 2007. Pengen langsung nulis ‘n posting ke blog ga sempat terus. So, moga tulisan nie masi agak2 valid dengan mengandalkan ingatan yang ala kadarnya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Sebelum berangkat, disarankan banget untuk cari informasi sebanyak mungkin via internet, temans, atau apapun sebelum berangkat biar punya gambaran mo ke mana plus mo ngapain slama di kepulauan Karimunjawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Info tentang tiket dan jadwal keberangkatan kapal bisa didapatkan via Bpk Purwanto pegawai Departemen Perhubungan, Jl Pamularsih, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Semarang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di nomor telpon 081 566 27808 (disarankan sebaiknya langsung kontak ke nomor handphone karena yang bersangkutan lumayan mobile). Pak Pur orangnya asik…..ramah dan suka membantu …..(dah kek pramuka aja yah.....;)) Saat tulisan ini dibuat, jadwal kapal cepat Kartini dari Semarang-Karimunjawa hanya tersedia hari Sabtu jam 09.00 WIB dengan harga tiket Rp. 108.000,- Rencana keberangkatan bersama 7 orang teman (Nina, Nining, Olip, Yudhi, Ahmed, Hatta, Bobby) ternyata menjadi hanya 5 teman karena Bobby mendadak kena DB dan Olip --yg notabene “pacar”…hwehe-- ikut membatalkan keberangkatan untuk mengurus segala sesuatunya. Perjalanan berlangsung cukup lancar meski kapal tidak bisa melaju dengan kecepatan penuh karena mengalami sedikit gangguan pada mesin. Perjalanan yang biasanya berlangsung selama 3 jam terpaksa ditempuh sampai 4 jam 30 menit atau 1 ½ kali lebih lambat dari biasanya. Cuaca cerah, angin bertiup nyaman, ombak bersahabat…….benar-benar awal perjalanan yang menyenangkan. Sayang rombongan lumba-lumba yang diceritakan sering mengikuti perjalanan kapal tidak tampak satupun hari ini. Mendekati kepulauan Karimunjawa, cuaca yang semula cerah mendadak menjadi mendung gelap dan tampak hujan deras di kejauhan mengguyur kepulauan itu. Hati dan perasaan sempat was-was melihat awan yang keliatan tebal dan rendah sekali. Feeling dan intuisi ternyata lumayan tepat, hujan deras menyambut kedatangan kami di Karimunjawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hari I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Akhirnya, sampai juga di Karimunjawa di tengah guyuran hujan. Beruntung telah siap beberapa mobil yang bisa disewa menyambut kami. Dengan biaya hanya Rp. 20.000,- kami diantar ke Hotel Wisma Wisata milik penduduk setempat Pak Muchlis. Tidak perlu terkecoh dengan embel-embel nama hotel karena sebenarnya hanya motel kecil saja dengan kapasitas 7 kamar tidur. Meski demikian tempatnya cukup nyaman dan bersih; masing-masing kamar tidur dilengkapi kamar mandi, 2 &lt;i style=""&gt;single bed&lt;/i&gt; yang masing-masing cukup besar untuk dipaksa ditiduri 2 orang (seperti yang dilakukan Nina ma aku). Dan semua itu bisa dinikmati hanya dengan membayar Rp. 50.000,-/kamar/hari. Di lobby setiap saat tersedia kopi dan teh panas &lt;i style=""&gt;free of charge&lt;/i&gt;. Benar-benar membantu mengatasi rasa dingin yang menggigit tulang dikarenakan salah memilih kostum. Saat mo berangkat, matahari di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Semarang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; luar biasa terik sampe memutuskan begitu saja cuma bawa beberapa celana pendek dan t-shirt…. bahkan merasa tidak perlu membawa jaket. Ternyata di Karimunjawa justru hujan sepanjang hari dengan terpaan angin yang kencang (dikepung laut dari arah samping dan depan rumah). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Check-in&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; di hotel jam 14.00 WIB, yang kami lakukan pertama kali adalah mencari tempat makan. Untung tidak jauh dari hotel (sekitar 50m, di tanah wilayah Dinas Perikanan) ada warung kecil milik Bu Esther, pendatang dari Wonogiri yang bersuamikan Pak Bawuk pegawai Dinas Perikanan. Masakannya lumayan enak dengan patokan harga yang luar biasa murah (nasi sayur dengan lauk ikan laut plus minum teh panas Rp. 7000,-). Pengambilan nasi dkk dilakukan secara &lt;i style=""&gt;self-service&lt;/i&gt; sehingga berbahagialah pengunjung yang punya porsi dan selera makan bagus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Sore, ujan masi nekad ga reda….minimal gerimis terus menerus ada…..sebel!!! Cuaca ga mdukung sama sekali….tapi sapa suruh juga bikin &lt;i style=""&gt;trip&lt;/i&gt; pas bulan Desember yah…..secara (halah….secara :P) bulan itu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; identik ma musim salju (mxud????). Tapi kita tetep nekad jalan2 ke pantai deket rumah….bis masa dah jauh2 sampe Karimunjawa cuma buat numpang neduh aja…….Akibatnya?? Fatal….hahaha…..malem badan demam plus kepala muter ga jelas….. Meski gitu ga bisa nahan godaan juga pas liat temen2 pada asik maen poker dengan hukuman coret muka pake bedak buat yang kalah……&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hari II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mpe hari ke2, cuaca tetep ga asik….tapi mo gimana lagi…..&lt;i style=""&gt;show must go on&lt;/i&gt; duonk :P Acara kita hari ini mo snorkeling ma liat penangkaran hiu (yup,,betul bgt….HIU!!! ne ga salah ketik kok….:)) Badan masi demam sbnernya…..tapi ga mungkin banget rela cuma nunggu di wisma sementara tau temen2 mo hura2….hwahaha….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pagi2 dah dijemput ma kapal kaca….eh, mxudnya…dasar kapalnya tuh dari kaca yang bening tapi tebel gitu loh….so, tetep aman diinjek tapi kita juga bisa liat apa2 yang ada di dalam laut sementara kapal dah jalan….asik banget ga tuh??? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Ternyata kapal ga langsung ke tujuan, jemput rombongan lain dulu di Rumah Apung. Nih nama tempat penginapan juga, tapi letaknya di tengah laut gitu…..bangunannya dominan material kayu. D’oh…!!! ga kebayang gimana ngerinya nginep di situ kalo pas malemnya badai kek tadi malem itu…. Hororrr……!!!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;En brèf, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;dah sampe lokasi snorkeling niy……..langsung nyebur aja…..terumbu karangnya keren abiezzz…….da yang tinggi banget deket ma permukaan laut mpe bisa dipake pijakan kaki dengan kepala tetep di atas permukaan air…….hmm…..keyen dah pokokna… Nina yang ga bisa renang ngeyel ga mo nyebur meski dah pake jaket pelampung…..hahaha……tapi akhirnya ga kuasa nahan godaan juga….Nyemplung aja pake acara pegangan kuenceng banget ‘n tetep ga brani gerak ndiri kemana-mana…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Bis acara snorkeling, perjalanan lanjut ke penangkaran hiu……ternyata hiu-hiunya ga gede2 kek di film2 kok…hehe…..variasi lah, kecil mpe sedang kira2 sepaha orang dewasa……Dan ternyata eh ternyata….kita boleh masuk ke kolam ‘n renang ma hiu2 itu….Hmm…..saling pandang ga jelas antara pengen ma takut….. Akhirnya, dengan semangat &lt;i style=""&gt;been there done that &lt;/i&gt;aku ma Nining nekad masuk ‘n kencan ma hiu2 yang cakep2 tu diiringi pandangan ngeri Nina &lt;i style=""&gt;et all….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Bis dari hiu, kita jalan kaki di anter ke pantai yang ga jelas bagusna dimananya…hwehe…so, aku ma Nina balik lagi ke hiu aja…..kekna lebih asik liat hiu aja dyeh….Eh, ada sisa cumi ma udang bekas orang kasi makan hiu…..iseng2 kita lemparin ke kolam…..weiiitzzz…..hiu segitu banyak langsung rebutan nyamber pake gerakan secepat kilat...... (edisi *bombastis bin hiperbol*). Coba tau pemandangan ini pas sbelum nyebur tadi, so pasti aku bakal mikir seribu kali sbelum mutusin kencan ma hiu…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Perjalanan pulang lumayan nyebelin….nganter dulu rombongan Rumah Apung…kirain kapal bakal langsung pulang anter kita balik ke wisma….ternyata malah nungguin rombongan Rumah Apung yang mo &lt;i style=""&gt;check out&lt;/i&gt; ‘n pindah ke daratan karena kuatir ntar malem badai lagi……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;So, dengan badan basah kuyup plus di tengah cuaca ujan deres kita nungguin rombongan tu pada mandi, &lt;i style=""&gt;packing, &lt;/i&gt;makan, dan tetek bengek lain yang dilakukan dengan kecepatan &lt;i style=""&gt;slow motion….&lt;/i&gt;Punya empati dikit napa yah ma penderitaan orang laen??? Huhh….!!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Akhirnya sampe ke wisma juga…..demam makin menjadi…..terpaksa pamit ma Nina ‘n Nining kalo aku mo balik hari ini aja bareng Yudhi, Ahmed, ma Hatta……ga kuat lagi, musti ke dokter kekna…..tapi Nina ma Nining malah mutusin mo ikut sekalian pulang aja…..jadi ga enak sebetulnya…..tapi mo gimana lagi……huaaaa……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Akhirnya jam 1 siang masuk kapal…..langsung tidur pake acara menggigil ga jelas……Setengah jam kemudian ada &lt;i style=""&gt;crew &lt;/i&gt;kapal &lt;i style=""&gt;woro-woro&lt;/i&gt; kapal ga bisa berangkat karena ombak gede banget……&lt;i style=""&gt;trip&lt;/i&gt; diundur besok pagi….Duuuhh……gimana niy??? Temen2 balik ke wisma pada pilih jalan kaki, sambil liat2 suasana katanya…..Aku ga mungkin banget bisa ikut serta di kemewahan itu….secara, jalan aja sempoyongan…..Akhirnya panggil ojek, minta anter mampir ke dokter sebelum balik wisma….Eeee, tukang ojek malah ngeliat aku seolah aku lagi becanda pas nyebut dokter….”Di sini mana ada dokter, mbak???”…….Weks!!! Bencana nie….trs gimana donk nasibku? “Yawdah, ke apotik aja Mas….saya cuma butuh parasetamol aja kok biar demamnya rada turun……” Lagi2 pandangan ajaib itu dilancarkan…..”Apotik ga ada juga, Mbak……bidan desa mau?? Itu lho, yang suka nolongin orang melahirkan….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hmm…..mo gimana lagi….tiada dokter, bidanpun jadi…..Dan sesuai dugaan, cuma dikasih parasetamol, antibiotik, ma vitamin B kompleks…. semuanya generik…&lt;i style=""&gt;better &lt;/i&gt;daripada ga ada sama sekali…&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Malem tetep ikut maen poker lagi…..pasangan bule Austria sebelah kamar –Stefan ma Angelica-- ikutan maen juga…..ternyata Stefan ma Hatta sama2 jadi &lt;i style=""&gt;public enemy…&lt;/i&gt;ga pernah kalah siyy…..muka tetep bersih sementara yang laen dah pada coret2an bedak ga karuan….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Hari III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akhirnya…..kapal beneran berangkat jam 7 pagi….dah ga sabar pengen sampe rumah…..mandi bersih trus tidur nyaman pake plester kompres demam andalan……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Ternyata ombak masih lumayan gede…..banyak penumpang pada &lt;i style=""&gt;jackpot…&lt;/i&gt;untung aku ga ketular meski sbnernya kepala yang dari sebelum berangkat dah pusing makin cedut cenut ga karuan…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Sampe rumah akhirnya…..senengnyaaa……&lt;i style=""&gt;home sweet home&lt;/i&gt;……Meski gitu, perjalanan ke Karimunjawa tetep musti ada &lt;i style=""&gt;part 2&lt;/i&gt;-nya……cari waktu yang lebih ok, cuaca lebih cerah, badan lebih fit……pasti bakal jauh lebih asik….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-5522566101955595222?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/5522566101955595222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=5522566101955595222&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5522566101955595222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/5522566101955595222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/03/karimunjawa-part-1.html' title='KARIMUNJAWA… Part 1'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-1950923872252536763</id><published>2008-03-17T12:14:00.000+07:00</published><updated>2008-05-24T13:58:47.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='about me'/><title type='text'>REMY……O………REMY</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Hari libur memang enak…..bisa santai di pagi hari sambil ngopi dan baca koran….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Weks…..ada diskusi buku dengan narasumber Remy Sylado. Waaaaa……..salah satu idolaku sejak jaman baheula. Kapan nih…? Hari ini? Jam 9? Weleh weleh……mendadak banget yah beritanya……dimuat dari kemaren kek… Dah, ga papa…..masi mending tadi sempat baca….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Buru2 mandi, buru2 ke gedung pasca Undip…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Lho….kok sepi? Lho……kok ada spanduk dipasang kasih tau kalo diskusi buku ma Remy jam 12.30? Maksud apa nih? Tanya ma pak satpam aja ah…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;“Diskusi bukunya di mana sih, Pak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;“Ituuuu…..(sambil nunjuk2)…..tapi masih nanti siang lho, Mbak…..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;“Lho, kok di Suara Merdeka katanya jam 9?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;“Wah, ya gak tau tu, Mbak…..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Asliiii…….rugi bgt dah mandi pagi2 di hari libur….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Mo cari sarapan aja dulu……muter jalan kaki lewat gedung sebelah….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Rame banget ada apa yah? Haaa……diskusi buku juga?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Siapa nih? Haaaa…….Arswendo Atmowiloto??? Waaaaa…….nih juga idolaku….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Kok bisa pada ngumpul di Undip gini yah….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Ikut Arswendo aja dulu sambil nunggu Remy……hehe…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Nasib….!!!! Ditolak ma panitia…..dengan alesan tempat duduk terbatas, peserta yang daftar dah banyak banget……ck ck ck…….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Setelah sibuk buang waktu (dan buang diri) nunggu jam 12.30, akhirnya aku balik lagi ke gedung pasca….nulis nama di pintu masuk, berantem dikit ma mbak yang jaga gara2 aku gak mo nulis nomer hape…..(yeee……nomer ni kan gak bole sembarang orang tau ……kwekeke….mode *seleb* on). Akhirnya sukses masuk ruang diskusi, sengaja ambil tempat duduk paling depan, biar bisa puas2in liat Remy dari dekat…….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Abis dari dulu aku heran banget ma orang ini……Orang pinter sih emang banyak…..tapi jarang kan yang pinter banget di banyak bidang kayak dia. Penulis, aktor, budayawan, ahli bahasa, musisi, dan masih seabrek predikat lainnya yang semuanya dijalani dengan kemampuan yang sangat mumpuni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Sampai hampir jam 14 kok Remy belum datang juga yah…..kita cuma disuruh liat film jadul tentang Pangeran Diponegoro sambil nunggu acara dimulai. Emang nih lagi mo diskusi soal buku terbaru Remy…..Pangeran Diponegoro ; Menggagas Ratu Adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Akhirnya……setelah sempat ketiduran di kursi….Remy datang juga dan diskusi dimulai. Waduh, moderatornya kok gitu amat yah….gak asik. Sok-sok pake istilah keren yang akhirnya cuma untuk dikoreksi penggunaannya oleh Remy….hwahahaha…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Dah gitu Remy malah dikasih porsi omong dikit banget……malah banyakan dia yang ngocol……hehe…..menyebalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Tau-tau dah sesi tanya jawab aja…….moderator bilang yang mo nanya dan pertanyaannya dianggap bermutu bakal dikasih buku Pangeran Diponegoro. Aduuuhhh……maksudnya sih kali baek yah….tapi kok aku jadi dongkol banget yah…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Ide menstimulasi seseorang untuk bertanya ke Remy Sylado dengan iming2 sebuah buku terasa menggelikan……seolah-olah Remy gak cukup menarik sebagai narasumber sampai2 peserta perlu dirangsang untuk bertanya…….hehe…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Akhirnya aku nanya juga…..dengan pendahuluan ke moderator bahwa aku nanya bukan untuk dapat hadiah buku yang dia janjikan….ketemu dan bisa bertanya ke Remy Sylado adalah suatu kehormatan buat aku…… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Hahaha…peserta diskusi yang laen langsung heboh kasih applause….hehe….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Moderator kayaknya agak tersinggung juga tuh…..langsung aja dia nyolot emang gak bakalan kasih buku ke aku….seolah-olah hal itu aku lakukan karena aku gak tau pasti ‘harga’ karya Remy ……hwahaha….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Aduuuhhh……maap ya pak moderator, nothing personal dah…..tentu saja aku tau pasti bagusnya tulisan-tulisan Remy kayak apa……Otherwise, aku gak bakalan punya koleksi buku-buku karyanya……&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Pertanyaanku, apakah bener Remy pernah buat pernyataan kalo lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah karya plagiat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Lagi-lagi, moderator nyolot…. pertanyaan kayak gitu gak usah nanya ke Remy, dia aja bisa jawab kalo memang Indonesia Raya tuh karya plagiat….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Ck ck ck……memang buat sebagian orang susah kali yah bedakan pertanyaan : (1) apakah bener Remy pernah buat pernyataan kalo lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah karya plagiat? dan (2) apakah benar Indonesia Raya adalah karya plagiat?.....hehehe…….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Akhirnya tetep dijawab kok ma Remy…..membenarkan kalo memang pernah membuat pernyataan itu di tulisannya di koran Kompas tahun ’91 plus tambahan informasi kalo WR. Supratman nih memang dikenal sebagai plagiator. Selain Indonesia Raya (yang nyontek lagu dari Belanda), lagu Ibu Kita Kartini ternyata juga jiplakan dari lagu O Ina Ni Keke….(moga2 nulisnya bener……)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Diskusi berlangsung cepet banget karena Remy ada jadwal diskusi lagi di Gramedia Pandanaran…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Hhhh…….sayang gak bisa dapat alamat e-mailnya……padahal masih banyak banget yang mo ditanyakan……&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-1950923872252536763?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/1950923872252536763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=1950923872252536763&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/1950923872252536763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/1950923872252536763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2008/03/remyoremy-hari-libur-memang-enak.html' title='REMY……O………REMY'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9169558831393634157.post-6432279930863142613</id><published>2007-11-27T00:44:00.000+07:00</published><updated>2008-05-24T13:55:16.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linguistics'/><title type='text'>PRAGMATIK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;TINDAK TUTUR&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tindak tutur merupakan analisis pragmatik, yaitu cabang ilmu bahasa yang mengkaji bahasa dari aspek pemakaian aktualnya. Leech (1983:5-6) menyatakan bahwa pragmatik mempelajari maksud ujaran (yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan); menanyakan apa yang seseorang maksudkan dengan suatu tindak tutur; dan mengaitkan makna dengan siapa berbicara kepada siapa, di mana, bilamana, bagaimana. Tindak tutur merupakan entitas yang bersifat sentral di dalam pragmatik dan juga merupakan dasar bagi analisis topik-topik lain di bidang ini seperti praanggapan, perikutan, implikatur percakapan, prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bukunya How to Do Things with Words, Austin (1962:1-11) membedakan tuturan yang kalimatnya bermodus deklaratif menjadi dua yaitu konstatif dan performatif. Tindak tutur konstatif adalah tindak tutur yang menyatakan sesuatu yang kebenarannya dapat diuji –benar atau salah—dengan menggunakan pengetahuan tentang dunia. Sedangkan tindak tutur performatif adalah tindak tutur yang pengutaraannya digunakan untuk melakukan sesuatu, pemakai bahasa tidak dapat mengatakan bahwa tuturan itu salah atau benar, tetapi sahih atau tidak. Berkenaan dengan tuturan, Austin membedakan tiga jenis tindakan: (1) tindak tutur lokusi, yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna di dalam kamus dan menurut kaidah sintaksisnya. (2) tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur yang mengandung maksud; berkaitan dengan siapa bertutur kepada siapa, kapan, dan di mana tindak tutur itu dilakukan,dsb. (3) tindak tutur perlokusi, yaitu tindak tutur yang pengujarannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tutur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pencetus teori tindak tutur, Searle (1975:59-82) membagi tindak tutur menjadi lima kategori:&lt;br /&gt;1. Representative/asertif, yaitu tuturan yang mengikat penuturnya akan kebenaran atas apa yang diujarkan&lt;br /&gt;2. Direktif/impositif, yaitu tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya agar si pendengar melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan itu&lt;br /&gt;3. Ekspresif/evaluatif, yaitu tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan dalam tuturan itu.&lt;br /&gt;4. Komisif, yaitu tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam tuturannya&lt;br /&gt;5. Deklarasi/establisif/isbati, yaitu tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakan hal (status, keadaan, dsb) yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak tutur juga dibedakan menjadi dua yaitu tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung. Penggunaan tuturan secara konvensional menandai kelangsungan suatu tindak tutur langsung. Tuturan deklaratif, tuturan interogatif, dan tuturan imperatif secara konvensional dituturkan untuk menyatakan suatu informasi, menanyakan sesuatu, dan memerintahkan mitra tutur melakukan sesuatu. Kesesuaian antara modus dan fungsinya secara konvensional inilah yang yang merupakan tindak tutur langsung. Sebaliknya, jika tututan deklaratif digunakan untuk bertanya atau memerintah –atau tuturan yang bermodus lain yang digunakan secara tidak konvensional--, tuturan itu merupakan tindak tutur tidak langsung. Sehubungan dengan kelangsungan dan ketaklangsungan tuturan, tindak tutur juga dibedakan menjadi tindak tutur harfiah (maksud sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya) dan tidak harfiah (maksud tidak sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya). Jika dua jenis tindak tutur, langsung dan taklangsung, digabung dengan dua jenis tindak tutur lain, harfiah dan takharfiah, diperoleh empat macam tindak tutur interseksi, yaitu (1) tindak tutur langsung harfiah, (2) tindak tutur langsung takharfiah, (3) tindak tutur taklangsung harfiah, (4) tindak tutur taklangsung takharfiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tinjau dari sudut pandang kelayakan pelaku tindak tutur, Fraser (1974) mengemukakan dua jenis tindak tutur : (1) vernakuler, yaitu tindak tutur yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat, dan (2) seremonial, yaitu tindak tutur yang dilakukan oleh orang yang berkelayakan untuk hal yang dituturkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS DATA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan teori-teori yang telah dipaparkan, maka data dianalisis dan dikelompokkan menurut jenisnya. Terdapat kemungkinan keseluruhan jumlah tindak tutur hasil analisis lebih banyak dari tindak tutur yang terdapat dalam data, karena terdapat beberapa tindak tutur yang menempati lebih dari satu kategori tindak tutur sebagaimana contoh berikut :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kalau kita…kita kawin!” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tindak tutur di atas termasuk ke dalam beberapa kategori sekaligus yaitu : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(1) tindak tutur perlokusi karena digunakan untuk membujuk mitra tutur agar mau diajak kawin&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(2) direktif karena mitra tutur diharapkan melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan itu (kawin dengan penutur)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(3) komisif karena mengikat penuturnya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam tuturannya (kawin dengan mitra tutur)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(4) isbati karena menciptakan status/keadaan yang baru (perkawinan)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(5) tindak tutur taklangsung harfiah karena kata tanya ‘bagaimana’ tidak digunakan secara konvensional untuk menanyakan sesuatu, melainkan untuk mengajak mitra tutur melakukan sesuatu yang disebutkan dalam tindak tutur. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9169558831393634157-6432279930863142613?l=smartilicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartilicious.blogspot.com/feeds/6432279930863142613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9169558831393634157&amp;postID=6432279930863142613&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6432279930863142613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9169558831393634157/posts/default/6432279930863142613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartilicious.blogspot.com/2007/11/pragmatik.html' title='PRAGMATIK'/><author><name>smartilicious</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415736735143481755</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_IonUT_lPkbQ/R-aMW3UYYXI/AAAAAAAAAAM/ve-0vDbHQvo/S220/smartilicious.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry></feed>
